
**tingkatan tulang bagi seorang pendekar :
Tulang Rawan kelas 1 sampai dengan 6
Tulang Lunak kelas 1 sampai dengan 6
Tulang Keras kelas 1 sampai dengan 6
Tulang Timah lunak kelas 1 sampai
dengan 6
Tulang Timah keras kelas 1 sampai
dengan 6
Tulang Besi kelas 1 sampai dengan 6
Tulang Perunggu kelas 1 sampai dengan 6
Tulang Perak kelas 1 sampai dengan 6
Tulang Emas lunak kelas 1 sampai
dengan 6
Tulang Emas sedang kelas 1 sampai
dengan 6
Tulang Emas Keras kelas 1 sampai
dengan 6
Tulang Berlian kelas 1 sampai dengan 6**
__ADS_1
long li menghabiskan hari hari yang ada untuk meningkatkan tingkatan tulang miliknya, hampir setengah persedian yang dimiliki sudah habis, tapi tingkatan tulang yang dia dapatkan hanya sampai tulang lunak kelas 2. hal ini membuat long li jadi frustasi karena perubahan tulang yang dimiliki tidak bisa secepatnya berkembang.
"aaiihh sudah hampir dua bulan aku di sini tapi perubahanku tidak terlalu banyak " sambil menatap lesu kedalaman gua.
"apa sih yang ada di dalam gua ini" long li begitu penasaran, selama ini dia hanya melihat dari luar saja dan menahan hasrat untuk memasuki lebih dalam, tapi saat ini hatinya terus mendorong dia untuk memasuki kedalaman gua tersebut.
karena hatinya terus di rundung rasa penasaran maka dia berencana ingin masuk lebih dalam kedalam gua itu. tapi saat ini tubuhnya terasa sakit sakit habis mengkonsumsi ramuan yang begitu banyak sehingga tubuhnya sangat sulit untuk di gerakan dalam beberapa saat dan dia memutuskan beristirahat terlebih dahulu.
*****
Gerhana Bulan Penuh telah terjadi malam ini.
langit penuhi cahaya bulan yang begitu terang benderang tanpa ada awan sekalipun yang menghiasi.
semua serigala melolong sejadi jadinya, suara mereka terdengar jelas diseluruh isi hutan sehingga membuat suasana hutan menjadi lebih mencekap daripada biasanya.
pada umumnya binatang malam selalu berkeliaran setiap penjuru hutan mencari makan tapi saat ini semua hilang tanpa jejak.
sinar cahaya bulan telah menyinari seluruh bagian luar gua tempat long li beristirahat, tanpa dia sadari sesuatu telah terjadi di dalam gua.
sedangkan mulut gua mulai tertutup tanpa ada yang menutupi. terlihatlah sebuah batu besar terletak di depan mulut gua sehingga menghalangi pemandangan mata dari dalam ke luar hutan.
hampir seluruh isi dalam gua terlihat dengan jelas padahal tidak ada lampu menerangi di sekeliling dinding gua. sehingga semua kelelawar telah menghilang di langit langit gua.
tampak lah batu batuan hitam yang melekat di dinding gua dan langit langit menetesi air yang datang ntah dari mana.
semua terlihat jelas bahwa gua mulai berubah yang sebelumnya gelap gulita menjadi terang benderang serta di penuhi cahaya yang tidak menyilaukan mata.
semua yang tampak begitu mengesankan hati memandangnya, gua itu bagaikan istana bawah tanah tanpa properti, tempatnya begitu luas dan memiliki banyak lorong.
di sisi lain, long li masih tertidur dengan pulas, semua barang barang untuk membuat ramuan terletak begitu saja di sebelahnya.
" long li " seseorang memanggilnya dengan suara dari berbagai arah.
" long li bangun lah nak "
__ADS_1
" long li "
suara itu terus saja memanggil long li tanpa henti. long li lalu tersentak dan terbangun dari tidurnya sambil memanggil seseorang.
" bunda, aku masih mengantuk " kembali tidur dengan mata masih tertutup
" long li bangun lah nak "
"aku masih ngantuk bunda "
long li tetap kembali tidur tanpa menghiraukan suara itu yang terus saja memanggilnya. hal ini sudah biasa long li lakukan ketika masih jadi anak yang nakal.
padahal beberapa bulan yang lalu, dia sudah berubah dari sifat buruknya tapi saat ini sifat itu kembali lagi dan malahan terjadi di dalam gua.
*****
" lier !!" teriak permaisuri memanggil nama anaknya yang telah lama pergi ke hutan tropis. dia begitu kangen terhadap anak bungsunya itu.
jederrrr
jedeerrr
suara petir terus saja menyambar nyambar di langit yang terang benderang tanpa awan.
" kau kenapa " kaisar mengoyang goyankan tubuh istrinya untuk di bangunkan karena permaisuri terus saja mengingau.
" lier !!" sambil bangkit dari tempat tidurnya lalu menangis sejadi jadinya tanpa berhenti
"kau kenapa?" kaisar penasaran dengan tingkah permaisuri yang berubah drastis.
"apa yang terjadi ?" kaisar bertanya sambil melihat mata istri yang sudah di penuhi airmata.
" lier "
" lier kaisar "
" lier "
__ADS_1
permaisuri masih menangis tersedu sedu tanpa menuntaskan jawaban dari pertanyaan kaisar . dia terus memikirkan tentang nasib anaknya di hutan tropis tanpa di kawal dan hanya bermodalkan beberapa kepeng emas di kantong yang dibawanya.
"lier kau di mana nak" permaisuri terus bicara sendiri.