
"Mi andla tidul sama sus aja" ucap Andra sesaat setelah ia mengatakan ngantuk.
Anaknya kini terlihat mandiri setalah tadi pagi papinya mengatakan bahwa adiknya ada di perut sang mami. Entah apa yang dikatakan Bimo pada Andra, yang jelas Leela tak mengetahuinya.
Leela kembali duduk setelah mencium putranya dan mengucapkan selamat malam.
"sus jangan lupa sebelum tidur, ajak Andra untuk hafalan beberapa surat pendek dan doa doa ya"
"Baik nyonya" Lalu pergi membawa Andra ke kamar.
Leela menghentak hentakan pelan kepalanya pada sandaran sofa, ia masih belum menemukan jawaban atas kelakuan manis Bimo tadi pagi.
Melihat jam dinding yang sudah menunjuk angka 7 malam Leela segera masuk ke kamarnya. Ia mengganti pakaian dan duduk di meja riasnya. "Sebentar lagi dia pulang" ucap Leela sambil tersenyum memandang pantulan dirinya di cermin. "Sempurna" ucap Leela setelah memperhatikan penampilannya.
Tak selang berapa lama ternya benar Bimo pulang, Leela pikir Bimo akan kembali bersikap manis. Ternyata sangkaannya salah "Kau sudah pulang?" tanya Leela.
"Iya" jawab Bimo singkat lalu ia masuk ke kamar mandi tanpa berkata apa apa lagi.
"Haah memangnya apa yang aku harapkan" Leela menghela nafas panjang kemudian ia duduk diujung tempat tidurnya.
"Seharusnya aku tau, aku tak boleh mengharapkan lebih darinya" ucap Leela pelan. Teka teki tadi pagi dan kemarin masih belum mampu di pecahkan oleh otaknya.
Sementara Bimo memilih berendam di air hangat dalam bathup, untuk menghilangkan rasa penatnya setelah seharian bekerja.
Sesekali Bimo memejamkan matanya menikmati terapi dari aroma sabun yang dipakainya.
"aku akan sibuk beberapa hari ke depan" menghela nafas.
45 menit kemudian Bimo baru menyelesaikan ritual mandinya. Ia keluar dengan rambut yang masih menetes dari rambutnya. Ia berjalan ke arah lemari pakaian dan memilih setelan baju tidur panjang.
Karena ia rasa malam ini dia akan berkutat semalaman mempersiapkan materi yang akan ia sampaikan pada klien dari jerman beberapa hari lagi. Bimo ingin klien nya puas dan tertarik bisa bergabung dengan perusahaannya.
Leela memperhatikan Bimo tanpa ada kalimat atau kata yang terucap dari mulutnya. Bimo kembali mengambil laptop dari tas kerjanya dan duduk di sofa yang tak jauh dari tempat tidurnya. Ia mulai berkutat kembali dengan pekerjaannya ia lupa disana ada Leela yang sedang menatap memperhatikannya.
Lama hening tak ada suara dari keduanya hanya detak jam dinding saja yang terdengar.
__ADS_1
Melihat Bimo yang terlihat begitu sibuk dengan pekerjaannya, Leela memilih angkat suara "Kau sudah makan papi Andra?" tanya Leela, ia sangat yakin jika melihat Bimo yang sibuk dengan pekerjaannya pasti suaminya itu melupakan makan malam.
Bimo menoleh tak langsung menjawabnya. Ia berpikir sejenak, aku kan belum makan sejak tadi siang, hanya sarapan pagi saja. Ucap Bimo dalam hati lalu menatap sang istri "belum" jawab Bimo sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Astagfirullah kau ini, bisa bisanya kau memperhatikan pekerjaan tanpa memperhatikan kesehatan diri" ucap Leela kesal sambil keluar dari kamar.
kenapa dia? Tanya Bimo dalam hati, kini ia kembali fokus pada pekerjaannya.
Semua harus sempurna.
Pintu kamar kembali terbuka disana Leela muncul dengan nampan berisi makanan di tangannya. Bimo menatap Leela dalam, sementara Leela berjalan mendekati sang suami.
"Makan dulu, nggak baik melalaikan kesehatan" ucap Leela sambil menyimpan makanan tepat di meja depan Bimo duduk.
"Kan kalau aku sakit, aku masih punya kamu yang merawatnya" ucap Bimo sambil tersenyum memperhatikan istrinya yang sedang menata makan malam untuknya.
"merepotkan" ucap Leela sambil berbalik hendak pergi dari sana. Namun belum juga ia melangkah dari sana tangannya sudah di pegang sama Bimo.
"mau kemana? kau lihat aku lagi sibuk kan?" menghentikan kalimatnya dan memasang senyum "jadi aku nggak bisa makan sendiri" lanjutnya.
"terus?" tanya Leela sambil menyatukan kedua alisnya.
Padahal Leela kurang baik apa coba? Melihat tangan Bimo menari nari diatas keyboard dan mata Bimo sesekali menatap berkas di sebelahnya, membuat Leela mendudukan diri di sebelahnya.
Leela mengambil kembali makanan di meja dan mulai menyuapi Bimo, meski tak ada senyum disana. Bimo tersenyum dan menerima suapan demi suapan yang diberikan sang istri.
Bahkan setiap kali makanan dalam mulutnya habis ia selalu menyempatkan memandang wajah cantik sang istri.
ternyata selain baik kau juga cantik Leela.
Ucap Bimo dalam hati lalu senyum muncul kembali di bibirnya.
"Cepat habiskan makananmu, menyiksa saja" ucap Leela kesal.
"kenapa harus buru buru?" tanya Bimo
__ADS_1
"Tentu saja karena kau sedang sibuk" jawab Leela dengan nada masih kesal.
"ku kira kau ingin kembali mengulang malam seperti kemarin" ucap Bimo, sekarang ia punya hobi baru yaitu menggoda istrinya.
Ah betapa menggemaskannya Leela saat pipi nya sedang bersemu merah. Bimo kembali menatap Leela saat Leela memberikan suapan terakhir nya. Leela menyodorkan gelas berisi air minum. Pandangan mereka kini bertemu, Leela menyimpan kembali gelas itu tanpa melihatnya.
Pandangan mereka masih saja beradu hingga Bimo mendekatkan bibirnya dan mulai menyerang Leela.
ah menyebalkan kenapa sih suka menyerang tiba tiba. Ucap Leela dalam hati sampai Bimo menghentikan serangannya sejenak. Ia menutup laptopnya dan kembali menyerang Leela.
Mereka kini sudah pindah tempat bukan lagi di sofa melainkan sudah di tempat tidur. Dan akhirnya bukan lagi sekedar ciuman melainkan hal panas yang terjadi kemarin malam pun kini terulang kembali di malam ini, dan di tempat yang sama
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Astaga Bimo main serang serang aja. Ok jangan lupa tinggalkan jejak baca kalian Vote, Like, dan Comment