The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 48. Hou vs Long Li


__ADS_3

"kenapa kau heran mendengar nama itu"


" apa kau mengetahui tentang dia?" tanya Hou dengan heran terhadap sikap long li yang tampil cukup aneh.


" ehmm... sebenarnya dia adalah kakek buyutku " ujar long li pelan.


" mana mungkin "


"setahuku tubuh dan roh Sang zainan telah di segel dewa kematian di dunia roh dan terakhir kali aku dengar tidak ada satupun yang bisa menemukan tubuhnya saat ini. jadi tidak mungkin dia memiliki istri apalagi anak ataupun cucu "


"kau jangan mengarang cerita anak muda atau nyawamu akan aku binasakan " bentak Hou pada long li yang masih santai menanggapi ucapan Hou.


"tidak percaya tidak apa apa"


" apa untungnya aku berbohong padamu " jawab long li santai


" Teknik elemen : Amukan Api Neraka "


Hou melayang di udara sambil menjauhi jurus yang di keluarkan sedangkan long li hanya terpaku di bawah menerima siksaan terhadap jurus tersebut.


hahaha


"mati lah kau sekarang anak muda "


" walaupun Zainan itu sainganku tapi juga temanku "


" jadi tidak usah ngaku ngaku sebagai keturunannya "


long li yang tidak bisa terbang ataupun melayang terpaksa menerima siksaan demi siksaan dari amukan api Putih yang sangat menyakitkan dari api apa pun yang telah dia terima sebelumnya.


aaakkkkhhh


aaaakkkhhhh


aaaakkkhkkk

__ADS_1


hahahahah


"mati lah kau"


" aku tidak bisa menggunakan teknik lain selain teknik ini . walaupun akan menguras semua tenaga dalamku " ujar long li lirih.


dia mengambil napas dalam dalam sambil menghembuskan secara perlahan lahan.


" Teknik Zodiak : Pertahanan Tubuh Naga Perunggu"


tubuh long li langsung diselimuti sebuah pelindung / shield yang sangat tipis berwarna abu abu namun menyilaukan mata, sinar cahaya itu bagaikan sinar cahaya matahari walaupun tidak memiliki hawa panas.


sekujur tubuh long li mulai pengalami perubahan yang signifikan, mata berwarna putih yang di keliling warna hitam, seluruh pakaiannya bersilau yang memberikan ciri khas kulit naga yang keras.


" teknik apa itu "


" aku belum pernah melihatnya " Hou masih heran dengan apa yang di intipnya secara perlahan menggunakan tangannya karena silaunya cahaya itu menerpa seluruh ruangan.


" tidak mungkin "


belum sempat dia menarik kembali tekniknya , semua api putih yang ada di bawah perlahan mulai menghilang dalam sekejap mata .


Tiiiii....daaakk !


Tiiiii.....daaaakk !


Tiiiii.....daaaakk !


Hou mulai merasakan ketakutan dengan apa yang barusan terjadi, semua itu di luar nalarnya. selama ini tidak ada satupun musuh yang bisa selamat dari jurus itu dan sekarang dia tidak bisa berbuat apa pun, semua sudah lenyap hilang begitu saja.


Hou turun menuju arah long li sambil gemetaran , dia masih menahan napas dengan apa yang telah terjadi. dadanya masih terasa sesak dengan peristiwa yang terjadi karena itu jurus satu satunya, jurus andalan yang selama ini dia banggakan dan hilang dengan mudah d tangan long li sehingga dia tidak mau melanjutkan pertarungan lagi, kalau pun di lanjutkan roh nya akan lenyap selama selamanya.


" maafkan aku " ujar Hou sambil bersujud


" hahaha kenapa kau takut padaku ha! bentak long li dengan beringas.

__ADS_1


" aku baru mulai bermain main denganmu "


" sekarang malah takut denganku " long li masih penasaran dengan perubahan sikap Hou yang sebelumnya.


" aku akan patuh padamu dan seluruh klan Monyet akan patuh pada mu."


" ambil lah roh ku ini untuk kau pergunakan berkomunikasi dengan klan ku atau membantumu ketika susah " ujar Hou terbata bata


" baik lah, sekarang kau harus mengabdi padaku "


"setelah kau menelan permata ku ini, maka kau akan mendapatkan semua pengetahuan yang selama ini ku miliki termasuk elemen Api " ujar Hou sambil berubah menjadi permata berwarna Putih bersih mendekati long li.


Long li kembali kewujud normal. dia berjalan menuju permata itu sambil mengambilnya dan menyimpan dalam genggaman.


" kau akan berguna suatu saat "


*****


" tabib apa dia bisa selamat " ujar putri Puok


" tipis harapan dia bisa selamat dari amukan Api biru ini, apalagi api ini sudah lama tidak di temukan di belahan dunia mana pun sehingga belum ada penawar yang cocok untuknya"


" kita hanya berdoa pada Dewa saja , semoga dia bisa selamat " ujar tabib


"apa dia belum siuman " tetua Puok langsung masuk setelah mau bersiap menuju pertemuan di balai desa pagi ini.


"belum tuan , kondisinya belum stabil saat ini "


"apalagi saya tidak ada penawarnya "


" apa yang harus kita lakukan?" tanya tetua Puok.


" coba kau buat ramuan dengan bunga ini" perintah tetua Puok pada tabib.


" Bu....nga Ma...ta...hari " tabib terbata bata menyebut nama bunga tersebut.

__ADS_1


__ADS_2