The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 16. Gerombolan Hitam


__ADS_3

" adik adik, saatnya kita beraksi"


" baik kak, "


mereka mulai mempersiapkan senjata dan beberapa buah bahan peledak. mereka memakai pakaian serba hitam dengan menutupi wajah. para gerombolan mulai membantai satu persatu rakyat wilayah mereka tempati. semua rakyat mati dengan sekali tusuk. wilayah ini hanya berpenduduk 500 orang dengan satu kepala suku.


" kalian bakar semua !"


sambil melemparkan sebuah bom molotov ke atas atap rumah penduduk. semua berjalan lancar, mereka langsung menuju arah utara yaitu arah istana kekaisaran.


mereka langsung membunuh para penjaga gerbang dengan pisau yang di lempar tepat di kepala.


mereka leluasa memasuki istana kekaisaran saga. diluar dugaan mereka, penjagaan di istana sangat ketat, tidak sama dengan berita yang dia dapatkan dari kekaisaran.


" sial, kenapa mereka banyak sekali "


" jadi bagaimana sekarang kak?"


" kita harus bunuh mereka semuanya malam ini " ketua gereombolan terus menyemangati adik adiknya.


sleb


sleb


sleb


sudah banyak penjaga yang dibunuh dengan pisau yang di lemparkan.


tanpa di sadari salah satu prajurit melihat segerombolan orang berpakaian hitam dari kejauhan sehingga dia membunyikan tanda bahaya.


teng


teng


teng

__ADS_1


" sial kita ketahuan !"


" ayo kita mundur!" mereka mulai mengurungkan niat untuk membunuh kaisar xue.


" hentikan mereka " kata kepala prajurit yang bertugas malam ini sambil menunjuk ke arah gerombolan berpakaian serba hitam.


gerombalan serba hitam di keliling oleh para prajurit yang berjumlah ratusan sehingga mereka terkepung dari berbagai arah dan tidak bisa melarikan diri.


" bunuh mereka semua ! " perintah ketua gerombolan


hyat


mereka semua saling membunuh satu sama lain , para prajurit mulai terdesak karena banyak yang terbunuh di tangan ketua gerombolan sedangkan kepala prajurit terluka parah dan tidak bisa melanjutkan pertarungan.


prajurit tidak bisa mengalahkan para gerombolan walaupun jumlah mereka hanya sembilan orang.


jenderal Ping ma mendengar suara pertarungan di dekat gerbang perbatasan. dia baru saja memantau semua prajurit yang bertugas malam ini. lalu, dia menuju ke arah suara pertarungan.


"jenderal " prajurit mulai mundur dari pertarungan dan memberi hormat.


" kenapa kalian membuat kekacauan di kekaisaran kami? " bentak jendral ping ma


" hahahah...tidak perlu aku menjawab pertanyaan bodoh mu itu" bunuh mereka semua perintah ketua gerombolan.


hyaat


beberapa anggota gerombolan mulai mengayunkan senjata mereka mengarah badan jenderal.


jenderal langsung menghindari semua serangan mereka dan membalas semua serangan dengan sebuah tikaman yang mematikan serta tusukan. beberapa anggota gerombolan terbunuh dengan mudah di tangan jenderal. ketua mengerang dan mulai ikut mengkroyok jenderal ping ma dengan beberapa sisa anggota kelompoknya. jenderal dengan mudah menghindari semua serangan kecuali serangan ketua kelompok yang memberikan luka sobekan di tangan kiri jenderal.


sleb


aaakkh


jenderal mengerang kesakitan dan merobek pakaiannya lalu membalut lukanya sendiri. jenderal mulai menyerang kembali.

__ADS_1


"teknik pedang : pedang rembulan "


semua anggota gerombolan pedagang yongseng mati mengerikan, bebarapa bagian tubuh mereka terpotong kecuali ketua mereka yang hanya luka sobekan di bagian badannya.


" jawab pertanyaan ku, siapa kalian sebenarnya sebelum ku bunuh kau?"


hahhahah


" jangan mimpi , aku tidak akan pernah memberitahukan apa pun padamu"


" ternyata kau tidak sayang dengan nyawamu sendiri "


" lebih baik kau mati saja "


jenderal ping ma mulai mengayunkan pedangnya untuk menebas kepala ketua gerombolan.


hahhaaha


" kalau aku mati, maka kau juga akan mati" ketua gerombolan mulai mengeluarkan senjata rahasianya dan langsung menusuk ke arah dada jenderal ping ma.


tanpa di sadari apa maksud dari ucapan lawannya, jenderal ternyata tidak waspada sehingga tubuhnya tertusuk dan langsung terjatuh sambil memegang tubuhnya yang kena tusukan.


" jenderal !" teriak para prajurit. mereka langsung menuju arah jenderal yang sudah terduduk di tanah. "


jenderal langsung mengayunkan pedangnya ke arah ketua gerombolan sehingga kepalanya terputus.


"bawa jenderal ke istana sekarang!" perintah kepala prajurit yang masih terluka parah.


prajurit langsung bergegas menuju istana dengan membawa tandu darurat dari kayu yang di ikat tali sebagai penahan beban.


"buka pintu utama sekarang, jenderal lagi terluka parah " bentak prajurit dari luar gerbang utama


mereka bergegas menuju ruangan tabib istana dan meletakan tubuh jenderal yang sudah terkulai lemas.


" kalian keluar lah , biar aku obati dia secepatnya. lukanya cukup parah di tambah lagi racun yang terus menjalar di seluruh tubuhnya" perintah tabib istana terhadap para prajurit.

__ADS_1


__ADS_2