
sebelumnya :
" bukan kah ini ruangan ayahanda"
dia mencoba melihat dengan teliti dan long li yakin ruangan itu adalah ruangan tempat dia di kurung dulu.
long li terus mencoba cek rak rak buku yang sebelumnya dia pernah baca . semua buku dan benda benda pusaka lain masih tertata rapi di tempat yang sama dia lihat sebelumnya yang membedakan hanya di ruangan ini sangat terang sekali.
" kenapa aku ada di sini?"
" kenapa ruangan ini sama persis milik ayahanda walaupun di sini sedikit terang?" long li terus bicara sendiri. dia bingung bercampur was was kalau semua ini adalah alam baka.
long li duduk bersila di antara rak buku. dia mencoba mempelajari situasi yang ada saat ini karena bosan dia mencoba membaca kitab yang pernah dia baca sebelumnya.
seseorang memegang pundak long li. dia sangat terkejut dan mulai waspada.
" siapa kau?" bentak long li ketakutan sambil melepaskan pegangan pundaknya.
dia melihat seseorang kakek yang sudah berumur sangat tua sekali dengan pakaian putih yang sangat bersih. kakek itu membawa sebuah tongkat warna emas dengan kepala tongkat seperti kepala naga. dia memiliki janggut yang panjang dengan ramput di ikat kebelakang seperti seorang pendekar dengan tubuh dikeliling aura emas campur perak yang sangat tebal persis seperti milik long li.
__ADS_1
" tenang lah cucuku." ucap kakek sambil mengusap janggut yang sudah memutih.
" cucu ?"
" apakah kakek tidak salah orang?"
" aku sendiri tidak mengenali kakek."
" hmmm." kakek mengangguk paham dengan situasi saat ini
" aku memaklumi kebimbanganmu cucuku."
"bagaimana kakek tau kalau aku memiliki cincin ini?"
"cincin itu yang selalu menemaniku ketika masih hidup. bagaimana mungkin aku tidak mengetauinya"
" kakek pasti mencoba menipuku "
" seingatku, aku tidak memiliki kakek seperti kakek " sambil melihat dari atas ke bawah
__ADS_1
" biar ku jelaskan padamu siapa aku sebenarnya biar kau tidak bingung lagi"
"aku lah Sang Zainan keturunan awal marga LONG, nama ku LONG MU BHAI. aku dulunya selalu membantu orang orang lemah tapi mereka hanya memanfaatkan kekuatan ku untuk keuntungan mereka. lalu ada seorang kaisar memintaku untuk menghancurkan sebuah kerajaan sehingga aku menjadi marah terhadap manusia busuk itu. lalu mereka menyerang diriku karena aku menolak mereka lalu membuat isu aku adalah seakan akan ancaman bagi mereka.
para penyihir berdatangan menyerangku dan mereka mencoba menyegelku dengan kekuatan penuh mereka tapi segel yang mereka gunakan adalah teknik terlarang yang harus mengorbankan banyak korban nyawa. lalu segel itu terbentuk dengan bantuan dewa kematian dan sekarang tubuhku di simpan dibawah tanah di kerajaan iblis kematian." kakek menjelaskan dengan rinci.
" tapi ayahku tidak pernah bilang kalau kakek adalah pencipta marga Long."
" cerita ini sudah lama terjadi, diriku meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil di pulau ini dan aku membuat ruangan bawah tanah untuk melindungi mereka dari dunia luar lalu aku membuat sebuah ruangan kecil untuk menyimpan semua pusaka yang aku miliki. semua orang tidak mengetahui margaku. mereka hanya memanggilku SANG ZAINAN. sehingga meraka tidak bisa membantai keluargaku. aku tidak bisa mendidik kedua anakku menjadi orang yang berguna mauapun melihat mereka tumbuh dewasa " ucap kakek mulai terbawa suasana dengan airmata terurai.
" maafkan long li kek " sambil berlutut dengan kepala tertunduk.
" tidak apa apa cucuku"
" kenapa kakek mengatakan menghadiahkan aku cincin ini, padahal jarak kita begitu jauh"
"dulu, aku pernah mendapatkan mimpi bahwa seseorang dari marga ku akan menjadi lebih kuat dari ku yang akan menjadikan dunia ini lebih baik lagi. sehingga aku berkeyakinan bahwa salah satu keturunanku pasti akan memasuki ruangan ini. sampai saat ini baru kau yang memasuki ruangan ini sebelumnya tidak pernah ada. lagian ruangan ini hanya orang bermarga long yang bisa masuk dan mengambil cincin itu. " kakek menjelaskan dengan rinci.
"berarti ayahku belum pernah ke sini juga" ucapnya lirih.
__ADS_1