
tetua Puok mengajak Ling pergi ke markas pasukan tetua Quon yang terletak sedikit jauh dari markas pasukan tetua Tao. mereka hanya diam membisu di sepanjang perjalanan. di sebelum mereka tiba, tetua Puok menceritakan apa yang telah terjadi sebelumnya, disisi lain Ling terkejut mendengar penuturan tetua Puok, dia yakin tetua puok tidak sedikit pun merakayasa apa yang telah terjadi padanya. Ling mulai diam dan tidak banyak komentar lagi.
" Ling... tidak ku duga, kau ada juga memiliki sisi gelap. selama ini ku kira kau adalah orang yang sangat kuat dan bisa mengontrol kekuatan mengerikan mu itu namun..... " tetua Puok mendesah tanda merasa bersalah
" namun apa tetua "
" tidak apa apa Ling "
" kau memang pantas jadi Gurunya Long li Ling, walaupun saat ini dia sudah semakin kuat namun dia belum bisa mengontrol kekuatan Zainannya. di satu sisi aku tidak menduga desa ini memiliki dua orang yang cukup kuat...
semoga saja desa kita bisa terlindungi dari ancaman peperangan ini " tetua Puok menghirup udara dengan sangat berat.
" semoga saja tetua "
" tetua.... " dua orang pasukan berjaga jaga di depan markas pasukan tetua Quon dengan memberikan penghormatan.
" apakah aku bisa ketemu pemimpin kalian"
" ayoo masuk tetua.. biar aku yang antar pada pimpinan " jawab salah satu penjaga tersebut
mereka bertiga berjalan ke dalam menuju aula yang berada tidak jauh dari pintu masuk. saat ini para perwakilan pasukan sudah berada di dalam ruangan itu. mereka semua mendiskusi kan sesuatu yang sangat penting semenjak sepeninggalan tetua mereka.
" Pimpinan.... " hormat penjaga itu
__ADS_1
" kau bisa pergi sekarang" sambil mengangkat sebelah tangannya pada bawahannya
" baik pimpinann "
semua yang berada di dalam ruangan itu mulai memberikan penghormatan pada mereka berdua yang baru saja menginjakan kaki ke dalam aula itu.
" silahkan duduk tetua " pimpinan pasukan memberikan kursinya dan menyuruh semua orang untuk berdiri. mereka semua berbaris di depan kursi mereka masing masing yang berjarak cukup dekat.
" maaf... kami menganggu rapat kalian semua "
" tidak apa apa tetua... kami hanya membahas masalah internal kami saja "
" apa gerangan tetua berkunjung ke markas kami " pimpinan pasukan itu mulai bicara sedikit hati hati.
" bukan kah kalian sudah mendengar desas desus tentang penyerangan salah satu jenderal kekaisaran Wei pada desa ini " tanya tetua Puok yang mulai berwajah serius
" tentu kami sudah mendengar tetua dan kami juga melihat langsung kejadian itu "
" kekuatan mereka sedikit di atas kami sehingga kami hanya bertahan di markas saja"
" kalian sudah tau apa yang telah terjadi jadi aku tidak perlu bicara panjang lebar lagi dengan kalian semua "
" intinya semenjak kematian salah satu jenderal wei, beberapa pasukan wei terdampar tak bernyawa di tepi pantai desa ini dalam jumlah banyak "
__ADS_1
" satu hal lagi... ini bukan pasukan sebelumnya yang menyerang desa kita, namun pasukan yang telah di persiapkan dengan perlengkapan lengkap. jadi ada kemungkinan mereka akan menyerang desa kita dalam waktu dekat ini "
" maksud kedatangan kami, apakah kalian bersedia untuk bergabung dengan pasukan yang lain demi mempertahankan ke utuhan desa ini . kalian pasti sudah dengar betapa kejamnya orang orang Wei itu terhadap kita semua sehingga kita semua terusir dari sana" mereka yang berada dalam ruangan itu hanya diam dan mendengarkan semua perkataan tetua Puok dengan jeli dan seksama.
" ini adalah luka dalam yang tidak bisa di hapus dari dalam ingatan kita semua. aku dan Quon sudah bersusah payah mencari tempat aman demi kedamaian keluarga kita semua, namun salah satu tetua desa ini malah berkhianat dengan salah satu jenderal Wei, sehingga saat ini kita adalah sasaran empuk bagi mereka "
" baik lah... kalian semua bisa mendiskusikan hal ini terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan yang cukup berat ini " tetua puok dan Ling mulai berdiri dan berjalan ke arah luar pintu aula sedangkan pimpinan dan lainnya hanya tertunduk dengan apa yang telah di ucapkan tetua Puok. mereka sebenarnya merasa ragu untuk ikut berperang, apalagi jumlah pasukan pemanah mereka saat ini sudah mengalami penyusutan semenjak kejadian di hutan Gruok tempo dulu.
setelah kejadian itu mereka benar benar terpukul telak dan belum bisa mengangkat pasukan baru.
mereka bermenung cukup lama di tempatnya masing masing dengan wajah tertunduk. pilihan saat ini hanya mundur atau ikut berperang. kalau pun mereka mundur, paling mereka akan meninggalkan desa ini kalau berperang sekali pun mereka ada kemungkinan akan tewas di tangan orang orang Wei itu.
ini lah keputusan yang cukup sulit yang di ambil oleh mereka, semuanya menjadi serba salah, apalagi tetua Puok adalah orang terdekat dari tetua Quon. selama ini, mereka sangat akrab satu sama lain dan hubungan mereka sama seperti saudara kandung.
"***APAKAH KEDUA PASUKAN INI AKAN IKUT MEMBANTU TETUA PUOK DAN LING BERPERANG MELAWAN PASUKAN DARI KEKAISARAN WEI ?"
MAKASIH SUDAH MENJADI PEMBACA SETIA KAMI ....
MOHON BERI VOTE DAN LIKE NYA YA KAKAK....
BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT MEMBUAT CERITANYA.
MUNGKIN DALAM WAKTU SINGKAT INI... AUTHOR AKAN MEMPERBAIKI KATA KATA YANG SALAH MULAI DARI EPISODE 1 SAMPAI SETERUSNYA. MOHON MAAF KALAU ADA KALIMAT ATAU KATA YANG TERLALU VULGAR ATAU TIDAK ENAK DI BACA.
__ADS_1
Salam Hangat dari Author untuk para pembaca semuanya*** :)