
Hari itu Bimo begitu sibuk dengan beberapa pertemuan, hingga ia tak sempat menanyakan kabar putranya pada Leela.
Pertemuan itu diadakan di kafe yang sebelumnya sudah dilakukan resevasi.
Setelah sama sama mendapat sebuah kesepakatan kontrak kerja sama Bimo segera mengakhiri pertemuan itu dan asisten pribadi Bimo mengagendakan pertemuan berikutnya untuk penandatanganan sebuah kontrak.
"Apa tidak sebaiknya kita makan siang dulu pak Bimo" kata pak Hartanto selaku rekan bisnis Bimo.
"Oh terimakasih (menyatukan kedua tangan di depan dada sebagai bentuk permintaan maaf) Putra saya sedang dirawat di Rumah sakit, saya harus segera melihat kondisinya sekarang" ucap Bimo sopan tanpa ingin membuat rekan bisnisnya merasa tersinggung karena penolakannya.
"Baiklah semoga anaknya lekas sembuh pak Bimo" balas pak Hartanto.
Bimo segera melangkahkan kakinya keluar namun sebelum dia keluar matanya menangkap pemandangan seorang wanita yang ia kenal sedang duduk bersama pria lain dan terlihat mereka menikmati kebersamaannya. Bimo hanya melihatnya dari kejauhan tanpa ingin mendekatinya. Dadanya sesak? jelas wanita yang sedang ia pandang adalah Ariana tapi entah dengan siapa?.
***
Di Rumah Sakit
__ADS_1
Akhirnya Andra menghabiskan makanan yang di suapi Leela. Setelah selesai makan Leela memberikan obat yang sudah disiapkan oleh suster yang merawat Andra. Entah karena pengaruh obat atau karena kekenyangan? Kini Andra sudah kembali terlelap, tanpa menelpon papinya seperti tawaran Leela di awal.
Melihat Andra yang sudah tertidur kembali Leela bergegas ke kamar mandi mengambil Air wudhu kemudian ia melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Saat Leela masih melaksanakan kewajibannya Bimo datang dan membuka pintu ruangan Andra. Saat dia akan masuk ia melihat Leela disana yang sedang menangis dalam doa.
apa dia menangis? sejauh itukah rasa sayangnya pada Andra (matanya bergantian melihat Andra yang sedang terlelap) atau jangan jangan dia menangis karena ucapanku tadi pagi? Bimo duduk dekat ranjang Andra.
Leela sudah menyelesaikan kewajibannya tiba tiba dikaget kan oleh suara bariton di belakangnya.
"Kau tidak pulang" tanya Bimo yang membuat Leela kaget dan segera menoleh.
"Tidak tuan" Leela menjawab tanpa menatap Bimo, ia masih ingat dengan tatapan pagi itu.
"Tadi Andra sudah sadar tuan, dan sudah makan serta meminum obatnya" masih pada posisi menunduk.
"baiklah, kau sudah makan siang" tanya bimo lagi, dan membuat Leela terkejut pasalnya baru kali ini dia bertanya pada Leela akan hal itu.
tidak salah dia menanyakan saya makan siang? tidak Leela tidak jangan menyalah artikan perhatiannya.
__ADS_1
"Saya belum lapar tuan" jawab Leela.
"Bodoh" balas Bimo.
heh heh apa tidak ada kata lain selain kata itu tuan Bimo yang terhormat. sepertinya memang kata itu yang paling murah sehingga sangat mudah sekali anda mengatakannya, ketimbang kata maaf dan terimakasih. Ingin sekali kalimat itu ia keluarkan, namun apalah daya dia hanya istri kontraknya yang sedang bekerja merawat putranya.
Bimo mengamati Leela dari atas kebawah berkali kali, membuat rasa tidak enak bagi yang dilihatnya.
"dia memang berbeda dengan Ariana" ucap Bimo dalam hati.
apa kau melirik ku seperti itu? ingin ku congkel matamu? tapi sayang kalimat itu tak pernah keluar dari mulut Leela.
Leela yang merasa terus diperhatikan oleh Bimo merasakan tidak enak hati dan memutuskan untuk keluar.
"maaf tuan kalau anda masih lama disini saya ijin ke kantin sebentar" pamit Leela dengan wajah masih menunduk.
"ke kantin? ( memperhatikan wajah Leela ) bukannya kau bilang tidak lapar tadi?" bertanya penuh curiga.
__ADS_1
euuuhhbb rese amat sih? tinggal bilang ia atau jangan susah amat. Lagi lagi Leela mengumpat dalam hati.