
sebelumnya : istri Ling dan pimpinan Kang menunjukan sebuah aksi yang membuat para tetua terpukau dan diam membisu setelah meragukan kekuatan seorang wanita dan hati mereka mulai luluh setelah kejadian itu.
" baik lah. kita jalani apa yang telah di rencakan oleh Long li. mungkin itu solusi yang ada saat ini " pimpinan Kang membuat keputusan sulit sebelum itu dia menghirup udara sedikit cepat.
" Long li.... apa kau bersedia melatih para wanita di desa ini ?"
" tentu tetua... akan aku usahakan dengan sebaiknya "
" Ling bantu lah murid mu untuk mengatur srategi ini. aku akan memimpin garda terdepan bersama pengguna pedang lainnya sedangkan tim pemanah akan menembak musuh yang cukup jauh dan keahlian alkemis akan membantu pasukan terluka di garda belakang. apakah kalian semua setuju? " pimpinan Kang berucap bersungguh sungguh kali ini.
ini merupakan keputusan terberat yang dia alami beberapa tahun terakhir.
" baik pimpinan. kami jalankan sesuai rencana "
semua orang mulai mempersiapkan diri utuk esok hari. dimana semua penduduk akan di kumpulkan di balai desa An Ming..
# esok hari, Pagi yang cerah
" dengarkan baik baik... " teriak pimpinan Kang di atas panggung yang cukup tinggi.
" kondisi desa yang kita cintai ini sudah memasuki tahap terburuk dalam beberapa tahun belakangan. aku harap kalian bersedia berpartisipasi untuk mempertahakan keutuhan desa ini dari serangan musuh " mulai para warga berbisik bisik sehingga menimbulkan kekisruhan dan ada pula yang berbicara sedikit keras.
" pimpinan... siapa kah musuh kita ini ? "
teriak salah satu penduduk dalam kerumunan.
pimpinan kang menghirup napas dalam dalam dan berbicara dengan lantang
" Kita semua akan menghadapi pasukan Kekaisaran Wei yang tempo dulu sudah menginjakan kakinya di desa ini " setelah mendengar itu, semua penduduk mulai di landa ke cemasan dan ketakutan yang mendalam. mereka semua tidak bisa berkata kata lagi. mereka membayangkan kekuatan kekaisaran yang kuat dan jumlahnya terbilang sangat banyak.
" Tenang kalian semua " bentak tetua Puok
" bagaimana kami bisa tenang tetua. ini bisa mengancam kelangsungan hidup kami yang terbilang cukup tenang dan juga sebelumnya kami melarikan diri dari kekaisaran Wei atas kekejaman mereka, sekarang para tetua malah mengundang mereka ke sini. bagaimana ini...... " salah satu penduduk yang cukup berumur berbicara dengan lantang.
" iya... di tambah lagi kami tidak memiliki kekuatan bela diri. kami hanya lah penduduk biasa "
" IYA..IYAA.... " penduduk saling timpal menimpali satu sama lain.
tetua Puok dan pimpinan Kang hanya bisa terdiam saja melihat kecemasan yang semakin menjadi jadi yang terlihat di wajah para penduduk.
__ADS_1
" bagaimana ini tetua " ujar pimpinan kang lirih ke arah tetua Puok.
" aku juga bingung pimpinan " tetua puok tidak tau harus berbuat apa lagi.
Sudah hampir setengah jam penduduk terus saja berbisik bisik dan pimpinan kang serta tetua puok lagi dilanda kebingunan.
melihat semua menjadi kacau....
Ling langsung naik ke panggung yang tidak terlalu tinggi.
" SAUDARA SAUDARA SEKALIAN "
" kami tau kalian semua takut, cemas dan merasa lemah... tapi kalian harus tau kami juga begitu merasakan apa yang kalian rasakan "
" apakah ketakutan dan kecemasan yang kalian rasakan lebih kuat daripada semangat yang kalian miliki selama ini "
" mana semangat kalian saudara saudara ku "
" kita sama sama tau, orang orang Wei begitu kejam terhadap para penduduk. mau kemana pun kita pergi... tetap memasuki wilayah mereka yang cukup luas di daratan sana "
" apakah saudara saudara mau berjuang dengan kami kami ini. saat ini kami butuh uluran tangan saudara saudara sekalian. BERSAMA..... kemungkinan kita bisa menghadapi kekuatan militer kekaisaran Wei. " Ling terus mencoba memberi motivasi para penduduk yang mulai terbakar api semangatnya. Ling mulai mengucapkan kata kata motivasi untuk para penduduk.
KITA ADALAH PEMILIK TANAH INI
KITA BERJUANG DEMI DESA AN MING
KITA BUKAN LAH PENDUDUK YANG LEMAH
KITA TIDAK PUNYA KEAHLIAN BELA DIRI
TAPI KITA BISA BERJUANG DENGAN KEAHLIAN KITA MILIKI
" KAMI ADALAH AN MING . SANG PEMILIK DESA INI "teriak penduduk penuh semangat saling menimpali satu sama lain sehingga terdengar serempak satu sama lainnya.
" Tetua Ling.... kami siap berjuang. perintahkan pada kami. apa yabg harus kami lakukan " salah satu penduduk yang sudah tua berbicara lantang sambil memberi hormat di ikuti yang lainnya.
" iyaaa... Tetua. kami siap mati demi memperjuangan desa ini " ujar yang lainnya.
" iya tetua... kami tidak mau lagi di tindas lagi oleh mereka "
__ADS_1
" mohon bimbingan tetua terhadap kami yang tidak memiliki bela diri ini" ujar salah satu penduduk yang lainnya
" baik lah... kami mengucapkan terima kasih atas semangat yang saudara berikan. kami bangga memiliki saudara seperti kalian semua. "
" kami semua sama tetua... " penduduk langsung menjawab serentak
tersirat lah senyum dan kebahagian mendalam di wajah semua orang termasuk pimpinan kang dan tetua Puok.
" tetua.... pimpin lah kami semua . kami siap membela desa ini " ujar beberapa penduduk.
" Baik lah ..."
" Kami akan membagi kalian menjadi tiga kelompok "
" kelompok pertama : bagi pengguna pedang. silahkan buat kelompok sebelah kanan saya "
" tetua .... bagaimana dengan kami yang belum pernah memakai pedang tapi kami mau berlatih pedang " teriak salah satu penduduk
" masuk saja dalam kelompok pengguna pedang. kami akan mengajarkan kalian semua dari dasar " jawab Ling dengan semangat
" baik tetua " hampir sepertiga jumlah penduduk membuat kelompok pengguna pedang.
" kelompok kedua adalah pengguna panahan . silahkan buat kelompok di hadapan saya. kami akan ajarkan kalian semua untuk menggunakan panahan dari dasar juga " dua pertiga dari sisa penduduk sebelumnya sudah berkumpul di kelompok panahan.
" kelompok ketiga adalah pengguna alkemis dan pembuat makanan buat pasukan kita. silahkan ambil posisi sebelah kiri saya" sisa penduduk membuat kelompok di sebelah kiri
" baik lah.... "
" kelompok sudah di bagi menjadi beberapa bagian. besok pagi pagi sekali kita berkumpul di sini untuk pengguna pedang yang akan di ajari pimpinan Kang dan tetua Puok sedangkan pengguna panahan, kalian akan berlatih dengan ku di tepi hutan Grek" Ling menambahi sebelum mengakhiri pidatonya.
" tetua bagaimana dengan kami kami ini " ujar kelompok sebelah kiri
" kalian akan belajar dengan annchi dan pembuat makanan kita bisa buat dapur umum di samping rumah Pimpinan Kang " ujar Ling menambahi.
" Baik tetua" ujar semua penduduk serempak dengan wajah penuh semangat. mereka mulai meninggalkan pertemuan ini menuju rumah masing masing.
pimpinan Kang tampak sumringah melihat apa yang di lakukan Ling. dia tidak menyangka kalau Ling memiliki wibawa dan jiwa kepimpinan yang lebih di bandingkan dirinya.
" pimpinan .... tetua.... semua penduduk saya serahkan pada kalian berdua " ujar Ling dengan nada penuh hormat
__ADS_1
" lebih baik kau sendiri yang memimpin mereka Ling.. kau benar benar pimpinan idola mereka " ejek tetua Puok dengan senyuman dan pimpinan kang hanya senyum senyum saja.