Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode lima puluh lima


__ADS_3

Shepa sedang duduk termenung pagi ini. "Apa sebaiknya aku menemui kak Leela?" bertanya sendiri dan di jawab sendiri.


"tapi aku nggak mau bertemu suaminya yang menyebalkan itu"


Dia mengambil hp nya yang tergeletak di kasur kost kost an nya. "Bilang nggak? bilang nggak? bilang pasti ibu sudah memberi tau kakak, nggak bilang aku pasti kena marah. Aaahhh menyebalkan sekali"


"ok aku telepon" membulatkan tekad meski tau bahwa sang kakak akan mengomelinya.


Tuuuutttt tuuuttt tuuuttt suara sambungan telpon tapi belum diangkat seberang sana.


"Dari mana saja kau, apa kau tidak tau jika aku dan ibu mengkhawatirkan mu, kau tidur dimana? sudah makan apa belum" cerewet Leela


iissshhh sudah ku duga


Shepa menjauhkan telpon dari telinganya.


"Berhentilah mengkhawatirkan ku kak aku sudah besar" berusaha membela diri.


"Hanya badan mu saja yang besar, otak mu tidak"


"tidak, kau salah otak ku juga sudah berjalan, sekarang aku sedang di jalan x dekat kampus dimana aku akan kuliah"


"Kau kuliah?" tanya Leela


"Tentu, karena aku ingin membebaskan mu dari suami biadab mu itu"


"Apa kau tidak salah bilang" tanya Leela


"Apanya yang salah bilang sudah lah kak aku tau semua tentang pernikahan mu" jawab Shepa gamblang.


Panjang lebar mereka bicara melalui sambungam telpon. Dan diakhiri dengan janji pertemuan untuk makan malam dirumah keluarga sang kakak.


Shepa menutup sambungan telponnya,


"kakak yang cerewet, baiklah untuk bisa membantu membebaskan nya aku harus tau dulu bagaimana kondisi hubungan mereka"


****


Tring tring tring notifikasi di hp Bimo, Bimo meliriknya sekilas, ia kembali fokus bekerja. Tapi sesaat dia merasa ada yang salah, diliriknya kembali hp yang tak jauh dari jangkauannya. Ternyata Leela yang menghubunginya, ia segera membuka pesan yang dikirim sang istri.


"papi Andra apa kau mengijinkan jika aku mengajak Shepa makan malam dirumah" ~~Leela.

__ADS_1


"Shepa? siapa dia?" ~~Bimo


"***Dia adikku kebetulan dia sedang ada urusan di jakarta" ~~Leela


"apa aku suami yang jahat, yang tak mengijinkan istrinya untuk menemui keluarganya?" ~~Bimo


"tidak, tidak bukan seperti itu maksudku, apa kau mengijinkannya?" ~~ Leela


"tentu saja, tapi ganti panggilan mu?" ~~Bimo


"panggilan, haha kau ingin aku memanggilmu apa?" ~~ Leela***


"terserah"


Akhirnya setelah melewati perdebatan panggilan yang di cetuskan Bimo mereka sepakat akan makan malam.


Namun makan malam yang niatnya akan dilakukan dirumah kini di ubah oleh sang penguasa.


Siapa lagi sang penguasa kalau bukan Bimo, ia memutuskan akan makan malam bersama di AGB kafe tentu saja kafe sahabatnya.


Bukan tanpa tujuan ia memilih tempat tersebut, jika mengingat beberapa waktu lalu Arga pernah mengibarkan bendera perang secara terang terangan terhadapnya.


Kini ia ingin menunjukan bahwa hubungannya dengan sang istri sudah ada kemajuan jadi, Arga tak punya kesempatan untuk merebut apa yang sudah dimiliknya.


Jam makan malam sudah tiba Bimo, Leela dan Andra sudah tiba di parkiran AGB kafe.


Tapi satu orang lagi masih belum tiba.


"kak Leela" teriak seseorang dari belakang.


Mereka kompak menoleh ke sumber suara


"Ah anak itu akhirnya tiba juga" ucap Leela.


Shepa berjalan mendekati mereka bertiga


"hai apa kabar?" tanya Shepa pura pura sok akrab dengan kakak iparnya.


sumpah malas banget aku menyapanya kalau bukan karena ada kakak disini. Huuff tenang tenang kau masih punya misi penting Shepa.


"Baik" jawab Bimo "kenapa tidak langsung datang kerumah, kau membuat istriku khawatir" lanjut Bimo sambil merengkuh pinggang istrinya.

__ADS_1


hah istri? nggak salah


"maafkan aku sudah membuat kakak khawatir" ucap Shepa dengan senyum yang dibuat buat.


"Hai boleh kenalan, siapa namamu anak manis" ucap Shepa pada Andra untuk mengalihkan pembicaraan. Malas rasanya ia harus banyak bicara dengan kakak iparnya.


"Andla" ucap Andra sedikit ketus


huuuhh bapak sama anak sama saja, ah kakak tunggu aku, aku kan membantumu bebas dari dua manusia yang tak tau diri ini.


Mereka sudah berada di lantai dua dengan meja yang sudah di reservasi. Meskipun ini kafe Arga sahabatnya namun ia tak memnafatakan hal tersebut, ia tetap memesan tempat seperti pengunjung yang lainnya.


Arga sudah terlihat rapi dengan setelan kemeja marun dipadankan dengan jas abu senada dengan celananya. Ia masih saja punya niat jahil.


"Hai maaf membuat kalian sudah menunggu, tapi nggak bosan kan kalau yang ditunggu orangnya ganteng" ucap Arga dengan menaikan satu alisnya saat sudah tiba di meja dimana Bimo dan keluarga nya sedang menunggu pesanan datang


astaga itu kan laki laki yang aku tampar kemarin. Ucap Shepa dalam hati sesaat setelah memandang Arga segera ia merindukan kepala.


"Sudah lah duduk saja, disini kau sebagai tamu kami" ucap Bimo dingin.


"Santai mas bro, eh tunggu siapa dia, rasanya dia tak asing bagiku?" ucap Arga saat pandangan matanya tertuju pada gadis cantik dengan rambut panjang diikat ekor kuda.


****** aku


"Oh ini kenalan dia adiku Shepa" ucap Leela memperkenalkan sang adik.


Benar dia orang yang menamparku kemarin. Batin Arga bicara sambil memandang gadis cantik yang ada didepannya.


"Dunia ini begitu sempit" ucap Arga


"kau pernah bertemu dengan adiku?" tanya Leela.


"Berhenti bicara dengannya" ucap Bimo


Belum sempat Arga menjawab pertanyaan Leela, Shepa lebih dulu pamit ke kamar mandi.


"perlu saya antar nona? rupanya kau tak tau kamar mandi disini" Tanya Arga ingin menggoda gadis yang menamparnya kemarin.


"Tidak" jawab Shepa dengan singkat.


uuuuhhh ternyata manis juga dia

__ADS_1


Arga memandang Shepa yang berlalu pergi tanpa berkedip.


__ADS_2