
Siang itu sang surya begitu nampak cerah.
Leela keluar untuk membuang sampah. Tiba tiba Sebuah mobil mewah berhenti tepat di sebrang nya.
"Permisi, benar dengan Nyonya Leela?"Seorang pria bertubuh atletis menghampiri nya.
"iya, maaf Tuan ini siapa? Apa Tuan orang nya Tuan zeno?" Leela merasa khawatir mengingat waktu yang di tentukan Tuan zeno hanya tinggal beberapa hari lagi.
Astagfirullah bagaimana kalau ini benar suruhan Tuan zeno. Leela mulai panik tapi secepatnya ia menguasai diri dari kepanikannya.
"silahkan ikuti saya Nyonya, Tuan sudah menunggu kedatangan anda nyonya" Pria itu mempersilahkan tanpa menjawab pertanyaan terlebih dahulu.
tuan??? tuh kan ini suruhan tuan zeno. apa ini memang akhir segalanya. dan aku jadi istri mudanya.
Leela menerka nerka.
"mari nyonya" lembut Pria itu.
__ADS_1
Leela mulai memasuki mobil itu hati nya berdegup kencang. Perasaannya tak menentu, entah apa yang harus dilakukannya, seandainya benar orang ini adalah anak buah Tuan zeno. Wajahnya tampan, tapi sikapnya dingin. dan tidak banyak bicara.
Leela duduk di bangku depan samping kemudi. Pria itu setelah membukakan dan mempersilahkan Leela masuk langsung memutari mobil dan duduk dibelakang kemudi.
sepanjang perjalanan, suasana dalam mobil itu hening. tidak ada sepatah kata pun keluar dari dua orang yang di dalamnya.
Pria itu tetap fokus mengemudi matanya tertuju ke arah jalan. Lain halnya dengan Leela, walaupun dia duduk terlihat tenang, pikirannya terus berjalan mencari sebuah jawaban siapa Pria ini dan disuruh siapa? itu yang dipikirkan nya.
sesekali Leela membenahi posisi duduknya, matanya melirik kearah jendela memperhatikan pepohonan yang terlihat seolah berlari meninggalkannya.
Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi memasuk Gerbang hitam dan menjulang tinggi. Mobil sudah terparkir didepan sebuah Rumah besar nan elegan. Temannya luas dan terlihat asri. Menandakan bahwa pemilik rumah itu bukan orang biasa biasa saja.
apa ini rumah Tuan zeno? tapi aku tidak pernah melihat mereka bersamanya. matanya melirik kearah pria bertubuh besar dan tegap yang memakai pakaian serba hitam.
Sebuah suara berhasil memecah lamunan Leela.
"mari nyonya anda sudah ditunggu" pria itu mempersilahkan Leela untuk memasuki rumah besar itu.
__ADS_1
Leela melangkah dengan ragu ragu, perasaan takut mulai lagi menyelimutinya. Pria itu berjalan di depan Leela untuk menujukan ke ruangan yang sudah ada Orang menunggunya di dalam.
Pria itu mengetuk pintu.
tok tok tok
semoga ini bukan tuan zeno, semoga ini bukan tuan zeno. Leela terus berdoa dan mengulangi kalimat itu. Dia benar benar berpikir akan nasibnya jika benar ini atas perintah Tuan zeno.
"masuk" Terdengar suara bariton
Pria itu masuk setelah adanya perintah, namun tidak dengan Leela, karena pria tadi menyuruh nya menunggu.
"Tuan saya sudah membawa orang yang anda minta" kata Pria tadi pada seseorang yang duduk membelakanginya. kalimat tadi jelas terdengar oleh Leela. Dirinya semakin ketakutan, tangannya bergetar dan berkeringat sesekali Leela terlihat meremas jari jarinya. ketakutan terlihat jelas nampak di wajah cantik yang tidak ada polesan make up disana.
Tak lama pria tadi keluar dari ruangan iti dengan wajah yang sulit ditebak.
siapa yang ada di dalam? apakah aku akan pulang denga selamat atau hanya tinggal nyawa. Batinnya terus bertanya tanya.
__ADS_1