Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode tujuh puluh dua


__ADS_3

Leela merebahakan diri diatas kasur kingsize nya. Diikuti Bimo yang duduk disebelahnya dan mengusap lembut kening Leela.


Leela bangun dari rebahannya dan duduk bersila dihadapan sang suami. Seperti orang hendak diadili.


Bimo mencium kening Leela lama sekali, sehingga semburat merah muncul di pipi Leela hingga ke telinga.


"Terimakasih sudah hadir dalam kehidupan ku dan Andra. Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang hadir setelah adanya dirimu. Dan terimakasih untuk ini" ucap Bimo lalu mengusap perut rata sang istri diakhir kalimatnya.


Leela mengangkat kepalanya dan menatap mata sang suami. Apa ini? apa kau sedang mengakui perasaanmu? begitu pikir Leela.


"Jika saja waktu itu aku tetap pada pilih dan perasaanku" Bimo berhenti sejenak dan menarik nafasnya dalam.


"Aku tidak tau, apa kebahagian yang terlukis disana akan sama dengan kebahagiaan saat ini?"


"yang jelas aku tak menyesali keputusanku memilihmu. Memilihmu orang yang tak ku kenal sama sekali, memintamu secara paksa untuk menjadi ibu sambungnya Andra. Dan kau menerimanya dengan tulus meski aku belum menjadikanmu istri sepenuhnya"


"Namun kau masih tetap bertahan dengan semua itu. Kau merawatku dengan tulus meski aku pernah mendengarmu memaki ku waktu itu. Meski demikian aku tetap melihat cinta dan ketulusan di mata mu. Kau hadir diwaktu yang tepat istriku"


"Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu Siti nur Leela. Jangan pergi, jangan hancurkan kebahagiaan ini. Aku meminta bukan untuk Andra lagi, tapi untuk ku dan kehidupan ku. Aku mencintamu" ucap Bimo dan diakhiri dengan sebuah kecupan lagi di kening Leela.


Tak disangka jika Bimo akan mengakui perasaannya. Leela dibuat terharu dengan setiap kata yang keluar dari mulut Bimo.


Butiran bening yang penuh haru menetes dari mata indah Leela. Ia tak sanggup berkata apa pun setelah mendengar apa yang diucapkan Bimo.


Tak dipungkiri oleh Leela bahwa dirinya menjadi wanita paling beruntung. Dipertemukan dengan Bimo, jadi ibu sambung bagi Andra, menjadi istri sepenuhnya bagi Bimo, dan sekarang mendapatkan titipan serta pengakuan cinta dari sang suami.


Leela menupahkan air matanya dalam pelukan Bimo. Leela masih kesulitan mengatur kata apa yang tepat untuk mengakui perasaannya.


Hanya tangis kebahagiaan yang Leela tumpahkan dalam dekapan hangat sang suami.Sampai suara Bimo menyadarkannya.


"Berhenti menangis, apa kau tidak akan mengakui perasaan mu pada ku" ucap Bimo masih mengusap punggung milik Leela.


Leela melepas pelukannya dan mengusap sisa sisa air mata bahagianya.


"Aku tak bisa merangkai kata yang indah seperti yang kau ucapakan. Tapi aku merasa jadi wanita yang paling beruntung bisa dicintai oleh mu dan jadi bagian kebahagiaan mu. Aku juga sangat mencintaimu Bimo Aditya Kusumo, sangat mencintaimu" balas Leela kembali memeluk Bimo.


Bimo membalas pelukan Leela, dengan terus memberikan kecupan pada puncak kepala Leela.

__ADS_1


"Berhenti mencium ku, aku butuh yang lain selain pelukan mu" ucap Bimo tapi ia tak melepas pelukannya.


Leela mendongakkan wajahnya menatap Bimo. "Apa?" tanya Leela.


Bimo melepas pelukannya dan menunjuk bibirnya dengan hari telunjuk.


Cup


Satu kecupan berhasil mendarat disana.


"itu namanya kecupan" uca Bimo.


"lalu?" tanya Leela.


Merasa gemas dengan tingkah istrinya Bimo langsung saja menyerang Leela. Menuntut Leela agar membuka bibirnya dan memberikan celah untuknya.


Leela mengalungkan kedua tangannya pada leher Bimo. Dan Leela pun membalas serangan Bimo.


Tangan Bimo sudah mengabsen setiap inci tubuh sang istri. Memberikan pijatan manja disana. Bimo tak rela dan tak membiarkan tangannya melewatkan satu inci pun dari tubuh Leela.


Bimo mendorong tubuh sang istri hingga menyentuh kasur empuk miliknya. Tangannya terus bergerak sampai berhenti pada bagian favoritnya.


Entahlah padahal ruangan tersebut dipasang Ac namun terasa panas bagi keduanya.


Bimo mengulang nya lagi dan lagi. Tak membiarkan istrinya berlama lama istirahat.


Entah berapa kali yang Bimo lakukan hingga membuat Leela merasa kelelahan.


"pi" ucap Leela tertahan tak membuat Bimo menghentikan aktifitasnya.


"Aku lelah, apa kau masih akan melanjutkannya?" tanya Leela saat Bimo berhenti untuk mengatur nafasnya.


"Tentu" ucap Bimo sambil mengelus kening istrinya yang dipenuhi keringat.


"Bukankah tidak ada jadwal libur untuk ku" ucap Bimo menggoda sang istri.


"hah, kau benar sekali, tapi setidaknya biarkan aku tidur untuk mengumpulkan tenaga agar bisa mengimbangi mu" ucap Leela dengan wajah Leah serta nafas yang tak beraturan.

__ADS_1


"Baiklah aku kasih kau waktu untuk tidur satu jam dari sekarang" ucap Bimo dengan tangan sudah beralih ke perut rata sang istri dan menggelitiknya disana.


"sama saja bohong" ucap Leela memelototkan matanya serta tangan yang berusaha menghentikan aksi Bimo.


Nafas keduanya sudah mulai berdetak beraturan. Keduanya terlelap mengistirahatkan tubuhnya setelah melakukan aksi yang luar biasa.


*Menghibur nggak sih, kalau kurang coba deh bayangkan sendiri atau peraktekan! 😂*


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.pelengkap, tapi jangan lupa tinggalkan votenya ya,


Sedih aku melihatnya mikirnya mati matian, vote nya sedikit


__ADS_2