The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 52. Kehilangan


__ADS_3

long li mengerakan tubuhnya dan mencoba untuk duduk di tepi ranjang. dia merasa seluruh tubuhnya sudah lebih baik daripada sebelumnya sehingga dia mulai melakukan meditasi untuk memperkuat tenaga dalamnya dan menambah tingkatan tulang yang telah di miliki sebelumnya, semenjak mengkonsumsi bunga matahari seluruh tenaga dalamnya sudah mulai berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tenaga dalamnya naik peringkat menjadi tingkatan Raja Puncak sedangkan tulangnya sudah mendekati Tulang Timah Lunak II.


" bunga ini kuat juga efeknya pada tubuhku di bandingkan tanaman lain, mungkin sebaiknya aku harus membeli sebanyak mungkin untuk persedian "


saat ini, long li mulai fokus menaikan tingkatan tulang menjadi lebih kuat lagi dan dia terus mengkonsumsi semua persedian yang ada di cincin dewa. semua rasa sakit dengan mudah di tahan dan dia terus memotivasi dirinya untuk bisa mengendalikan intisari yang ada pada ramuan yang telah dia buat sebelum sebelumnya walaupun tingkatan tulang tidak naik secepatnya.


matahari mulai terbit di ufuk timur sehingga sinar matahari menyanyat sebagian tubuh long li yang masih bermeditasi di atas kasur.


" sudah pagi " gumam long li


sudah lama juga aku tidak melihat kondisi di luar sana, mungkin sebaiknya aku pergi jalan jalan keluar dulu untuk mencari angin segar.


long li melangkahkan kaki menuju arah keluar rumah dan dia terus saja memperhatikan beberapa rumah penduduk yang ada di sekelilingnya.


" cukup ramai juga di sini "


"mungkin sebaiknya aku pergi ke pasar dulu membeli beberapa tanaman herbal untuk membuat ramuan"


" mungkin di sini ada yang menjualnya " ujar long li lirih


" silahkan masuk tuan muda "


" apakah anda ada menjual bunga matahari " ujar long li.


" bunga itu sangat langka tuan muda jadi harganya sangat lah mahal "


" baik aku ambil semua bunga matahari tersebut dengan coin emas ini " long li menyerahkan beberapa keping coin emas ke arah pelayan tersebut.

__ADS_1


" ini... baik lah tuan muda tapi persedian kami tidak lah banyak. mungkin hanya tinggal beberapa buah saja " pelayan tersebut mulai menyiapkan semua bunga matahari yang di miliki.


"baik lah, tidak masalah"


" mungkin aku akan coba mencari tempat lain" kata long li lirih


long li terus mencari bunga matahari di semua sudut pasar dan dia mulai merasa matahari semakin panas saja sehingga memutuskan untuk meninggalkan pasar, sebelum itu dia membeli beberapa makanan dan buah buahan.


*****


" kemana dia pergi " tanya tabib kepada shi shin


" aku tidak tau , daritadi aku sudah mencarinya di dalam rumah tapi aku tidak menemukannya " jawab shi shin.


" aaiihh pasti tetua akan marah padaku, kalau mengetahui pemuda itu hilang " ujar tabib sedikit ketakutan


"kau kemana saja" tanya shi shin setelah melihat long li menuju kerumahnya sambil berjalan mendekati long li.


" aku dari pasar " jawab long li


" kenapa tidak bilang terlebih dahulu, kami capek tau mencarimu " ketus shi shin.


ehehe


" maaf... ni untukmu " sambil menyerahkan beberapa makanan dan buah buahan yang ada di tangannya.


" banyak sekali "

__ADS_1


hehe


"cuma sedikit kok " jawab long li kikuk


mereka berdua langsung menuju rumah dan semua mata terpana melihat mereka berdua yang tampak serasi.


" annchi , ni untukmu " long li memberikan buah buahan yang telah dia siapkan sebelumnya.


" annchi, dimana kakekmu. kok aku tidak melihatnya bersamamu "


" kakek lagi membantu tetua yang lain untuk membunuh manusia srigala "


" manusia srigala " long li terkejut dengan apa yang di dengarnya.


" dimana dia sekarang "


" kakek ada di pinggiran hutan Grek "


" aku mau kesana untuk membantu mereka" long li bergegas mempersiapkan diri untuk menyusul ke hutan Grek.


" tapi tuan muda , kondisimu belum pulih " ujar tabib mencoba menahan long li.


" aku baik baik saja "


" jangan kuatirkan diriku "


long li pergi begitu saja tanpa menghiraukan apa pun ucapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2