The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 51. Taruhan


__ADS_3

***sebelumnya : long li perlahan membuka mata sambil melihat sekeliling dan dia terkejut semua orang menatapnya dengan antusias dan penuh keheranan.


" Annchi " long li menatap seorang gadis yang ada didepannya***.


semua mata langsung mengarah ke arah pintu yang persis tepat di depan long li berbaring. ruangan yang di tempati untuk pengobatan tidak terlalu besar sehingga jumlah orang yang bisa masuk cuma beberapa orang saja.


disana penuh sesak dengan alat alat pengobatan yang terletak begitu banyak. semua peralatan pengobatan tersusun dengan rapi di dinding dinding ruangan.


"annchi, kenapa kau kemari?"tanya tetua Puok.


" paman, tadi kakek menyuruhku untuk tinggal sementara di rumah paman" jawab annchi.


" baik lah kau tidur sama dengan shi shin"


"baik paman" langsung meninggalkan ruangan itu menuju kamar shi shin.


semua orang jadi terheran heran dengan apa yang di ucapkan long li terhadap annchi, seakan akan mereka telah kenal sangat lama dan hal ini membuat tetua Puok lebih penasaran lagi dan dia mencoba memikirkan pemuda yang di lihatnya tempo dulu di rumah tetua He.


" kau, istirahat lah dulu"


" aku ada urusan di pinggiran hutan "


" kalian jaga dia sampai dia sembuh total " ujar tetua Puok terhadap semua orang


" baiklah " jawab semua anggota keluarga tetuak Puok dan juga tabib yang berada disana.


tetuak puok meningalkan rumahnya menuju pinggiran hutan yang sudah ramai dengan prajurit dari berbagai sekte yang ada di desa An Ming, mereka berjaga dengan penuh kewaspadaan tinggi. sedangkan semua tetua lagi berdiskusi di dalam tenda yang cukup besar yang terletak tidak terlalu jauh daripada prajurit berjaga saat ini


" tetua Puok, akhirnya kau datang juga" sindir tetua Tao dari arah samping

__ADS_1


"tentu, aku tidak mungkin melewatkan kesenangan ini semua "


"ku kira kau akan bersembunyi di rumahmu sambil ketakutan"


" jangan bermimpi. aku tidak sepengecut itu"


" haha baiklah. jadi kau mau bertanding denganku untuk membunuh semua manusia srigala itu?"


" tentu" jawab tetua puok.


semua yang didalam cuma mendengarkan percakapan mereka berdua sambil geleng geleng kepala dengan sikap kekanak kanakan yang mereka berdua lakukan.


"tapi aku tidak semangat kalau tidak ada taruhannya. jadi bagaimana pendapatmu?"


"baiklah aku pun begitu "


"apa taruhannya yang bagus untuk kita berdua?"


"bagaimana kalau kau kalah anakmu akan jadi istriku" ujar tetua Tao pada tetua Puok yang tersenyum sumringah dengan apa yang di ajukannya. dia sudah lama sekali menginginkan anak tetua Puok yang cantik jelita itu untuk jadi istrinya yang ketiga. dari dua istri sebelumnya tidak lah secantik anak tetua Puok sehingga dia terobsesi terhadap kecantikan shi shin. padahal dia telah memiliki banyak keturunan yang gagah dan cantik cantik dari dua istri sebelumnya. dia tidak bisa membayangkan wajah tetua Puok saat mendengar semua ini.


hahahha


"bagaimana?"


" apa kau setuju "


" kau "


" berani sekali menjadikan anakku bahan taruhan" jawab tetau Puok dengan penuh amarah.

__ADS_1


" langkahi dulu mayatku " mata tetua puok melotot ke hadapan tetua Tao.


hahaha


"kalau kau takut bilang saja " ejek tetua Tao sambil memancing amarah tetua Puok


"lagian kekuatanmu lebih lemah dibandingkan dengan kekuatanku saat ini " tetua Tao terus saja memancing amarah tetua Puok untuk menyepati taruhan tersebut.


" baiklah ku terima taruhanmu " tetua puok mengiyakan tanpa berfikir panjang . dikepalanya sudah terbawa emosi dan penuh amarah.


haha


" termakan juga pancinganku " ujar tetua Tao lirih


"sudah hentikan semua ini"


" apa kalian tidak malu, sudah tua masih seperti anak anak "


" diam kau pimpinan, saat ini aku tidak takut sama siapa pun termasuk kau " tetua puok masih di lapisi hawa kemarahan sambil meninggalkan tenda tersebut menuju ke arah lain.


" pimpinan jangan terbawa emosi dengan sikap tetua Puok" ujar tetua He.


"kau tetua Tao, kenapa buat taruhan seperti itu?"


"mana adab mu terhadap ku" ujar pimpinan tetua


hahaha


"aku tidak peduli, lagian yang ku butuhkan hanya ingin bersenang senang dan menikmati tubuh anak tetua Puok" tetua Tao meninggalkan tenda bersamaan dengan tetua Quon yang mulai bersiap melihat perkembangan situasi saat ini.

__ADS_1


semua orang yang di dalam hanya menghela napas yang penuh sesak. mereka tidak mengira akan terjadi seperti ini dalam situasi yang genting ini.


pimpinan tetua, tetua He dan Ling masih diam membisu sambil mencoba mencerna situasi saat ini yang makin rumit. sekarang situasi sudah mulai memanas di kedua sekte sehingga bisa berakibat fatal terhadap pertahan mereka saat ini.


__ADS_2