
"Ni anak tumben kok diem mulu?" ucap Arga dalam hati.
Saat ini Arga dan Revina sedang dalam perjalanan pulang. Selama perjalanan mendadak terasa sepi. Revina yang biasanya antusias banyak cerita ini dan itu mendadak diam seribu bahasa.
"Kamu nggak apa apa Re?" tanya Arga.
"Hm"
"kamu kenapa sih?" Arga lagi
"Gak papa" jawab Revina datar tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kemasukan setan apa ya ni cewek? herman. Apa begini cara cewek protes pada pasangannya?" batin Arga.
Sesekali ia melirik kekasihnya yang sedang demo tentang perasaannya dengan cara mogok bicara.
Lima belas menit kemudian mobil yang dikendarai oleh Arga tiba di depan rumah Revina. "Sampai kapan kita akan saling diam seperti ini Re? Kita sudah sama sama dewasa , kita bisa membicarakan terlebih dahulu hal apa yang membuat mu marah pada ku?" ucap Arga dengan diakhiri tarikan nafas pelan.
Revina masih diam tak kunjung menjawab membuat Arga bicara kembali. "Apa yang membuatmu marah itu karena tadi aku bicara dengan Shepa? Ayolah Re dia sudah ku anggap seperti adiku sendiri, bahkan dialah yang membantu aku tuk meyakinkan perasaanku terhadap mu. Aku hanya bertegur sapa dengannya karena sejak aku mengatakan perasaan ku kepada mu malam itu, aku tak pernah lagi jalan atau bahkan bertegur sapa dengannya. Apa aku salah?"
"Udah?" tanya Revina dengan wajah datar membuat Arga semakin tak mengerti jalan pikiran kekasihnya itu.
"Ya seperti itu pada kenyataannya" ucap Arga dengan mengangkat kedua telapak tangannya.
"Aku capek, aku mau istirahat" ucap Revina dan segera keluar dari mobil Arga dengan sedikit membanting pintu mobil.
Tak pernah seperti itu biasanya Revina, ia selalu bersikap lembut dan tak pernah bersikap seperti ini. Arga mengerenyitkan dahinya merasa heran, beberapa saat ia diam disana memastikan kekasihnya benar benar masuk ke dalam rumah lalu Arga melajukan mobilnya ke arah pulang. Semoga besok sudah kembali normal begitu yang Arga pikirkan.
__ADS_1
***
Pintu kamar terbuka bocah kecil yang menggemaskan itu masuk kedalam dengan wajah sedikit ditekuk. "Lho kok gantengnya papi cemberut gitu?" ucap Bimo saat melihat putra nya merangkak naik ke atas tempat tidurnya.
"Andla sebel sama papi"
"Lho kenapa?" tanya Leela.
"Papi nggak pelnah membialkan aku dekat dekat lagi sama mami" protes Andra "papi bilang Andla nggak boleh main sama mami kalena kasihan sama adik bayi, tapi malah papi yang selalu ganggu mami" lanjut Andra.
Leela dan Bimo melongo mendengar penuturan putra nya. "Tuh kan" bisik Leela.
"Sekalang Andla sepelti nggak punya mami lagi" ucap Andra lagi.
Leela langsung berhambur memeluk Andra, ia merasa bersalah padahal seharusnya disini yang merasa bersalah adalah Bimo sang papi.
"maafkan mami sayang, kita bisa main lagi kok ya. Tapi sekarang kan udah malam Andra bobo dulu aja ya!" ucap Leela.
"Tidak sayang, tidak seperti itu mami sayang kok sama Andra" ucapan Leela membuat Bimo melotot ke arahnya.
"Kamu tidak sayang sama aku?" tanya Bimo membuat Leela kebingungan untuk menjawab.
"Bukan seperti itu papi, ini suasananya sedang beda lihatlah putra mu sedang protes" bisik Leela.
"Kau harus menjelaskannya padaku nanti" bisik Bimo lagi.
Andra menatap kedua orang tuannya dengan memainkan tangan mungil miliknya. "Andla mau bobo" ucap Andra dengan segera turun dari ranjang dan bergegas keluar.
__ADS_1
Leela segera turun dan mengejar putranya tapi belum sempat dia menghampiri putranya lebih dulu Bimo meraih tangannya. "Mau kemana?" tanya Bimo.
"ngejar Andra papi, papi ini apa apaan sih? anak sedang seperti itu masih saja memikirkan diri sendiri" ketus Leela.
"Baiklah malam ini aku mengalah dulu sama Andra. Pergilah!" ucap Bimo dengan membalikan badan memunggungi istrinya.
"Bapak sama anak sama saja, sama sama egois" Batin Leela
***
"Aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus move on. Come on Shepa life must go on" ucap Shepa menyemangati dirinya.
Sejenak menarik nafas dalam bayangan Arga dan Revina, Arga bicara kepadanya dan awal pertemuan mereka kini kembali berputar di otaknya.
"Berhentilah memikirkan hal itu, tidur! tidur! kau masih punya banyak hal yang harus kamu lakukan besok" ucapannya seraya menarik selimut hingga menutupi wajahnya.
Belum sampai sepuluh menit Shepa kembali membuka selimut yang menutupi wajahnya. Rupanya kantuk tidak bisa menghampiri seseorang yang sedang diselimuti oleh rasa galau.
Shepa kembali duduk dan menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur. "Ck kenapa aku harus terjabak dalam situasi seperti ini? aku tidak boleh merusak kebahagiaan orang lain, aku tidak boleh mengambil yang bukan hak ku. Tidak aku tidak boleh egois, aku harus mengikhlaskan nya ya aku harus" ucapannya di sertai dengan cairan bening yang jatuh di sudut matanya.
Untuk mengalihkan pikirannya sejenak Shepa memilih mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban nya yang tertunda akibat adanya acara tadi.
Selesai dengan kewajibannya Shepa kembali mendaratkan keningnya pada alas yang digunakannya seraya mengucapkan permohonan agar diberikan ketabahan, keikhlasan dan tidak jadi orang egois.
"Aku percaya dengan semua rencana Mu, aku mohon berilah petunjuk bagaimana aku harus bangkit dari keadaan seperti ini. Engkau Maha Tahu, aku mohon ya Allah aku mohon" ucap nya dan jangan lupa ada air mata yang jatuh disana.
Begitu lama Shepa bersujud disana hingga rasa kantuk mulai menghinggapinya dan Shepa pun tertidur disana.
__ADS_1
Kemudian Shepa membuka mata jangan lupa like, komen dan vote yang banyak.
Ig: Nuryanthiag