Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode empat puluh delapan


__ADS_3

Ooooohhh astaga jangan jangan dia benar benar menjadi gila, setalah melihat Ariana dengan pria lain. jangan sampai ini menambah pekerjaanku. Gumam Leela dalam hati.


Leela menatap Bimo, pandangan mereka sempat bertemu. Secepat kilat Leela menundukan pandangannya, namun Bimo lebih cepat menahan dagu Leela dengan tangannya.


"Kau pandai sekali beracting Leela, kau pura pura tersenyum dengan begitu manisnya. Padahal jauh dalam hatimu kau sedang menangis menjerit jerit, benarkan?" tanya Bimo.


Leela membuang muka, sambil menarik salah satu sudut bibirnya. "Kau tak tau apa apa tentangku, jadi tebakanmu tak ada benarnya sama sekali" balas Leela.


Memang pada kenyataan nya begitu, mereka baru dekat seperti ini ya karena moment yang mendukung. Jika Bimo tak sakit mungkin hal ini tak akan terjadi. Melihat Leela merawatnya dengan tulus meski sempat memakinya, merawat Andra dengan penuh kasih sayang meski bukan anak kandungnya, mampu mencairkan hati Bimo yang sempat membeku seperti air dalam freezer.


Kini malam pun datang, cakrawala kini sudah berubah warna. Hewan malam pun kini sudah mulai berbunyi. Satu per satu penghuni rumah mewah itu membubarkan diri dari pekerjaan yang sedang di gelutinya. Mereka mulai memasuki kamar masing masing dan bersiap untuk memimpikan sesuatu yang jadi target dalam hidupnya. Seperti yang masih sendiri berharap hari esok akan ada seseorang yang dikirim kan tuhan untuknya.


Rumah mulai terlihat sunyi, karena penghuninya mulai tenang maengarungi mimpi malam mereka. Namun tidak dengan seseorang, ia terlihat begitu gelisah. Matanya bolak balik menatap jam yang menempel dikamar putranya dan sesekali ia mengusap rambut putranya yang mulai berantakan. Jantungnya berdetak tak karuan, keringat mulai keluar dimana mana, padahal Ac di ruangan tersebut selalu menyala. Sekali lagi ia melirik jam dinding dan sesekali meremas tangannya yang mulai basah karena berkeringat.


"Aaaaaahhhh kenapa jadi begini sih, mau tidur aja susah sekali" Leela bergumam dalam hati.


"Apa dia sudah tidur, ah sudahlah lupakan saja. Hari ini sudah cukup dibuat repot olehnya. Pasti dia merasa lelah dan akan tidur, ucapannya tadi hanya untuk menenangkan Andra" ucap Leela meyakinkan diri bahwa si tuan dingin Bimo pasti tidak sungguh sungguh dengan ucapannya.


Leela beranjak dari posisi duduknya saat itu dan mulai melangkah tapi tiba tiba pikirannya menghentikan paksa langkahnya. "Tapi, bagaimana jika ia sungguh sungguh dengan ucapannya tadi, bukankah ia sangat menyayangi dan akan menuruti setiap keinginan Andra?" berhenti melangkah dan kembali menoleh kearah dimana putra sambungnya sedang terlelap.


Tak kuasa lagi menahan rasa ngantuk yang menyerangnya, Leela memaksa untuk memberanikan diri kembali ke kamarnya. Dengan harapan Bimo sudah tidur.


Ceklek, Leela membuka pintu lalu menoleh kearah tempat tidur. Disana terlihat Bimo sedang berbaring memunggungi pintu jadi Leela berpikir aman. Leela menarik nafasnya pelan agar tak membangungkan teman sekamarnya "Alhamdulillah aman, ternyata benar dia sudah tidur, terimakasih ya Allah" ucap Leela sambil mengusapkan kedua telapak tangan ke wajahnya.


Leela pikir dewi fortuna ada dipihaknya namun ternyata dugaannya salah. Begitu ia membalikkan badan ia dikejutkan oleh sosok manusia es balok yang sedang berdiri begitu dekat dibelakang nya.


Melihat ekspresi terkejut yang ditunjukan Leela, Bimo tersenyum licik dan berniat akan menggodanya. "kau sudah siap?"


"Siap" ucap Leela reflek, karena raga dan hatinya mulai tak bisa diajak kompromi.


"Jadi kau siap bertempur malam ini, untuk mewujudkan keinginan Andra mempunyai adik?" Bimo berkata begitu dekat dengan telinga Leela, sehingga Leela mampu merasakan setiap hembusan nafas Bimo.


"siapa yang mengatakan siap?" Leela berusaha menyangkal setiap apa yang dirasakannya ketika hati dan pikirannya kembali bekerjasama.


"Ayo lah kau tau aku sudah lama tak merasakannya. Jadi kau sebagai seorang istri yang baik lakukanlah tugasmu" ucap Bimo dengan nada mulai dipenuhi nafsunya.

__ADS_1


Bimo menarik tubuh ramping Leela. Karena berat badan Leela hanya 52kg maka dengan mudah tubuhnya ada dalam dekapan Bimo.


Leela berusaha memberontak "A-aku belum gosok gigi dan ganti baju" ucap Leela berkilah membuat Bimo tersenyum lagi. Lagi lagi ketakutan Leela berlipat naik saat melihat senyum Bimo yang penuh arti.


"Biar ku bantu kau mengganti baju" ucap Bimo sambil memejamkan mata, merasa berhasil menggoda istrinya.


hahahaha lihatlah wajah mu Leela. Teriak Bimo dari dalam hati


haah apa apaan ini? membatuku mengganti pakaian? artinya dia akn melihat dengan jelas tubuh telanjangku? Aaaaaaaaaaaaaa, kenapa hari ini sungguh membuatku bingung dengannya. Sebentar normal kaya manusia sebentar lagi kembali dingin. Gimana ini?


Ingin rasanya Leela menenggelamkan diri lautan paling dasar. Lebih tenang rasanya ia ketika Bimo bersikap acuh padanya. Namun tak bisa Leela pungkiri hatinya pun berkata senang ketika Bimo mengahrgainya sebagai manusia normal.


Rasanya malam itu akan menjadi malam panjang bagi Leela. Padahal jarum jam sudah menunjuk angka 11:30. Bimo melepaskan cengkramannya, namun tidak semudah itu. Sebelum ia melepaskannya ia menyempatkan menggoda Leela lagi. "Rasanya malam ini kau dan aku tak akan tidur sampai pagi" ucap Bimo dilanjutkan dengan tersenyum.


"Biarkan aku menyiapkan diri terlebih dahulu" ucap Leela ragu ragu dengan ucapannya namun Bimo masih bisa mendengarnya.


Leela kembali mengingat ucapan ibunya, "bagaimana pun kalian mengawali pernikahan, apapun itu alasannya kau tetap harus berbakti pada suamimu, layani dia! jangan menolak keinginannya asalkan itu kebaikan. Karena bagaimana pun dia suamimu, setelah menikah maka dia lah syurgamu" itulah ucapan ibu yang membuat dirinya berkata seperti tadi.


Bimo melihat bagaimana Leela berusaha menjadi istri yang baik, meski ia melihat ada keraguan yang terpancar dari sorot mata istrinya. Bimo membiarkan Leela mengganti baju. Namun ada perasaan tidak rela saat Leela lepas dari dekapannya.


"Haruskah aku melakukan tugasku sebagai istrinya malam ini?" Leela memejamkan mata mencari sebuah jawaban disana.


Sementara Bimo menyandarkan kepalanya pada sandaran tempat tidur. Ia terlarut dalam lamunannya. "Akankah ia bahagia setelah aku menjadikannya sebagai seorang istri yang sebenarnya? Apa aku terlalu jahat padanya? Tapi aku sungguh tak rela jika dia dimiliki orang lain. Aku dan Andra lah yang berhak memiliki nya, tapi apa dia sendiri akan rela menghabiskan sisa hidupnya bersamaku dan Andra?" Banyak sekali pertanyaan yang terlintas dibenak Bimo hingga sebuah suara memecahkan lamunannya.


"A-aku siap menjalankan tugasku malam ini, kau berhak memintanya" ucap Leela setelah dirinya berdiri di dekat ranjang tempat tidur sambil menundukan wajahnya.


Sejenak Bimo menatap Leela kemudian ia menepuk tempat tidur disebalahnya.


Leela mulai menaikan tubuhnya keranjang dimana tadi Bimo menepuknya. Leela memejamkan matanya menerka apa yang akan terjadi.


"Tidurlah,sudah malam aku tau kau lelah sekali hari ini. Lakukanlah kewajibanmu lain waktu, aku tak ingin menjadi suami yang jahat" ucap Bimo sambil membantu membaringkan tubuh Leela.


Ada perasaan terharu saat Leela mendengarkan ucapan Bimo yang dirasa sebagai seorang suami yang menyayangi istrinya. Bulir air mata jatuh dipipinya tanpa izin, Bimo melihat itu dan segera menyeka air mata istrinya "Maafkan aku" ucap Bimo dilanjutkan dengan mencium kening istrinya.


Semua perasaan bercampur aduk yang dirasakan keduanya. Akhirnya mereka menutup mata dan sama sama mengarungi mimpinya masing masing. Keduanya berharap ini bukan hanya hari ini.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Hallo semua readers setiaku, hehe author baru nongol lagi 😁. Maafkan author ya🙏🙏


nggak up nya lama dan bikin cerita nya nanggung, tapi percayalah Author ingin kalian selalu tersenyum saat membaca karya author ini. Tunggu nanti sore author akan menyempatkan up lagi ditengah kesibukan Author berjualan. Maklum lah ya author bukan Horang kaya seperti dalam novel yang author buat, 😁😁😁 jangan protes ya tunggu saja nanti sore.


jangan lupa tinggalkan jejak baca kalian, dengan cara Vote, like, And Comment

__ADS_1


Big Love 🖤🖤🖤 from author


__ADS_2