The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 96. mengumpulkan pasukan


__ADS_3

tetua puok dan Ling berjalan menuju markas terbesar pasukan tetua Tao yang tidak jauh dari rumah tetua Puok. mereka sudah sampai di depan pintu namun tidak di sambut dengan baik oleh mereka semua. semua mata menatap tajam ke arah mereka seperti melihat musuh.


tetua Puok melihat itu langsung berinisiatif untuk bicara pada mereka namun bukan mendapatkan jawaban malah mendapat cibiran dari mereka semua.


Ling yang daritadi hanya diam saja sambil memperhatikan apa yang telah terjadi.


pasukan tetua Tao tidak terima tetua mereka tewas di tangan Long li sehingga mereka semua memendam dendam yang cukup dalam.


" Ling, biar kan mereka seperti itu. lagian kita tidak membutuhkan bantuan mereka mereka ini " tetua Puok menunjuk ke arah mereka semua. membuat pasukan tetua Tao naik pitam melihat sikap tetua Puok tersebut dan salah satu pimpinan dari mereka langsung berinisiatif untuk menyerang tetua Puok. Ling melihat kejadian itu hanya menangkis serangan tersebut tanpa membalas serangan mereka.


" kurang ajar kau " bentak pimpinan pasukan tersebut dan dia langsung menyuruh anak buahnya untuk ikut menyerang. melihat kejadian tersebut tetua Puok langsung bersuara ,,, lagi lagi tidak di gubris sama mereka semua. semua pedang sudah di tarik dari sarungnya yang di arahkan pada tetua Puok dan Ling.


saat ini hanya Ling membawa pedang yang berada di pinggang kirinya. tanpa aba aba dari tetua Puok.... langsung saja Ling berinisiatif menarik pedang dari sarungnya.

__ADS_1


"Ling... jangan buat ke kacauan di sini. lebih baik kita mundur saja" tetua Puok menarik Ling menuju ke luar markas tersebut.


hahaha


" dasar penakut kau " bentak salah satu pimpinan dari pasukan itu dan dia juga mencoba merendahkan tetua Puok dan Ling dengan menatap tajam penuh ke hinaan.


" sudah Ling... tidak usah di terusin. lebih baik kita mengalah saja" salah satu tangan tetua Puok menarik Ling menuju keluar markas tersebut.


" Tapi...... mereka semua sudah kelewatan "


" cukup lah " tetua Puok mencoba menenangkan Ling yang sudah mulai tersulut emosi.


" mati saja lah kalian berdua " sebuah tombak langsung saja mengarah pada tubuh tetua Puok.

__ADS_1


" kurang ajar.... kalian benar benar sudah kelewatan dan tidak bisa di ampuni lagi " keluarlah sisi gelap Ling yang selama ini sudah lama dia kendali kan . namun saat ini dia benar tidak terkontrol lagi. dia menarik pedangnya dari sarung dan melesat dengan cepat ke arah orang yang melempar tombak tersebut.


pimpinan pasukan tersebut menjadi terkejut dengan apa yang telah terjadi pada Ling saat ini. baru kali ini Ling menunjukkan sisi gelapnya pada semua orang.


mereka tidak bisa berkata kata lagi. Sebuah kepala sudah terlepas dari badannya akibat tebasan dari pedang Ling.


tidak berhenti di situ saja... Ling terus saja menebas kepala setiap pasukan yang terdekat dengannya.


sedangkan pasukan itu haya terpaku melihat kecepatan yang di miliki oleh Ling yang terbilang cukup cepat daripada tangkisan pedang mereka.


Melihat Ling membantai setiap anggota mereka. dua pimpinan lagi langsung bergerak ke arah Ling yang terus saja menebas kepala pasukan itu tanpa henti sedikit pun dan pedangnya di ayunkan keberbagai arah.


tetua Puok melihat kejadian itu hanya merasa sedikit kecewa dengan sikap para bawahan tetua Tao tersebut, padahal mereka semua sudah tau kalau Tao sudah berkhianat pada desa namun mereka tetap bersikukuh untuk tidak mempercayainya dan malahan mereka semakin hari semakin menaruh dendam pada tetua yang lain dan juga pimpinan desa ini.

__ADS_1


" Ling... " gumam tetua Puok yang merasa sedih melihat pasukan tetua Tao tewas dengan kepala terpenggal di sekitarnya.


__ADS_2