
ya tuhan betapa menyebalkannya mahluk ciptaan Mu ini. Andai saya tidak tahu diri dengan posisi ini ingin sekali aku memakinya.
"Saya hanya butuh air minum tuan" ucap Leela. Dengan susah payah dia mengangkat kepalanya dan memberanikan diri untuk menatapnya.
"Oh, baiklah kau juga manusia" jawab Bimo tanpa sambil menoleh ke arah putranya.
emang saya manusia kali bung, Anda yang bukan manusia. Leela hanya berani mengumpat dalam hati.
Setelah perdebatan kecil itu selesai Leela bergegas keluar. Malas rasanya jika Leela harus berdebat dengan Bimo.
"Lebih menyenangkan jika saya debat dengan pak Arga dari pada dengannya"
ya tuhan mikir apa aku ini.
***
di kafe
Sang pemilik kafe yang memiliki penuh pesona, berjalan memasuki kafe nya tersebut.
Saat Leela masih di kerja di tempatnya Leela adalah orang yang di jadikan andalan oleh teman temannya untuk mengahadapi bos mereka.
"Leela hari ini nggak masuk lagi" Arga bertanya pada Revina yang sebagai kasir dan sangat dekat. Hingga hidung mereka hampir bersentuhan.
refleks Revina mendorong tubuh Arga hingga jatuh.
"Heeehhh kau, berani ya kau mendorong ku" Arga sewot karena tubuhnya jatuh ke lantai akibat dorongan kuat Revina.
"Salah anda pak, ngapain anda mendekatkan hidung anda ke saya" balas Revina tak kalah sewot.
"Saya bertanya" Arga masih nge gas.
"bertanya tak harus begitu pula kali pak, Menyebalkan" ketus revina.
Kejadian tersebut sontak menarik perhatian karyawan lainnya. Mereka saling berdesus melihat kejadian itu.
__ADS_1
"ngapain kalian disini? mau saya potong gaji?" Sewot Arga saat karyawan tersebut sudah berkerumun mengelilingi mereka yang sedang bertengkar.
"Bubar bubar (membubarkan pekerja dengan tangannya. kemudian dia kembali pada Revina) kau (menunjuk Revina) masuk ke ruangan saya" Wajahnya berubah cool secara tiba tiba.
euuuhhhhh menyebalkan. kenapa sih Leela harus menikah dengan duda kaya itu? kenapa nggak dengan manusia ini saja. Revina berjalan sambil menghentak hentakan kakinya.
tok tok tok
"masuk"
sungguh menyebalkan. Pawangnya nggak ada.
"Kenapa kau tadi mendorong saya?" tanya Arga saat Revina sudah duduk di depannya.
"Ya ya maaf pak, saya kan kaget bapak bertanya begitu dekat hampir saja hidung kita bersentuhan" Revina membela diri.
"haha kau pikir saya akan menciummu apa" tiba tiba kalimat itu dilontarkan Arga tanpa pikir panjang.
ya kau lah bosnya disini. terserahlah. Heran Gimana cara leela bisa mengatasi manusia seperti ini. ini salah satu yang aku benci saat harus berhadapan dengannya Batin Revina.
euuuuhhh percaya diri sekali anda.
"maaf atas kelancangan saya pak" itulah kalimat yang Revina pikirkan agar cepat bebas dari manusia yang ada dihadapannyan.
Beberapa menit telah berlalu akhirnya Revina bisa meninggalkan bosnya yang rese itu. Revina bergegas ke toilet ia hendak menelpon Leela.
Saat terdengar nada tersabung Revina bernafas lega pasalnya. seperti seorang anak yang akan mengadu pada ibunya.
Leela yang kala itu sedang duduk di kantin rumah sakit, dikagetkan oleh dering telpon di tasnya.
Saat terlihat nama Revina Leela merasa senang pasalnya ia ingin menceritakan keadaan yang di hadapinya setelah dia menikah dengan Bimo.
Bergegas Leela menggeser ikon warna hijau di handpohnenya
"halo re" sapa Leela girang saat mendengar suara temannya.
__ADS_1
"La dimana kau? Sumpah hari ini aku mau bercerita dengan mu" Suara dibalik telepon.
"Kenapa re?" tanya Leela.
"Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan la, bisa kita bertemu?" balas Revina.
"Bisa tapi tidak dengan hari ini, aku lagi dirumah sakit" balas Leela.
"haahhh rumah sakit (suara sedikit meninggi karena kaget membuat si pendengar menjauhkan ponselnya) sakit apa La? apa jangan jangan kau hamil" Revina memberondong Leela banyak pertanyaan.
"Ngomong apa sih? yang sakit tuh Andra, bukan aku. ngomong seenak jidat aja" ketus Leela.
gimana aku bisa hamil jadi istri aja belum sempurna.
Leela dan Revina mengakhiri panggilan mereka dan akan berjumpa nanti sore. Revina akan mengunjungi Leela di rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku tunggu vote kalian ya para readers ku
__ADS_1