
Leela dan Bimo sudah diruangan dokter kandungan. Dokter yang menangani Leela adalah dokter perempuan yang bernama Dr. Shelly.
Bimo sengaja meminta berkonsultasi dengan dokter perempuan. Alasannya sepele, sebab tak ingin jika Leela tersentuh oleh laki laki selain dirinya. Apapun alasannya Bimo tetap tak mau menerimanya.
***
"Nah iya bagus bagus, yang ini letakan disana ya" Tresna sedang sibuk menyiapkan surprise buat mantu dan calon cucunya.
"Ayo Shepa kamu bantu tante" Tresna mengajak Shepa masuk ke dapur.
Beruntung sekali kak, punya mertua kayak gini. Aku kapan ya?
"Eh malah bengong ayo"
"hehe iya maaf maaf tante"
"kamu mikirin apa sih?"
"tante gimana kalau misalkan ya, hasil cek kak Leela menyatakan kak Leela tidak hamil?" Shepa masih ingin mengetahui bagaimana keluarga Bimo memperlakukan kakaknya.
"Huss kamu itu, jangan merusak optimis orang lain dengan pikiran pesimis mu, kalau mau pesimis nggak usah ngajak ngajak"
"kan kalau misal tante, kita kan juga belum tau hasilnya gimana"
"udah ah nggak asik kamu mah, makanya jangan jomblo. Cari dong calon suami yang baik kayak om Wijay atau kakak ipar mu itu"
Hah baik kayak kak Bimo. Berarti ni tante gak tau awal mula kenapa kak Bimo dan kak Leela menikah. Ogah banget kalau harus punya suami macam kak Bimo, repooot.
Arga apa kabar ya?
Ya memang saat ini hubungan Shepa dan Arga sedang jauh. Sejak Shepa mengetahui tentang kakaknya yang dipermalukan Ariana di sebuah mall namun Arga tak memberitahunya.
Saat Shepa mengetahui video itu dari salah satu temannya di kampus. Memang video itu sudah di hapus, namun sebelum semuanya bersih salah satu teman satu kampus Shepa iseng menyimpannya.
"Dasar pembohong, kau bilang akan bekerjasama denganku. Tapi apa kau masih saja di pihak pria sombong itu kan. Kau tau aku sangat menyayangi kakak ku jadi apa pun akan aku lakukan untuk membebaskannya" Ucap Shepa dengan wajah memerah yang diselimuti amarah.
Bahkan Shepa tak segan menggebrak meja kerja milih Arga. "Aku menyesal menerima tawaranmu" masih kata Shepa sambil menunjuk wajah Arga.
"Ok, She tunggu, dengar dulu penjelasan ku" ucap Arga tenang.
Shepa tersenyum sinis pada Arga "Pantas saja dia tidak mau jadi kekasih mu, Kau laki laki egois Arga" Teriak Shepa lagi.
"Shepa tunggu she, shepa" Arga berusaha mencegah Shepa pergi.
__ADS_1
Karena amarah telah benar benar merasukinya Shepa pergi setelah membanting pintu ruangan Arga.
Semua pekerja kafe menyaksikan hal tersebut tak tercekuali dengan Revina.
"Arrttgggggghhhh" teriak Arga sambil meremas rambutnya kasar.
"mereka bertengkar? apa mereka benar benar pasangan kekasih?" tanya Shepa dalam hati.
Shepa mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu. Hingga suara panggilan dari si bocah lucu Andra pun tak digubrisnya.
"tanteeeeeee" teriak Andra.
Shepa terperanjat kaget "Astaga kau hampir membuat jantung ku lepas Andra"
"Abisnya tante dari tadi bengong mulu, tuh di depan ada om Alga" ucap Andra sambil menunjuk ke ruang tamu.
"om Arga?"
"iya" balas Andra cepat.
ngapain sih dia ada disini juga.
"Shepa sini ada temannya kak Bimo, tadi kan kamu melamun terus nanya nanya tentang Bimo dan Leela, itu kan efek jomblo ya. Nah biar nggak jomblo lagi nih ada bujang lapuk hehe" ucap Tresna.
Apa shepa masih marah ya sama aku, ck makin sini makin cantik aja.
"Hai apa kabar?" tanya Arga langsung namun Shepa malah mengacuhkannya.
"Ndra temani tante ke taman belakang yuk" Shepa tak ingin membalas sapaan Arga.
"Ayo tante tapi bawa mainan ya?"
"iya boleh"
Deuh gue? dicuekin
"Ndra om nggak di ajak?" Arga masih berusaha.
"Om Alga ajak nggak tante?" ucap Andra sambil mendongak menatap wajah tantenya.
"nggak usah yuk" cuek Shepa.
Astaga cewek emang gitu ya kalau ngambek, nggak bisa sejam dua jam baik lagi. Harus nunggu berapa hari lagi ni?
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Segini dulu aja ya? besok aku usahakan up lagi 😊
Jangan ngamuk ngamuk ya, aku tetap ingin yang terbaik buat kalian 😍
jangan lupa vote, vote, vote, vote, vote, vote, vote, vote, like ang comment.
ingat ya aku suka lho baca komen kalian meski tak dibalas satu persatu.
__ADS_1