
"sebelumnya : Ling merasa kecewa dengan sikap para pasukan yang ada di hadapannya. dia merasa di rendahkan sebagai tetua di desa ini. maka mulai lah Ling membunuh setiap mereka yang melawan termasuk pimpinan pasukan itu "
ling terus saja membunuh mereka yang mengayunkan pedang terhadapnya. kedua pimpinan mereka yang berada paling depan pasukan mulai bersiap siap menghadang Ling yang terus membunuh pasukannya..
" kakak... bagaimana ini " tanya kakak kedua.
" kita bunuh saja dia " bentak kakak tertua.
" dia telah membunuh adik kita "
" tidak usah membantu desa ini. lebih baik kita semua mati daripada harus menolongnya " sang kakak pertama geram terhadap Ling yang telah membunuh adiknya.
" kakak.... bukan kah memang benar kalau tetua Tao telah berkhianat pada desa dan juga terhadap kita semua. sebelumnya dia telah menjanjikan kita penghargaan terhadap jasa kita selama ini tapi bukan penghargaan yang kita dapatkan, semua harta kita malah di ambilnya secara paksa. apakah kakak tetap bersikukuh untuk membela tetua brengsek itu? " kakak kedua mencoba memberikan saran terhadap apa yang telah terjadi pada mereka ketika tetua Tao menindas mereka bertiga.
" aku tau itu... tapi sudah kepalang tanggung . lebih baik kita mati sekalian... kalau kau tetap tidak mau ikut. tidak usah panggil aku kakak mu" bentak kakak tertua
" baik lah.... kakak. kalau itu keputusan yang kakak ambil.. aku masih sayang dengan nyawa ku daripada ke egoisan ku sendiri " kakak kedua melangkah kan kaki menuju arah keluar pintu yang ada di depannya. dia tidak menghiraukan lagi panggilan sang kakak tertua yang terus saja memaki maki dan membentak dengan keras.
__ADS_1
" Setelah aku membunuh tetua itu... nyawamu akan ku ambil juga ..DASAR PENGECUT... DASAR TIDAK BERGUNA .... MATI SAJA KAU SANA " teriak kakak tertua dengan suara keras dan tetua Puok mendengar dengan jelas setiap cacian dan makian yang di utarakan pimpinan tersebut.
kakak tertua langsung mengambil pedang yang ada di samping kanannya. dia langsung bergerak dengan cepat ke arah Ling yang masih di kuasai sisi gelapnya.
Trangg
mereka langsung beradu pedang satu sama lain. tidak ada satu pun pasukan yang ikut membantu pimpinan mereka.
semua pasukan hanya melihat dengan seksama sambil menjauhi pertarungan Ling dan pimpinan mereka.
pasukan berdecak kagum terhadap apa yang di tampilkan Ling. dia sangat mahir menggunakan pedang yang terus saja mengenai salah satu tubuh pimpinan mereka sedangkan di sisi lain pimpinan mereka sudah banyak kena sabetan pedang Ling yang terus saja ber ayun ayun di berbagai arah..
Ling dan pimpinan mereka terus ber adu pedang sesekali menggunakan tendangan ke arah lawan mereka masing masing.
belum terlihat jelas siapa yang menang dalam pertarungan ini. namun Ling sedikit di unggalkan karena sampai saat ini luka yang di deritanya tidak lah sebanyak yang di derita pimpinan pasukan itu.
"kurang ajar kau....
__ADS_1
sudah berani datang ke mari....
berarti sudah siap mati Ha !!!" teriak kakak pertama yang mencoba mengambil jarak pada serangan terakhir mereka. dia mengambil napas beberapa saat setelah mengucapkan kata kata tersebut. emosi kakak pertama terus saja membludak dan ber api api walaupun tubuhnya di basahi dengan darah yang terus mengalir...
dia langsung maju ke arah Ling lagi sambil mengayunkan pedangnya yang di berikan tenaga dalam yang cukup kuat.
Ling yang tidak memperhatikan dengan seksama apa yang di lakukan pimpinan itu langsung mundur beberapa langkah , setelah sabetan pedang pimpinan itu hampir mengenai tubuhnya dan sesekali Ling menangkis serangan pimpinan pasukan itu dengan menggunakan tenaga dalamnya..
pimpinan pasukan tetua Tao terus saja bersemangat untuk membunuh Ling, serangan demi serangan telah dia luncurkan namun sampai saat ini belum membuahkan hasil sama sekali...
traang....
bleeesss.....
sebuah kepala bergelinding di lantai yang bergerak ke arah pasukan yang didepan..
mereka semua mulai ketakutan melihat kejadian itu..... sambil menatap kepala siapa yag terlepas tersebut.
__ADS_1
kepala itu adalah milik pimpinan mereka sendiri dan secara serempak mereka langsung sujud minta ampun terhadap prilaku mereka sebelumnya pada Ling..
Ling yang masih di kuasi sisi gelapnya. secara perlahan dia sudah kembali pada posisi normal. dia terkejut dengan apa yang di lihat di sekelilingnya dan pasukan yang tersisa masih sujud di hadapannya.