Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode lima puluh satu


__ADS_3

Bimo pulang lebih awal setelah pekerjaan nya selesai. Andra dan Leela sedang bermain dan menggelar karpet ditaman belakang.


"Mi yang ini mi" Andra menunjukan salah satu mainannya. Leela memanfaatkan moment seperti ini untuk bermain sambil belajar buat Andra. Leela selalu berusaha memberikan yang terbaik.


Mobil yang dikendarai Bimo sudah memasuki halaman rumah seperti biasa pak Diman lah yang setia menyambutnya. "kau pulang cepat tuan?" tanya pak Diman sambil tangan nya menerima tas kerja Bimo.


"Dimana mereka?" tanya Bimo, kini yang ditanyakan bukan lagi hanya Andra tapi mereka. Tau siapa yang dimaksudkan oleh tuannya pak Diman menunjuk taman belakang "Disana tuan"


Bimo berjalan tanpa menjawab apa apa lagi, ia melangkah membawa tubuhnya ke arah taman belakang, ia berdiri tepat dipintu keluar menuju taman. Ia mesedekapkan tangannya sambil tersenyum mengamati istri dan anaknya sedang bermain.


"mami ini makanan kesukaan si labbit" menunjuk sayuran wortel yang masih tertanam disana.


"namanya apa" tanya Leela


"emmm apa ya mi" ia terlihat berpikir sejenak


"Hayo apa? nggak bisa jawab mami gelitikin ya" ucap Leela sambil memulai hukuman putranya


"hahaha hahaha mami geli, ampun mami" jawab Andra sambil guling guling di karpet.


"papi" Teriak Andra saat melihat papinya sedang berdiri tak jauh dari tempatnya bermain.


Bimo berjalan mendekati mereka.


"papi makanan labbit apa ya namanya pi?"


"Wor-"


"tel, mami wotel" teriak Andra saat sudah mendapatkan jawabannya.


"aahh cape" keluh Bimo sambil merebahkan kepalanya pada pangkuan Leela.


Leela menatap Bimo, "Kenapa? tanya Bimo.


"tidak tidak apa apa" jawab Leela


Bimo meraih tangan Leela dan meletakannya pada kepala dia. "Pijat kepala ku, aku merasa sangat pusing" ucap Bimo.


"Banyak tingkah" ucap Leela dibalas Bimo yang mendongakan kepalanya.

__ADS_1


"kau tidak ikhlas? istri durhaka" ucap Bimo.


Karena merasa jengkel dengan tingkah Bimo pagi tadi dan sekarang Leela menjitak kepala suaminya.


"Aawwww" teriak Bimo sambil menusap kepalanya.


"impas" ucap Leela sambil tersenyum.


"Apanya yang impas? kau bahkan belum menjalankan tugas mu" ucap Bimo membuat pipi Leela bersemu merah.


"Aku mau malam ini" bisik Bimo di telinga Leela.


"papi bantuin" teriak Andra saat mainanya tercebur ke kolam renang.


"apa" teriak Bimo tanpa mengalihkan pandangannya pada sang istri.


"Papi mainannya telcebul kesana" ucap Andra sambil merengek menarik narik baju papinya.


"Ganggu saja" Bimo bergumam pelan namun masih dapat di dengar oleh istrinya.


Gak bisakah dia membiarkan aku bermanja sebentar? Selalu saja mengganggu.


Leela mengambilkan handuk untuk mengeringkan badan suaminya.


"Aku nggak bisa sendiri" ucap Bimo


"Astaga kau ini ya, menyebalkan lebih lebih dari anak kecil"


Bimo hanya terkekeh, diraihnya tangan sang istri lalu ia menciumnya. Pandangan mereka bertemu cukup lama, mereka saling memandang satu sama lainnya. Bimo mendekatkan bibirnya ke arah bibir sang istri, namun belum juga sampai semua nya terhenti mendengar teriakan Andra.


"Mami kok jadi mainnya sama papi, kan aku yang ngajak mami belmain" ucap Bimo sambil cemberut.


Leela memberikan handuk yang dipegangnya ke Bimo.


"iya iya maafin mami sayang" balas Leela berteriak. Namun belum jauh ia melangkah tangannya sudah kembali di tarik oleh Bimo.


"Nanti malam boleh kan aku mendapatkan jatahku?" bisik Bimo


Leela tak menjawab ia hanya mendelikan mata untuk membalasnya. Ia kembali menemani putranya bermain.

__ADS_1


Sementara Bimo beranjak kekamar untuk mandi dan berganti pakaian.


***


Arga sudah kembali ke kafe miliknya, namun bekas tamparan dipipinya masih terlihat jelas disana. Bahkan ada yang berbisik bisik saat melihat wajah Arga. Begitu pun dengan Revina "Digampar orang pak?" tanya Revina dengan nada setengah meledek.


Arga melirik Revina tapi ia tak menjawabnya.


"Bawakan aku air kompresan" ucap Arga dingin, dan ia melanjutkan langkahnya menuju ruangan khususnya.


"Tumben" ucap Revina dibalas tawa oleh teman teman yang berada tak jauh darinya.


"kau gak pernah akur ya Re, padahal pak Arga ganteng lho" ucap salah satu karyawan lainnya.


"kayaknya gak kan pernah deh" ucap Revina sambil melangkah ke dapur kafe untuk mengambil air yang diminta Arga.


Tok tok tok Revina mengetuk pintu ruangan Arga.


Arga membukanya "Lama sekali" sambil mengambil wadah berisi air untuk mengompres pipinya.


"Baru juga barusan bapak nyuruh saya, belum juga satu jam pak" ucap Revina sambil meninggalkan bosnya. Kekesalan masih juga terlihat diwajahnya.


"Tunggu Re," ucap Arga menghentikan langkah kaki Revina.


Revina berbalik dan bertanya "ada apa lagi pak" tanya Revina dengan nada malas.


Arga terlihat membuang nafasnya kasar


"Tadi Re aku berniat menawarkan bantuan pada seorang gadis yang berdiri disamping kiri jalan, eh tau taunya malah digampar Re, coba kamu bayangkan" melirik Revina "Kesel nggak Re kalau kamu digitukan padahal aku ganteng Lho" ucap Arga menjelaskan apa yang dialaminya.


Revina sebenarnya malas mendengarkan cerita Arga tapi mau gimana lagi.


itu sih derita lho. Ucap Revina dalam hati


"hmmm saya sih nggak kesel pak, jika niatnya baik" ucap Revina membuat Arga menatapnya.


"Pergi sana, ngapain kau disini" ketus Arga yang kesal setelah mendengar jawaban Revina.


yee lagian juga siapa yang mau lama lama dengan manusia kaya anda

__ADS_1


__ADS_2