
Leela kembali ke taman menemui Andra,
"Andra nggak lapar?" tanya Leela mengingat udah waktunya makan siang.
"emmmhh nggak" jawab Andra
"kalau Andra nggak makan tante nggak mau main lagi ah sama Andra" Leela pura pura ketus.
"aahhh jangan, iya deh aku mau makan, (rengek andra) tapi tante yang suapin ya, ya ya" jawab Andra dan menarik turun kan alisnya.
"Ya sudah tunggu disini, tante ambil makan dulu ya!! jangan kemana mana" pesan Leela sebelum meninggalkan Andra ke dalam.
Andra menunggu di taman sementara Leela mengambil makanan di dapur kafe.
Bimo terus memperhatikan Andra dari Lantai 2 tepat di ruangan Arga.
"ganti profesi la?" Revina memang memiliki kebiasaan suka muncul tiba tiba.
"ya Allah vin kamu tuh ya, munculnya dimana aja kaya setan" Leela ngomel karena tingkah sahabatnya.
"tu makanan buat siapa, jangan bilang buat anak nya Duda ganteng itu" Revina menunjuk ping yang dibawa Leela.
"Duda ganteng, duda ganteng, dari mananya? Kamu mau?" balas Leela.
"mau lah, ganteng, calm, dari pada Bos Lo yang rese kalau ngomong kayak radio butut" sewot Revina
"eeemh, saya disini bayar kalian buat melayani pengunjung, bukan buat ngerumpi duda sama bos nya" tiba tiba terdengar suara bariton dibelakang mereka. kebetulan pak Arga lewat waktu mereka membicarakan dirinya dan Bimo.
"eh bapak saya mau ngasih makan anaknya teman bapak pak, saya punya kerjaan, Revina pak yang nggak kerja" Leela membela diri fan menunjuk Revina seolah Revina yang salah.
"permisi pak saya kebelakang dulu ya" setelah jauh Leela melambaikan tangan dan menjulurkan lidahnya ke arah Revina.
Astaga ini namanya dikerjain nih sama Leela. Batin Revina
__ADS_1
menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Arga menatap Revina, "kamu hari ini lembur" sedikit kalimatnya tapi wajahnya menyebalkan.
"i-iya pak" jawab Revina.
dasar manusia nggak punya hati.
***
Diruangan Arga, Bimo menerima sebuah telepon
"ya" Bimo langsung menjawab saat bunyi pertama kali
"data yang bapak minta tentang wanita itu sudah saya dapatkan pak" jawab si Edvan sipenelepon.
"Antarkan nanti Kerumah sekitar jam 17:45" perintahnya. Lalu menutup kembali panggilan. Dia kembali memperhatikan putra nya.
***
"ya tuhan waktu begitu cepat bergulir, aku masih belum menemukan solusi yang tepat untuk hal itu"
terlalu asik dengan lamunannya hingga dia lupa kalau dia sedang menyuapi Andra.
"a tante kenapa diam, tadi nyuluh aku makan, sekalang nggak dikasih makannya" Andra kesal menunggu Leela tak menyuapinya. Padahal makanan dimulut nya sudah kosong.
"aaahhh maaf maaf sayang, tante lupa"kilah nya.
"aku mau bobo" setelah Andra menghabiskan makanannya.
"sini sini tente pangku ya" menepuk pahanya.
seperti seorang ibu hendak menidur kan anaknya.
__ADS_1
Andra begitu patuh sama Leela, beberapa saat kemudian anak itu sudah tertidur pulas dipangkuan Leela. Leela membelai rambut anak itu dan menciumnya.
Jelas saja kejadian itu tak luput dari pengawasan Bimo.
"kamu lihatkan" menunjuk ke arah taman.
"dia cocok kok jadi ibunya Andra, apalagi yang kamu pikirkan? bukankah kamu mencari istri sekaligus yang bisa menerima Andra kan?"
Tentu saja hal itu hanya dibalas senyum tipis oleh Bimo, Bimo memang sulit untuk jatuh cinta.
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat. sang senja sudah menampakan warna ke emasannya. Bimo dan Arga bergegas pulang. Seperti biasa laki laki itu bersikap acuh dan tak mau mengucapkan terima kasih, padahal hari ini dia banyak di bantu Leela untuk mengendalikan putra.
dasar manusia pelit kata. Batin Leela denga senyum sinisnya.
.
.
.
.
.
.
. gaes author mengucapkan terima kasih kepada para readers yang berkenan mampir dan membaca novel yang membosankan ini. terima kasih untuk like dan vote serta tip nya.
kita masih dalam keadaan darurat covid 19 semoga kita selalu diberi lindungan oleh Allah SWT.
JANGAN LUPA FOLLOW YA
Ig: Nuryantiag
__ADS_1
Fb: Nuryanthi Sudarma
thank you😘😘😘