
pejabat kota makin geram dengan tingkah Long ten karena telah mencoba melecehkan anak semata wayangnya. dia tidak bisa berbuat apa pun, kalau pun dia melawan akan mendapatkan masalah baru, kalau tidak anaknya akan manjadi santapan harimau yang kelaparan itu.
" sial aku benar benar bingung " pejabat kota termenung sambil memikirkan bagaimana membawa anaknya pergi dari terkaman harimau itu. setau dia pejabat Long ten tidak pernah berbuat seperti ini sebelumnya , karena dia telah lama menjalin komunikasi terhadap pejabat Long Ten.
ketika pejabat kota masih bermenung, anaknya terus gelisah dan tidak nyaman berada dalam ruangan itu, tangannya sudah mulai di elus elus dan diciumi sehingga dia tidak bisa menolak tindakan pejabat long ten terhadap dirinya, dia takut kalau menolak pasti ayahnya akan mendapatkan dampak yang buruk atau lebih buruk lagi.
" siall... aku benar benar berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan saat ini" anak pejabat yang terus membatin. dia terus di lema dengan situasi saat ini.
" kau, apakah kau tidak membawakanku makanan ha! bawa lah makanan yang terbaik dikota ini untukku " pejabat Long ten membentak pejabat kota
" baik tuan, anakku bawa makanan dirumah ke ruangan ini untuk tuan kita " pejabat kota melihat ke arah anaknya sambil sedikit lega karena mendapatkan solusi yang terbaik.
" dia disini saja temani aku, kau saja yang bawa " bentak Long ten
" baik tuan" pejabat kota terbata bata. diluar dugaan dia berfikir ini akan solui terbaik untuk anaknya pergi jauh dari ruangan ini tapi senyuman yang tadi muncul.tiba tiba hilang begitu saja di wajahnya
pejabat kota merasa berat hati meninggalkan anaknya berdua dengan long ten, dia takut terjadi apa apa sama anaknya.
" pergi cepat, perutku tidak tahan lagi " ujarnya dengan nada keras
__ADS_1
" baik tuan" pejabat kota terbangun dari lamunan lalu bergegas meninggalkan ruangan itu walaupun hati nya terus merasa tidak karuan
" akhirnya pergi juga, tua bangka itu " long ten tertawa bahagia dalam hatinya. dia tidak bisa menahan lagi sehingga dia langsung duduk lebih dekat dengan anak gadis itu. anak gadis pejabat kota tidak bisa berbuat apa pun, dia terus ketakutan dan dilema.
tanpa aba aba, long ten langsung saja mencium bibir anak gadis itu dengan beringasnya, tapi anak gadis ini mencoba menolak. setiap tolakan yang diterima, long ten terus memaksanya sehingga gadis itu hanya bisa pasrah atas keadaannya saat ini. tidak sampai di situ saja penderitaannya , semua pakaiannya mulai di lucuti satu persatu.
" jangan tuan " gadis itu terus mencoba menolak dan menahan tangan long ten menyentuh tubuhnya.
" kau diam saja, nikmati saja rasanya "
hahahahh
" jangan tuan. aku mohon jangan tuan " sambil terus memohon pada pejabat long ten.
"aku mohon jangan lakukan ini terhadapku tuan" gadis itu terus saja memohon tapi pakaiannya terus di lucuti long ten sehingga semua harta berharganya sudah terpampang jelas dihadapan long ten, selama ini belum ada lelaki lain yang bisa melihat hartanya itu.
long ten terus mencium seluruh tubuh wanita itu dan mer**** pa****** nya dengan kuat sehingga gadis itu merasakan kesakitan dan dia mencoba menolak dengan tangannya tapi tidak bisa menandingi kekuatan lelaki itu sehingga dia pasrah disetuh sepuasnya oleh long ten. dia terus mencoba menahan hasratnya setiap sentuhan yang diberikan oleh long ten.
long ten terus menggila di atas tubuh gadis itu dan dia mulai melakukan sesuatu yang selama ini dia tunggu.
__ADS_1
akh
gadis itu merasakan sakit yang luar biasa di bagian alat vitalnya. long ten terus saja melakukan aktivitas nya tanpa memperdulikan perasaan sang gadis yang di naiki.
" ayah ibu maafin aku " gadis itu mengeluarkan airmata karena kegadisannya telah di renggut oleh orang lain secara paksa.
akh
gadis itu terus menahan setiap gerakan yang dilakukan long ten terhadap dirinya. gadis itu hanya bisa pasrah terhadap keadaannya saat ini. dimana dulu dia terus merawat seluruh tubuhnya dan sekarang dengan mudah dinikmati oleh seorang pejabat kekaisaran.
akh
akh
akh
" ternyata kau hebat juga "
hahaha
__ADS_1
long ten tertawa bahagia karena hasratnya terpenuhi dengan mulus. dia terus melakukan gerakan yang dia sukai, sesekali dia memandangi wanita itu yang terus mengeluarkan airmata yang mengalir di pipi tapi long ten tidak memperdulikan semua itu.
sudah hampir setengah jam mereka melakukan aktivitas itu tanpa henti dan pintu ruangan tiba di ketok dari luar.