The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 76. jenderal Guon vs Long li


__ADS_3

hahaha


" Ling, hati hati lah " teriak tetua Puok dari arah belakang


hahaha


" kau lumayan juga Ling. bisa membuatku bersemangat seperti ini" ujar jenderal Guon yang tersenyum sinis.


Ling dan jenderal Guon melanjutkan pertarungan mereka yang mulai berat sebelah, Ling yang sudah menggunakan kekuatan penuh tidak sanggup mengalahkan jenderal Guon walaupun beberapa serangannya mengenai tubuh jenderal tersebut.


aaahhh


" kau tidak beda jauh dengan mereka berdua, benar benar lemah " sambil memukul kepala Ling namun Ling mencoba menahan serangan itu dengan tangannya, malah kena wajahnya.


buuuukkk


Ling mengerang kesakitan sambil memegang wajahnya yang memar memar dan mengeluarkan banyak darah di bibirnya.


" lebih baik ku akhiri saja pertarungan kita, aku sudah merasa bosan dengan pertarungan ini. tidak seperti yang ku harapkan sebelumnya " bentak jenderal Guon dengan kesal


buukkkk


buuukkkk


( jenderal Guon terus terusan menghajar tubuh Ling yang sudah tidak berdaya lagi dan mulut Ling terus memuntahkan darah yang cukup banyak)


uuhhhuuukkk


uuhhhuuuuk


uuhhhuuukkk ( Ling batuk darah )


keadaan Ling sekarang sudah babak belur di hajar jenderal Guon, walaupun Ling masih tetap menggunakan wujud "kekuatan penuh" tapi tetap jenderal Guon mengunggulinya dalam hal kekuatan.


Ling merasakan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit akibat hantaman dan pukulan jenderal Guon yang tidak berhenti hentinya.


tetua Puok dan pimpinan Kang mencoba membantu Ling tapi nasib mereka tetap sama di hajar babak belur oleh jenderal Guon yang tidak banyak menggunakan tenaga dalam.


" sekarang... kalian bertiga akan ku akhiri saja hidup kalian di sini" jenderal Guon mulai mengambil pedangnya yang tersarung di pinggang kiri. sebelum pedang itu di cabut dari sarungnya tiba tiba....


" mohon maaf jenderal " beberapa prajurit berlutut ke arah jenderal Guon


" kenapa kalian datang kesini dan mengganggu kesenangan ku" bentak jenderal Guon yang mulai kesal


" maaf jenderal, ada anak muda yang menyerang kami di salah satu rumah tetua di desa ini " ujar mereka ketakutan


" untuk apa kalian mendatangi rumah salah satu tetua itu, apakah anak gadis yang di bawa Tao kabur"


" tidak jenderal, kami mau mengambil anak gadis lain yang akan di siapkan untuk jenderal tapi kami malah di hadang dan dibantai oleh pemuda itu "


" kurang ajar "


"berapa jumlah mereka "


" hanya satu jenderal " jawab para prajurit ketakutan dan kaki mereka gemetaran hebat.


" dasar payah... hanya satu anak muda saja, kalian semua tidak sanggup mengatasinya" sambil menunjuk ke semua anak buahnya yang berlutut di lantai.


*disisi lain


buuummm


buuuummmm ( ledakan yang cukup besar )

__ADS_1


" apa yang terjadi " ujar jenderal Guon sambil bergegas ke luar rumah


" siapa pemuda itu "


" kami tidak tau jenderal " jawab beberapa prajurit di luar rumah


" dia sudah membunuh para prajurit kita dari arah belakang "


" dia pemuda yang sama jenderal , sebelumnya dia telah membunuh beberapa dari kami " ujar para prajurit yang menghadap jenderal sebelumnya


hahaha


" masih ada juga yang kuat di desa ini!!


hmmm.... walaupun dia sangat muda sekali dan penuh bersinergi tapi kekuatannya masih lemah dariku" decak kesal jenderal Guon


" kalian semua... bunuh pemuda itu dan bawa kepalanya pada ku, dia sangat merepotkan bagi kita " tunjuk jenderal Guon terhadap orang orang kepercayaannya yang terdiri dari komandan pasukan dan pasukan elit yang selalu di bawanya.


" baik jenderal "


" dia pasti tewas bila menghadapi prajurit terbaik ku itu " gumam jenderal Guon yang tersenyum sumringah


" aku mau bersenang senang dulu dengan anak gadis yang sangat cantik itu, tidak terbayangkan bagaimana cantiknya anak gadis itu walaupun masih sangat muda namun aku sangat bergairah saat pertama kali melihatnya. tak ku sia siakan kesempatan ini.


hahahaa......


bisa di bilang dia itu barang langka yang sudah lama tidak ku temui selama ini


hahaha...... " gumam jenderal Guon tersenyum bahagia yang memikirkan anak gadis itu, dia mulai melangkahkan kakinya menuju tempat yang telah di sediakan tetua Tao untuknya.


Buuummm


Duuaaarrr


hampir ratusan prajurit , beberapa komandan pasukan dan puluhan pasukan elit yang merupakan orang orang kepercayaan jenderal Guon tewas secara mengenaskan.


jenderal terkejut dengan apa yang di lihatnya , semakin banyak terjadi ledakan dalam jumlah besar maupun kecil.


" tidak mungkin.., setau ku tidak ada satu pun penyihir hebat yang berada di desa ini dari informasi yang ku dengar sebelumnya maupun dari Tao.


kurang ajar kau Tao, gara gara kau sudah banyak prajuritku jadi korban oleh kegilaan anak muda itu.


akan ku balas kau suatu saat nanti, Tao....." gumam jenderal Guon mulai kesal dan marah nya mulai memuncak ke ubun ubun.


" kurang ajar...mundur lah kalian semua dasar prajurit tidak berguna. biar aku sendiri yang akan turun tangan menghadapinya" teriak jenderal Guon dengan tatapan marah pada semua prajurit yang ada dihadapanny


jendral Guon melesat dengan cepat ke arah Long li yang terus terusan membantai para bawahan jenderal Guon tanpa henti.


tidak ada satupun prajurit masih hidup yang di lewati Long li. semua sudah jadi mayat dan terbentuklah lautan mayat sepanjang mata memandang.


tanpa sadar aura hitam mulai menyelimuti tubuhnya dan semakin pekat setiap kali membunuh para prajurit tersebut.


" hentikan seranganmu itu anak muda. hadapi aku !" sambil memukul dadanya sendiri


hahaha


" apakah kau yakin melawanku " mata Long li mulai menghitam pekat tanpa ada sedikit pun warna putih di bola matanya.


" kurang ajar " mengeluarkan sebilah pedang besar yang ada di samping kiri tubuhnya .


" mati kau sana "


buuuumm

__ADS_1


buuuuummm


jenderal Guon mundur beberapa langkah menahan api yang terus terusan di lemparkan Long li ke arahnya.


" tidak ada pilihan lain selain menggunakan teknik ini " Jenderal Guon mengkaitkan pedangnya pada rantai yang di ikatkan pada lengannya.


shuuttt


Long li merasa terkejut lemparan pedang yang sangat cepat menuju ke arahnya dan dia menghindari serangan itu dengan santai tanpa sedikit pun merasa ragu.


shuutt


traaaang ( pedang mereka berdua beradu )


Long li, menangkis pedang yang terus berputar dari berbagai arah. sebelumnya dia mengeluarkan dua buah pedang dari cincin dewa miliknya yang di lapisi dengan api membara. Long li menangkis setiap lemparan pedang yang mengarah ke tubuhnya.


" siaaall "


"dia benar benar tidak bisa di remehkan"


jenderal Guon langsung menggunakan kekuatan penuh untuk menghadapi Long li yang daritadi hanya senyum melihat jenderal Guon kewalahan menghadapinya.


jenderal Guon mengeluarkan aura yang berwarna hitam yang cukup pekat yang menandakan kalau dia telah banyak membunuh lawannya. kekuatan jenderal Guon langsung meningkat drastis dan melangkah ke arah Long li yang masih melihat dari kejauhan.


tetua Puok, pimpinan Kang dan ling melihat dari rumah sambil berdecak kagum terhadap apa yang dilakukan Long li walaupun ada sedikit merasa kuatir, kalau suatu saat dia tidak bisa mengendalikan nafsu pembunuhnya dan mengakibatkan dia sering membunuh orang lain. mereka terkejut terhadap perubahan dan peningkatan kekuatan Long li yang begitu drastis daripada sebelumnya.


" Ling, apa kah itu Long li" tanya pimpinan Kang


" iya" jawab Ling simple


" apakah kau masih marah padaku atas kejadian itu "


" tentu , kau lihat sendiri tanpa ikut campur dia, kita semua sudah tewas di tangan jenderal itu"


" aku menyesal atas perbuatanku itu "


"tapi aku mau buat perhitungan dulu sama Tao"


" dia benar benar keterlaluan " pimpinan Kang mencoba melangkah ke luar rumah tapi malahan terjatuh ke lantai.


" jangan paksakan dirimu pimpinan "


" aku takut anak ku di nodai nya " gumam pimpinan Kang yang merasa kuatir


" itu tidak mungkin terjadi "


"tunggu...., apakah telah terjadi kebakaran di rumah mu, Ling " tanya Puok yang terus saja melihat dari kejauhan ke rumah yang terletak di ujung sana


" istriku ... annchi... apakah telah terjadi pada mereka " gumam Ling yang mulai panik. dia yakin kalau itu rumahnya.


" tidak mungkin itu terjadi "


" Long li pasti telah menghabisi mereka semua " ling mencoba menghibur diri


" biar ku coba pergi ke sumber gumpalan asap itu " Ling mulai melangkah kaki ke arah luar rumah


"aku juga ikut Ling"


" aku kuatir terhadap anak dan istriku " tetua Puok mengikuti Ling keluar rumah


" aku tidak mau sendiri disini, bawa aku ikut dengan kalian " ujar pimpinan Kang


" tentu.. mari kita bersama sama pergi dari sini " jawab tetua Puok.

__ADS_1


__ADS_2