Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode tiga puluh delapan


__ADS_3

Sebuah keributan terjadi tak jauh dari pintu ruangan Bimo. Namun enggan bimo untuk mengetahuinya.


"kau tidak tau aku siapa?" teriak seorang wanita dengan wajah memerah yang di selimuti oleh emosi.


"tentu, tapi maaf pak Bimo sedang tidak ingin ditemui siapa pun" jawab Edvan yang sebelum itu terjadi dapat pesan dari Bimo bahwa ia tak ingin diganggu oleh siapa pun termasuk Ariana.


"cukup omong kosong mu, aku disini kekasihnya dan juga calon istrinya"


"istri kedua?" balas Edvan seolah meledeknya sambil tersenyum tipis.


"kau" matanya melotot sambil mengacungkan tangan didepan wajah Edvan.


Namun Edvan tak bergeming sama sekali.


"silahkan anda pergi, dan temui pak Bimo lain kali" jawab Edvan datar namun tetap sopan.


"apa hak mu melarang ku, aku ingin menemui Bimo" teriak Ariana tak mengindahkan perkataan Edvan.


"apa saya harus memanggil pihak keamanan, agar anda tak membuat keributan disini?" Edvan masih sopan dan juga penuh wibawa.


"kau, ingat jika aku berhasil menjadi istri Bimo, kau adalah orang pertama yang akan saya tendang dari perusahaan ini" mendekati Edvan dengan penuh ancaman.


Namun yang diancam masih tetap diposisi semula dengan memasang ekspresi datar. yang lebih membuat Ariana kesal adalah ancamannya hanya dibalas dengan senyum tipis.


Dengan wajah penuh kekesalan Ariana meninggalkan tempat tersebut.


Edvan pun kembali bekerja.


"kembali bekerja, dan tutup mulut jika kalian masih sayang pada posisi pekerjaan kalian" ucap Edvan penuh penekanan. Selain Bimo, ternyata Edvan pun sangat ditakuti oleh mereka. wajahnya yang tampan, badan yang atletis namun sayang sikapnya tak jauh berbeda dengan bosnya. dingin.


Niat Ariana untuk menemui Bimo ternyata tak berhasil. ia menyadari pasti Bimo marah, mengingat ia kemarin sempat melihat Bimo meliriknya dan keluar dari kafe yang sama dengannya.


Setelah kejadian kemarin Bimo sendiri enggan untuk menemui Ariana. Bahkan pesan yang ia dapat hanya ia buka tanpa membacanya.

__ADS_1


Kejadian seperti kemarin, bukan pertama kalinya ia melihat namun sudah yang kesekian kalinya. Biasanya saat ia melihat Ariana seperti kemarin akan kembali biasa setelah mendapatkan penjelasan. Tapi kali ini Bimo berubah haluan. tak ingin bicara bahkan menemuinya. Apa ini karena Leela entah lah?


Jam sudah menunjukan waktunya para pekerja dikantor tersebut untuk mengisi perut, dan mengistrirahatkan otak serta otot mereka sejenak, termasuk Bimo.


Edvan memasuki ruangan Bimo.


"apa Anda akan makan siang diluar pak? tanya Edvan saat melihat Bimo melipat berkas yang ia pegang dan beranjak berdiri.


"ya, apa dia sudah pergi? balas Bimo.


"sepertinya sudah pak" sigap edvan membalas.


"baiklah pesankan tempat untuk kita" balas bimo sambil berjalan keluar ruangan, menuju lift khusus untuknya.


Bimo dan Edvan sudah berada dalam mobil. Edvan segera menginjak pedal gas dan melajukan mobil meninggalkan basment gedung SM GROUP menuju tempat makan yang sudah dipesannya.


Mereka sedang asik berbincang mengenai bisnis sambil sesekali diselingi canda tawa akan kehidupan mereka masing masing. Tanpa mereka sadari ternyata tepat dibelakang mobil yang tengah di kemudikan oleh Edvan ada sebuah mobil yang sedang mengikuti mereka dari belakang.


***


"mami" teriak Andra sambil berlari saat melihat Leela turun dari mobilnya.


"ohhh sayangnya mami" balas Leela sambil merentangkan tangannya menyambut Andra..


"iih mami telat lagi jemputnya" protes Andra sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"maapin mami ya" balas Leela lembut sambil mengusap puncak kepala Andra diiringi senyum manisnya.


"Andra sudah dapat adik belum" celetuk satpam yang menjaga gerbang, namun gampang akrab dengan siapa pun.


"belum" jawab Andra sambil mengembungkan pipinya dan menggelengkan kepalanya pelan.


"suruh mami sama papi agar membuatnya lebih giat, tambah staminanya" balas satpam sambi mengangkat tangannya memeprlihatkan otot.

__ADS_1


Leela hanya tersenyum, mendengar percakapan satpam dan anaknya.


"iya ya pak satpam" Andra membalas dengan antusias kemudian diacungkan jempol oleh sang satpam.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.haduh maaf ya yang minta up banyak belum dilaksanakan, dan soal visual author belum nemu visual yang cocok dengan semua pemerannya. ditunggu aja ya nanti juga di up kalau sudah nemu yang cocok.😊😊😊


dukung author terus dengan vote, like and comment ya

__ADS_1


__ADS_2