
Hari mulai petang semua keperluan acara sudah siap sempurna. Bimo sedang bersiap siap dengan dibantu oleh sang istri.
"Ganteng ga?" tanya Bimo saat Leela sedang menyisir rambutnya.
"Nggak"
"Masa?" Bimo menoleh pada sang istri yang tepat berada dibelakangnya. "Beneran nggak ganteng?" tanya Bimo lagi. Bimo memandangi pantulan dirinya dibalik cermin.
"masa sih nggak ganteng? perasaan nggak jelek jelek amat" ucap nya lagi.
Pintu kamar terbuka Bimo dan Leela sama sama menoleh kearah pintu dan munculah bocah berbadan sedikit gembul, pipi cabi dan pakaian yang tak beraturan sedang memamerkan giginya.
"Hehe"
"Andra kenapa sayang? kok gitu dandanannya?" ucap Leela sedikit tertawa melihat kondisi sang anak.
"Andla nggak mau di dandanin sama mbak, maunya sama mami" ucapnya polos.
"Astaga anak papi" ucap Leela menoleh Bimo yang ikutan nyengir. "Kayaknya aku bukan seorang istri juga seorang ibu, tapi kayak babysitter papi sama anak" ucap Leela sambil menepuk jidatnya.
"Kan papi nggak tiap waktu sayang" ucap Bimo.
"Nggak tiap waktu gimana, papi bahkan lebih manja dari pada Andra" keluh Leela, baru kali ini ia mengeluh di depan sang suami.
"Ah yang bener?" tanya Bimo menggoda.
Leela menggelengkan kepalanya pelan "Nih sisir rambutnya sendiri" ucap Leela sambil memberikan sisir rambut yang sedang di pegangannya.
Leela lalu menaikan Andra keatas tempat tidur "Kenapa nggak mau sama mbak sayang"
tanya Leela.
"Nggak mau aja, maunya sama mami" ucap Andra.
Tak banyak bicara lagi Leela langsung merapikan pakaian yang sedang dipakai Andra, menyisir rambut serta memberikan sedikit dandanan agar tidak seperti tadi.
Tok tok tok
"iya" jawab Bimo lantas ia bergegas membuka pintu kamar.
"Maaf tuan para tamu undangan sudah datang" ucap pak Diman.
"iya pak terimakasih sebentar lagi saya turun" ucap Bimo.
__ADS_1
Bimo kembali masuk dengan tujuan mengajak istri serta anaknya agar segera turun. Sejenak Bimo memandangi wajah sang istri. Wajah cantik yang dihiasi make up tidak terlalu tebal serta tubuh yang dibalut baju muslim tidak terlalu glamour namun terlihat elegant meski dengan perut yang sedikit membuncit.
"Cantik" ucap Bimo sambil memajukan wajahnya ke wajah sang istri. Belum juga niat Bimo terlaksana Leela sudah menahan dada Bimo.
"Udah cantikan?" tanya Leela yang diangguki oleh sang suami "Jadi jangan di cium dulu nanti make up nya luntur" ucap Leela sambil nyengir lalu menggandeng tangan Andra dan berjalan meninggalkan Bimo.
"Haah apa apaan ini" Bimo mendngus kesal tak terima perlakuan sang istri yang menolak dicium olehnya. Bimo segera menyusul sang istri karena acara akan segera dimulai.
Acara diadakan dilantai bawah tamu undangan terlihat sedah mulai memadati lantai dasar rumah mewah Bimo.
Terlihat disana ada Wiji, Edvan, Shepa, Arga dan tak lupa dengan Revina serta tamu undangan lainnya. Tresna dan suami serta kedua orang tua Leela pun sedang duduk khidmat disana.
Bimo, Leela dan Andra sudah ikut berbaur duduk di tempat yang sudah dipersiapkannya.
Shepa sedang berdiri mematung di dekat pintu arah ke dapur. Sesekali terlihat ia sedang memejamkan matanya.
"Kenapa harus ada dia disini?" ucapnya dalam hati sambil memejamkan matanya. Ia terlihat tak kuasa menahan cairan bening yang hendak meluncur di pipinya.
"Lho non Shepa kok disini? nggak ikut gabung sama yang lain non kan acaranya mau dimulai" ucapan pak Diman berhasil membuat Shepa mengerjapkan matanya.
"Eh iya pak" nada suaranya terdengar berat sekali.
"Non Shepa mau seperti nyonya dan tuan Bimo ya?" goda pak Diman yang menyadari adanya butiran bening di pelupuk mata Shepa.
"Pak Diman bisa aja" ucap Shepa dengan senyum yang sedikit dipaksa sambil mengusap pelupuk matanya.
"Non Shepa masih mau disini?" tanya pak Diman lagi.
"Sebentar lagi saya kesana pak" ucapnya
Sementara Arga sedang duduk diantara tamu laki laki sesekali ia melirik mencari seseorang. Bibirnya sesekali tersenyum kala ia mengingat orang yang sedang dicari nya.
"Aku nggak melihatnya, apa dia nggak datang ya? tapi nggak mungkin ini kan acara kakaknya"
Shepa masih diposisi semula ia tak beranjak dari sana. Ia berusaha menahan air mata yang akan jatuh saat ia melihat orang yang pernah mengisi harinya meski bukan sebagai seorang kekasih.
Namun rasanya begitu perih kala ia meninggalkannya begitu saja tanpa kabar apa pun. Yang dulu selalu mencarinya, mengirimnya pesan untuk sebuah misi yang mereka jalankan kala itu.
Shepa tak ikut bergabung disana ia memilih ke pergi dan duduk dihalaman belakang yang dekat dengan kolam renang di rumah mewah itu.
Acara demi acara pun diikuti Leela dan Bimo dengan khidmat. Ketika acara telah selesai dan diakhiri dengan mencicipi jamuan yang mereka sediakan.
Leela terlihat celingak celinguk tengah mencari seseorang. Ya yangbia cari adalah adiknya yang tak terlihat sejak acara dimulai.
__ADS_1
Bimo yang melihat istrinya gelisah lalu bertanya "Cari siapa sayang?" bisik Bimo.
"Kok aku nggak lihat Shepa ya pi" bisik Leela lagi.
"mungkin Shepa sedang menghindari pertemuan dengan Arga, kamu ingat kan sayang yang aku ceritakan beberapa waktu lalu" bisik Bimo lagi.
"Emangnya yang papi ceritakan waktu itu benar ya?"
"emang kapan aku bohong?"
"Emmmhh pernah kok waktu papi masih sama Ariana" bisik Leela lagi.
"Bohong apaan? nggak pernah deh kayaknya"
"Kayaknya" ucap Leela negulang kata terakhir yang diucapkan Bimo.
"Shut nggak usah diungkit lagi, itukan masalalu yang." ucap Bimo membela diri.
"tetap aja kan"
"shut atau aku cium kamu disini" sontak membuat Leela melotot dengan pipi yang bersemu merah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.nggak kuat tadinya mau di buat tamat malam ini. Tapi buat menyelesaikan 3 bab lagi rasanya sulit sekali.
__ADS_1
maaf ya endingnya nggak jadi sekarang besok aja.
vote, like, comment😊