
Aauuu
Aauuuuu
Aauuuuuuu
beberapa manusia srigala mulai berkumpul di pinggiran hutan sambil memandang pagar kayu yang runcing. mereka langsung berlarian ke arah pagar kayu tersebut dengan kecepatan tinggi.
di antara manusia srigala itu ada satu manusia srigala yang berdiri di bagian belakang sambil memantau bawahannya menerobos pagar kayu itu menuju para pemanah yang telah menembaki mereka tanpa henti sampai tabung anak panah mulai kosong.
manusia srigala langsung mencakar cakar para pemanah yang masih menembaki mereka dari berbagai arah.
"beritahu tetua cepat tentang kejadian ini " teriak salah seorang pemanah
salah seorang pasukan pemakai pedang meninggalkan pedangnya sambil berlarian menuju kemah para tetua yang lagi istirahat.
hosssh
hosssh
"pimpinan tetua" ujar pasukan dengan napas terputus putus.
__ADS_1
"kau kenapa" bentak tetua Tao
" ada manusia srigala tapi dengan jumlah yang banyak tetua "
" berapa jumlah mereka "
" sebelas tetua tapi yang menyerang hanya sepuluh saja"
"baik lah, ayo kita bunuh manusia srigala itu" pimpinan tetua keluar duluan menuju ke arah manusia srigala yang beringas membunuh para pasukan yang tidak bisa berbuat apa apa. posisi pasukan kocar kacir akibat serangan manusia srigala dari berbagai arah yang tidak bisa di tentukan.
"mundur kalian semua " bentak tetua He
" Ling, kau maju dengan ku saja " kata tetua He
" kau masih bisa kan menggunakan wujud itu lagi " tanya tetua He
" tentu, tapi bagaimana dengan yang ada di belakangnya , aku merasakan kekuatannya lebih kuat dariku, sekali pun dalam wujud ini". ujar Ling.
" jangan kau fikirkan itu dulu, saat ini kita fokuskan diri kita hadapi mereka yang telah menyerang duluan. manusia srigala yang menyerang ini saja sudah merepotkan bagi kita."
" baiklah " jawab ling yang mulai serius.
__ADS_1
tetua He dan Ling langsung mengeluarkan aura transparan berwarna keemasan campur perak sambil memegang pedang yang di tangan mereka.
mereka langsung berlari ke arah manusia srigala yang tiada henti membunuh manusia yang berada di dekat mereka. melihat lawan mereka lebih kuat, manusia srigala tidak sedikitpun takut terhadap mereka berdua. manusia srigala malahan makin menggila untuk menyerang dengan cakar cakar yang tajam.
mereka langsung berkumpul dan mengelilingi tetua He dan Ling. manusia srigala langsung menyerang dengan penuh amarah setelah mengetahui saudara mereka tewas . tetua He mencoba melindungi diri dengan pedang yang ada di genggaman. dia terpisah dari Ling dan terus mencoba melukai manusia srigala yang masih gesit mengelak dengan mudah. sudah banyak gerakan yang mereka lakukan dalam bentuk menyerang maupun bertahan. tiba tiba
trang
" terpotong " tetua He tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. pedang yang selama ini gunakanny tidak mampu menahan cakaran manusia srigala.
melihat tetua He masih termenung di tempat sambil memandangi pedangnya yang telah patah, manusia srigala tanpa ampun langsung mencakar tubuh tetua He dari arah depan maupun belakang dan mengakibatkan tubuh tetua He langsung di penuhi luka cakar yang cukup banyak.
Ling melihat kejadian itu langsung mencoba melindungi tetua He tapi dia sendiri malah kewalahan dan terus terusan di serang abis abisan oleh manusia srigala dari berbagai arah. sehingga dia terfokuskan dengan serangan manusia srigala yang ada dihadapannya.
sisi lain
pimpinan tetua mencoba melindungi tetua He yang sudah tidak berdaya lagi menghadapi ke ganasan manusia srigala yang tiada henti mencakar cakar tubuhnya.
" tetua He, kau mundur lah" perintah pimpinan tetua yang mencoba melindungi.
ketika tetua mencoba menggerakan tubuhnya untuk mundur ke belakang tubuh pimpinan tetua namun sebelum sempat tetua He mundur tiba tiba tubuhnya di cakar dari arah belakang dan jatungnya di tarik keluar..
__ADS_1
aaaakkkhhh
Tiiidaaakkk !!!! teriak Ling