
Ling dan tetua Puok masih berjalan menuju ke rumah pimpinan Kang dengan perasaan yang bercampur aduk. mereka masih kuatir kalau sampai ke dua pasukan itu tidak ikut membantu dalam mempertahankan ke utuhan desa An Ming.
"tetua bagaimana ini ? "
" tenang saja Ling. mereka kemungkinan akan membantu kita. aku yakin merasa pasti ikut membantu "
" tapi tetua.... terlihat jelas di wajah mereka itu penuh ke raguan " Ling masih ragu ragu atas sikap yang di tampilkan oleh ke dua pasukan itu.
" Ling , hari sudah senja dan sebentar lagi akan gelap. lebih baik kita melaporkan hal ini pada pimpinan. semoga beliau bisa memberikan saran terbaik untuk kita semua "
" baik tetua.. aku setuju juga dengan hal itu "
mereka berdua mempercepat langkanya agar tidak terlalu gelap sampai di rumah pimpinan Kang.
# di rumah pimpinan Kang
" kenapa Ling belum juga belum balik?" tanya pimpinan kang terhadap istri Ling.
" aku juga tidak tau pimpinan. bukan kah pimpinan menyuruh Ling mencari tetua Puok untuk membahas hal penting itu "
" iya... aku tau hal itu. tapi kan.. rumah tetua puok tidak terlalu jauh dari sini. kenapa harus sampai segelap ini ?"
__ADS_1
" mungkin... Ling mau melakukan sesuatu yang penting menurutnya bersama tetua puok, pimpinan " ujar istri Ling mencoba menterka terka atas apa yang akan di lakukan suaminya
" bisa jadi hal itu terjadi.... mari kita tunggu saja kabar dari Ling atas alasan keterlambatannya ini "
" iyaaa... pimpinan " belum sempat mereka berdua selesai berbincang bincang, tampaklah Ling dan tetua Puok berjalan dari kejauhan. tidak lama lagi mereka akan sampai pintu rumah pimpinan Kang.
" maaf pimpinan atas keterlambatan ini sehingga pimpinan harus menunggu kami seperti ini " Ling bicara sambil memberikan penghormatan.
" aaahhh... tidak apa apa Ling.. tapi pasti ada alasan di balik ini semua kan?" pimpinan Kang menatap wajah Ling dengan wajah serius.
" iya pimpinan . hal ini lah yang membuat kami terlambat datang ke sini"
" bisa kah kau jelaskan pada ku secara rinci ?"
" kalian datang kesana hanya...... berdua ?" pimpinan menatap dengan mata melotot
" bukan kah itu tidak berbahaya terhadap nyawa kalian berdua ?" tanya pimpinan dengan rasa tidak percaya
" emang sama siapa lagi, pimpinan " ujar tetua Puok yang menatap wajah pimpinan Kang.
"lagian... aku lebih kuatir terhadap nyawa kedua pasukan itu daripada nyawa kami berdua " tetua Puok menampilkan sedikit senyum di wajahnya.
__ADS_1
"maksud mu ?"
hmmmm.....
tetua Puok menceritakan apa yang telah terjadi pada Ling dan pasukan tetua Tao. mulai mereka berdua berdebat dengan pimpinan pasukan Tao dan berujung dengan pertumpahan darah di kubu lawan.
tetua Puok menceritakan juga sikap pasukan Quon yang masih ragu untuk membantu mereka padahal tetua Quon dan Puok memiliki hubungan yang cukup baik namun hal itu tidak membuahkan hasil sama sekali.
saat ini... pimpinan mulai merasa cemas dan kurang percaya untuk bisa menghadapi prajurit kekaisaran Wei yang terbilang sangat banyak dalam jumlah dan cukup terlatih bila mereka menggunkan tombak. pimpinan Kang lebih mengetahui kemampuan prajurit prajurit dari kekaisaran Wei itu, di tambah lagi di sana juga ada beberapa jendral dan orang orang terbaik mereka.
pimpinan kang memegang kepalanya dan memijit mijit dengan kuat karena di kepalanya terasa sangat stress saat ini.
pimpinan...
tetua puok....
guru....
Long li memberikan penghormatan terhadap orang orang yang ada di ruangan tamu satu persatu.
" maaf pimpinan... apakah aku boleh bicara " long li bicara sedikit ragu ragu...
__ADS_1
" silahkan " pimpinan kang menjulurkan sebelah tangannya tanda memberi isyarat.
semua mata menatap Long li dengan seksama , walaupun masih remaja namun mereka tetap menghargai pendapat yang di keluarkan oleh Long li. mereka semua menunggu apa yang akan di ucapkan Long li. sedang kan Long li hanya menatap orang orang disekitarnya sebelum mengatakan pendapatnya.