Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode empat puluh enam


__ADS_3

Di sekolah


Bel pulang sudah berbunyi, satu parsatu peserta didiknya keluar dengan tertib tanpa dorong dorongan. Andra keluar matanya melirik ke kiri dan ke kanan. Ya dia mencari maminya, apa maminya sudah menjemput apa belum. "Andra mami belum menjemput mu nak?" tanya guru wali kelas Andra. Andra menggelengkan kepalanya pelan "belum bu gulu" ucap Andra


"ya sudah mari ibu antarkan Andra pulang"


Andra menggelengkan kepalanya lagi, "Nggak bu gulu, Andla nunggu mami jemput aja di pos satpam" ucap Andra pelan.


"Anak soleh, mari ibu antarkan ke sana ya" menunjuk pos satpam, dimana biasanya menunggu maminya menjemput jika telat.


Andra mengangguk.


"Pak maminya Andra belum datang?" tanya bu Ihat yang tak lain wali kelasnya Andra.


"Belum bu, sepertinya hari ini beliau telat menjemput si ganteng ini" ucap satpam yang biasanya. "Sudah duduk aja dulu disini" ucap satpam sambil menepuk bangku tempat duduk.


"ya sudah kalau gitu saya titip Andra ya pak, hati hati pastikan dulu siapa yang menjemputnya" ucap bu Ihat lagi.


"Siap bu" seperti biasa jika ada perintah satpam itu selalu menjawab dengan hormat.


***


Sementara didalam kamar tersebut Leela sudah tertidur di paha Bimo yang tadi sempat ia pijit. Karena terlalu capek akhirnya Leela ketiduran.


Bimo menatap Leela yang tertidur di atas pahanya. Sesekali terlihat seutas senyum di wajah Bimo. "Terimakasih sudah mau merawatku La" ucap Bimo pelan sambil terus memandang wajah Leela.


"Meski kau merawatku dengan mengomel, tapi aku melihat ketulusan dimata mu la, terimakasih sudah mau bertahan disisiku, merawat Andra dengan tulus yang bahkan bukan putra kandungmu. Apa kau benar benar akan meninggalkan ku setelah kau bertemu lagi dengannya. Aku harap tidak, dan aku tak akan membiarkan siapa pun mengganggu milikku, sekalipun itu Arga sahabatku sendiri"


"ternyata kau benar benar manis saat kau terlelap" Bimo tersenyum lagi.


"ooohhh astaga Bimo apa yang kau ucapkan barusan? Bodoh, benar benar bodoh" setelah menyadari ucapannya Bimo langsung memaki diri sendiri, namun lagi lagi senyum muncul dibibirnya.


***


"Ndra gimana adik nya sudah ada belum?" tanya iseng si satpam.


"belum pak satpam mami sama papi lama membeli aku adik, katanya iya tapi adiknya belum ada juga"


"Suruh papi sama mami nya semangat mencetak adiknya, biar cepat jadi" ucap satpam sambil menaikan alisnya.


"cepat jadi emang nya adik itu dibuat?" Tanya Andra yang merasa heran. Selama ini dia pikir adik yang ia minta akan ia dapatkan jika papi atau mami nya membeli.


"iya emangnya Andra nggak tau?" Tanya satpam lagi.


Andra menggelengkan kepalanya lagi. "Aku pikil adik bayi itu ada di mall di toko mainan" ucap Andra. Duuuuuhhhh gemesnya.


"hahaha" satpam itu tertawa mendengar jawaban Andra. Semua orang disekeliling Andra sangat menyukai Andra, yang memiliki sifat menggemaskan. Orang di sekelilingnya selalu saja dibuat tertawa oleh tingkah polos Andra namun lincah.


"Permisi" ucap seorang pria berwajah tampan, dengan badan tinggi nan atletis.


"iya" jawab si satpam sigap, ia melihat penampilan orang yang ada didepannya.


sepertinya tidak asik tapi siapa ya?

__ADS_1


"Saya Edvan sekertaris pribadi pak Bimo. Saya dapat tugas hari ini untuk menjemput putra beliau karena istrinya tidak bisa menjemput" Edvan menjelaskan.


"ooooooohhhhhhh" manggut manggut.


"Andra nya ada?"


"oh ada ada, ndra ada yang jemput" teriak satpam dekat pintu gerbang. Andra berlari menghampiri satpam.


"kok mami nya nggak ada?" tanya Andra saat sudah dekat pintu gerbang.


"mami nggak bisa jemput, jadi papi nyuruh Om buat jemput Andra sekarang" ucap Edvan.


Dengan cemberut Andra cepat cepat naik mobil. "Terimakasih pak" ucap Edvan pada satpam. Kemudian mengikuti Andra naik dan melajukan mobilnya ke arah rumah Bimo.


Tak berapa lama kini mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di pekarangan yang luas depan pintu utama. Tanpa di bantu, Andra langsung turun dan berlari masuk kedalam rumah.


"mamii, mamii" dengan kesal Andra teriak teriak memanggil maminya.


Seorang pelayan menghampirinya. "Den Andra sudah pulang ya" sambut seorang pelayan dengan senyum ramah.


"Bi mami mana?" dengan nada kesal ditambah pipi yang gembul ditambah lagi dengan drama membanting tas sekolahnya membuat Andra terlihat semakin menggemaskan.


"mami lagi dikamar, papi lagi sakit" ucap pelayan tersebut. Tanpa menunggu ucapan pelayan Andra langsung berlari menaiki tangga. Sampainya di depan pintu kamar Leela, Andra langsung masuk dan berteriak. Sontak Bimo dan Leela yang sama sama sedang menikmati mimpi pun terbangun karena tetiakan Andra.


"Mamiiiiiiiiiiiiiii"


Dalam keadaan setengah sadar Leela mengucek matanya, dan menyesuaikan dengan cahaya. Ganggu momen aja, gak bisa apa ya ni anak nggak nempel terus sama Leela.


"papi sakitnya pula pula mami" celetuk Andra, Bimo dan Leela sama sama kaget mendengat ucapan Andra.


"nggak papi sakit beneran kok"


"bohong" Andra tak mau kalah dengan papinya.


"Ganti baju dulu yuk" Leela melerai perdebatan diantara papi dan anak itu.


"Bental bental mi, kata pak satpam adik itu nggak beli tapi dibuat, benal nggak mi?" Celetuk Andra yang masih mengingat ucapan satpam tadi.


Bimo tersenyum, namun Leela melototkan matanya, bingung harus menjawab apa.


"Benar nanti papi buatkan ya untuk anak papi yang ganteng ini, tapi sekarang ganti baju dulu kemudian makan siang ya, tapi ganti baju nya harus belajar mandiri kalau mau punya adik"


"kenapa nggak boleh sama mami pi?"


"kan papi buat adiknya nggak bisa sendiri harus sama mami, iya kan mi?" tanya Bimo sambil memasang senyuman.


Leela tak menjawab obrolan absurd suaminya. Bagaimana mungkin anak sekecil Andra harus mendengar percakapan dewasa.


"Belalti papi nggak mandili" ucap Andra sambil mengangkat telujuknya ke arah Bimo.


Leela tersenyum mendengar ucapan Andra.


"mau adik nggak?" tanya Bimo lagi.

__ADS_1


"MAU" jawab Andra semangat.


"ya udah ganti baju sana, ingat nggak sama mami"


"tapi papi janjikan mau bikin adiknya?"


"iya papi janji" mengangkat dua jarinya.


"holeeeee punya adik" ucap Andra sambil berlari keluar kamar tanpa memperdulikan lagi Leela.


Leela hendak menyusul Andra namun lagi lagi tangan Bimo menahannya.


"mau kemana?"


"mau nyusul Andra lah, kan dia gak bisa ganti baju sendiri" balas Leela.


"kau pura pura tak mendengar permintaan Andra tadi" Bimo berucap tepat dibelakang telinga Leela. Hingga hembusan nafasnya bisa dirasakan oleh Leela. Leela berusaha menjauhkan tubuhnya dari Bimo. Namun usahanya tak berhasil Bimo lebih dulu menarik pinggang Leela.


ya Allah tolong aku. Leela menjerit dalam hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Segini dulu ya, terimakasih sudah setia membaca novel ini. Terimakasih untuk semua kritikan yang kalian tulis. jangan lupa vote, like, and comment nya

__ADS_1


__ADS_2