The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 78. Desa An Ming Berantakan


__ADS_3

sebelumnya :


******shuuutt....


terpotong lah sebuah kepala yang meninggalkan tubuhnya. tubuh itu mulai kaku dan mulai mengeluarkan darah yang cukup banyak, sehingga membanjiri tanah yang semula kering, sekarang basah karena darah******.


.......................


pimpinan Kang , Ling dan tetua Puok langsung berlari ke arah Long li yang terlentang di tanah. mereka berusaha sekuat tenaga untuk berdiri dekatnya sambil melindungi Long li dari serangan para prajurit yang ada di depan mereka.


para prajurit yang menyaksikan itu langsung mundur dari desa An Ming dan meninggalkan desa itu di waktu yang sudah mulai gelap.


Long li yang masih bernapas mulai merasa lega setelah memenggal kepala jenderal Guon dengan tombaknya. hanya hitungan detik kepala long li bisa saja terputus, namun berkat tombak yang di gunakan berperang, dia gunakan untuk melindungi dirinya dari pedang jenderal Guon.


" bertahan Lah Long li" ucap Ling sambil menekan perut Long li yang terus mengeluarkan darah..


" tetua Puok, apakah ada tabib di rumahmu"


" ada, dia masih berada dirumahku sekarang " sambil berjalan bergegas menuju rumahnya.


" ayo kita bopong kerumah ku " ujar pimpinan Kang


* di sisi lain


" bibi, rumah kita sudah hangus"


annchi terus menangis melihat keadaan rumah mereka yang tinggal arang.


" sabar annchi, ayoo kita pergi ke rumah pimpinan Kang. mungkin paman mu masih di sana " istri Ling mencoba menenangkan annchi yang shock menghadapi masalah sebelumnya.


" baik bibi " mereka bertiga berjalan ke arah rumah pimpinan Kang


# dalam perjalanan


" bibi, apakah itu bukan rumahnya tetua Tao" tanya annchi


" iya , tapi kenapa bisa hancur seperti itu?"


" bibi, apa perlu kita lihat di dalamnya "


"baiklah, mana tau tetua Tao butuh bantuan kita " ujar istri Ling yang berjalan sedikit cepat


aaaahhh


" bibi... " teriak annchi sambil berlari ke arah istri Ling dengan di tutup matanya


" kau kenapa "


" keluarga tetua Tao, bi " ujar annchi menangis terisak isak

__ADS_1


istri Ling bergerak dengan lebih cepat menuju tempat annchi berada sebelumnya. istri makin tersendak melihat apa yang telah terjadi pada keluarga Tao dan tetua Tao sendiri yang mati secara mengenaskan, ada yang di antara mereka terbakar karena api sehingga gosong dan ada juga luka tebasan pada bagian anggota tubuh ( kepala, tubuh, kaki dan lengan)


"annchi, mari kita pergi dari sini "


Hiiikk


hiiikk ( suara tangisan yang sangat keras)


" suara siapa itu " gumam istri Ling dan annchi bergegas mencari sumber suara


" Tolooooong " teriak seseorang dari dalam kamar yang terkunci.


" ada orang bi " ujar annchi yang keheranan


" kau tunggu di sini sama Lu zhi, biar bibi masuk ke dalam"


"baik bi, Lu zhi kau disini sama kakak ya " Lu zhi hanya menganguk


" siapa di dalam " tanya istri Ling dengan keras


" apakah itu bibi lady Cai " teriak orang dari dalam


"iya, kalian siapa " teriak istri Ling dari luar.


" aku shi shin, bi "


" dan saya Sun Zi, bi " teriak mereka berdua


" annchi, bibi pergi kerumah tetua Puok dulu, kau tunggu di sini sama LU Zhi. bibi akan kembali membawa bantuan "


* di rumah tetua Puok


" apa yang telah terjadi di sini " teriak tetua Puok dengan penuh emosi.


" anak buah Tao telah mengobrak abrik rumah kita dan membawa shi shin bersama mereka " ujar istri Puok yang meneteskan air mata.


" kurang ajar " tetua Puok naik pitam mendengar penuturan istrinya yang menangis tersedu sedu.


" akan ku bunuh kau Tao banj***an" kesal tetua Puok yang naik ke ubun ubunnya.


" tabib, kau pergi lah kerumah Pimpinan Kang. tolong obati anak muda tempo dulu kau obati "


" baik tetua " tabib berjalan ke arah luar rumah dengan membawa peralatannya


Tok tok tok


" siapa " teriak Tetua Puok yang penuh kemarahan


" aku lady cai " ujarnya dari luar rumah

__ADS_1


Tetua Puok berjalan membukakan pintu.


" kenapa kau kemari, tabibnya sudah ku suruh pergi tadi kerumah pimpinan Kang" ujar tetua Puok dengan nada kesal.


istri Ling bingung dengan apa maksud pembicaraan tetua Puok yang tidak dia mengerti dengan menampilkan wajah kebingungan.


" kau kenapa " tanya tetua Puok.


"aaahh maaf


apa maksud tetua bicara seperti itu " tanya istri ling yang di landa kebingungan


"kau ke sini menanyakan tabib itu kan untuk mengobati Long li yang terluka parah"


endus tetua puok kesal


" tetua salah sangka "


" aku kemari meminta bantuan "


" bantuan apa ha" dengan nada penuh kemarahan


" tentu menyelamatkan anak tetua dan pimpinan Kang yang berada di kamar rumah tetua Tao " ucap istri Ling lugas


" mereka masih hidup. benarkah itu " tanya tetua Puok kegirangan dengan menampilkan wajah yang sedikit ceria dan memanggil beberapa bawahannya untuk mendobrak pintu kamar itu


" iya, ayoo kita bergegas, mereka sudah menunggu kita terlalu lama disana " ujar istri Ling


" iya... iya... "


mereka pergi kerumah tetua Tao dan menyelamatkan putri tetua Puok dan pimpinan Kang yang telah di culik.


" apa kalian baik baik saja"


" iya ayah, kami baik baik saja. untung ada pemuda itu ayah sehingga kami tidak jadi di perkosa oleh tetua Tao " ujar shi shin yang mulai menangis membayangkan yang telah terjadi padanya.


" syukurlah, dimana Tao itu sekarang" tanya tetua puok penuh dengan emosi.


" dia sudah tewas di sana " ujar istri Ling sambil menunjuk ke arah dinding yang tidak jauh tempat mereka berada.


tetua Puok mencoba mendekati dan langsung merasa ngeri melihat penampakan mayat Tao yang sudah tercincang cincang beberapa bagian tubuhnya dan terbakar hangus dan dia langsung berkembali pada putrinya untuk menenangkan hati sang putri yang sudah mengalami hal pahit.


"ayo kita pulang ke rumah, ibu mu sudah kangen melihatmu. dia menangis terus sejak kejadian itu "


" baik ayah"


mereka berjalan ke luar dari rumah itu yang seperti mau roboh. selain itu istri Ling menanyakan keadaan suaminya , bertanya apa yang telah terjadi pada desa selama ini. tetua Puok menjabarkan apa yang dia ketahui selama ini, dan hal itu menbuat istri Ling terkejut atas kedatangan jenderal Wei yang terkenal kejam dan suka memperkosa wanita dan anak anak mendatangi desa An Ming dengan di dalangi oleh tetua Tao.


" sekarang kau bisa menuju rumah pimpinan Kang, aku mau antar shi shin dulu nemui ibunya. setelah itu aku akan menyusul ke sana" ujar tetua Puok terhadap istri Ling

__ADS_1


"baik, kita berpisah di sini saja" ujar istri Ling yang mengandeng tangan Lu zhi.


lady cai, Lu zhi, annchi dan Sun Zi langsung berjalan ke arah rumah pimpinan Kang sambil melihat lautan manusia yang mengeluarkan bau amis.


__ADS_2