
Disekolah Andra, Leela duduk diantara ibu ibu sosialita yang sedang menunggu anak anaknya keluar kelas. Seorang ibu ibu menyapanya
"bolehkah saya duduk di samping anda mama?" tanya ibu itu.
mendengar ada yang berbicara Leela menoleh ke sebelah kanan nya sambi tersenyum. "tentu" menjawab sambil sedikit bergeser.
"sedang menunggu siapa mama? rasanya saya baru melihat anda kali ini?" rasa penasaran wanita itu karena tak pernah bertemu sebelumnya.
"ooh saya sedang menunggu Andra kelas TK-A mama" jawab Leela, akhirnya mereka berkenalan dan berbincang. Biasalah kalau ibu ibu pasti sudah ketebak apa perbincangannya. kalau tidak seputar gosip terkini ya pasti yang dibicarakan selain itu pasti mengenai barang branded keluaran terbaru atau seputar arisan. Leela yang memang tidak mengerti apa yang dibicarakan, karena memang belum pernah mengalaminya, hanya duduk mendengarkan sesekali melebarkan senyumnya. begini kali ya rasanya menjadi horang kayah.
Bel sekolah pun sudah berdering tanda waktunya pelajar untuk pulang. Leela segera berdiri dan menunggu depan gerbang matanya tertuju pada bocah kecil, sedikit gemuk dengan pipi bulat, berlari ke arahnya.
"mami lihat aku dapat nilai A" menunjukan nilai dari hasil menggambarnya.
"waaahhh hebat" jawab Leela "mami bangga sayang" sambil mencubit pipi Andra.
Leela dan Andra berjalan menuju mobil yang parkir di sebrang gerbang sekolah.
"jeung jeung, kau denga apa tadi? mami?" heboh ibu ibu sosialita yang mendengar percakapan Leela dan Andra.
"iya aku juga mendengarnya" timpal salah satu ibu ibu.
"kalau Andra memanggilnya mami berarti dia" kalimatnya menggantung
"istri nya duda kaya dong" seru ibu ibu heboh berbarengan.
"yah hilang dong kesempatan buat jadi istrinya" ada lagi yang menimpali.
__ADS_1
Bimo memiliki pesona yang bisa memikat siapa saja yang melihatnya.
***
Mentari mulai hilang ditelan cakrawala, langit yang biru berubah menjadi gelap, kelip lampu menggantikan sinar mentari yang menjadi teman anak manusia di malam hari.
Bimo sudah sampai dirumah, seperti biasa pak Diman menyambutnya dengan senyum.
"Selamat malam tuan" sapa pak Diman sambil meraih jas yang baru di lepas Bimo.
"Nyonya dan den Andra sudah istirahat tuan. Tuan dan Nyonya besar belum kembali" lanjutnya melaporkan kejadian hari ini.
"Terimakasih, segeralah istirahat" sahut Bimo sambil mendaratkan pantatnya pada sofa ruang keluarga.
Leela yang kebablasan tidur di kamar Andra tiba tiba bangun karena rasa haus yang mendera, serasa mencekik tenggorokannya terpaksa harus bangun dan beranjak kedapur untuk mengambil air minum.
"Bi buatkan saya kopi pahit" perintah Bimo tanpa melihat siapa yang di perintahnya.
siapa yang dia perintah. Leela melihat kiri kanan tidak ada pelayan. Apa dia menyuruhku ya pikir Leela. Tak banyak tanya Leela segera membuat kopi permintaan Bimo, dan langsung meletaknya di meja tepat depan Bimo. Karena Bimo menutup mata jadi dia tidak tau siapa yang membuatkannya kopi.
Leela kembali ke kamar dan melanjutkan tidurnya. Tapi kini bukan lagi di kamar Andra melainkan dikamar Bimo.
Usai menikmati kopi yang tanpa tau siapa pembuatnya, Bimo melangkah ke kamarnya. Begitu ia tiba depan pintu kamarnya dan hendak memutar pegangan pintu. Matanya melirik ke pintu sebelahnya. Ia melangkah ke kaki ke kamar putranya. Melihat putranya tertidur dengan lelap, mengembangkan senyum Bimo dan segera menghampiri ranjang putranya. Hari ini dia tidak mendengar rengekan Andra, atau pun telepon rumah yang mengabarkan bahwa Andra susah makan atau tidak mau belajar. Padahal biasanya dia selalu sulit untuk fokus bekerja karena hal sepele yang sering dilakukan Andra. Kadang Andra iseng nelepon papinya hanya meminta untuk segera pulang.
Ia kembali ke kamarnya mendapati Leela yang sudah tidur memunggunginya. Mendengar Bimo menutup pintu membuat Leela bangun. kalau kata bahasa sunda mah ceuli rombengeun.
Leela menyiapkan baju ganti untuk Bimo tanpa banyak bicara.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih buat para reader setiaku yang sudah memberi dukungan untuk novel ini.
tidak lupa aku minta vote nya ya
ππππserakah
Sun hangat dari jauh yaππππ
__ADS_1
"aku mah di desa aja, kalian dimana aja selama libur pandemi corona?"