
"Yang mulia, apakah hukuman long li tidak berlebihan? aku mohon pertimbangkan lagi. bagaimanapun dia anak kita." permaisuri membujuk suaminya sambil berurai air mata. dia tidak terima anaknya di penjara di ruangan bawah tanah walaupun penjara itu tidak pada umumnya. penjara yang di berikan kaisar untuk anaknya adalah ruangan tempat dia membaca dan berfikir ketika ada masalah dalam pemerintahannya.
" istriku, kelakuannya telah membuat ku kecewa. begitu banyak masalah yang dia timbulkan baik ketika dia belajar ilmu bela di wilayah khusus bangsawan maupun dia masih istana ini. kemaren sebelum dia pulang ke istana, dia telah mengambil sebuah pedang di toko antik di wilayah kita. namun tindakan dia kali ini sudah terlalu kelewatan."
kaisar menjelaskan kelakuan anaknya pada permaisuri.
" tapi kan tidak harus memenjarakannya, cukup di berikan aja peringatan." permaisuri tetap membela long li
" aku lebih tau apa yang telah aku lakukan. semoga saja dia berubah jadi anak yang lebih baik." sambil menghela napas yang begitu sesak didada karena merasa kecewa atas kelakuan anaknya.
" baiklah!" sambil berjalan meninggalkan kaisar seorang diri di ruangan kerjanya dengan wajah marah dan kecewa.
*****
pangeran long li dimasukan dalam ruangan bawah tanah. dia melihat sekeliling ruangan penuh dengan buku yang terbuat dari kulit hewan.
"bukankah ini ruangan ayahanda belajar?" long li duduk sambil bicara dengan fikirannya.
__ADS_1
" tidak salahnya aku melihat buku-buku ini, mana tau ada hal yang menarik."
long li menyulusuri satu persatu rak buku tertata rapi dan mengambil beberapa buah buku tentang politik maupun ilmu bela diri tingkat dasar yang telah dia pelajari sebelumnya di wilayah khusus bangsawan.
" hufft buku ini tidak ada satupun yang menarik. apa ayahnda tidak bosan baca buku sebanyak ini?"
long li tidak sengaja menjatuh kan sebuah kitab yang sampulnya berwarna coklat kehitaman, buku itu bertuliskan kitab Naga Terbang. merasa tertarik, long li mulai membuka lembaran demi lembaran dalam kitab itu. dia mulai berdecak kagum semua ilmu yang di tuliskan dalam kitab itu dan mulai mempraktekannya langkah langkah yang tertulis dalam kitab. setiap dia mencoba selalu gagal hampir semua langkah dia ikuti tapi tidak ada satupun berhasil. dia merasa kesal dan mulai membanting kitab itu.
" sial kenapa tidak berhasil?"
"padahal langkah-langkahnya sudah benar aku lakukan, dasar kitab tidak berguna". sambil melempar buku itu ke salah satu rak yang terletak di depan matanya.
sebuah ruang yang gelap sedikit terbuka dan terdapat celah cahaya yang masuk dari ruangannya.
"ruang apa itu?" merasa penasaran dia mendekat pintu dan mulai membawa lampu yang tergantung di dinding.
setelah memasuki ruangan itu cukup dalam, pintunya secara langsung tertutup sendiri.
__ADS_1
" siaal, siapa yang mengerjaiku?" sambil mengerutu.
dia melihat sebuah obor yang terletak di dinding dekat pintu, lalu menyalakan satu persatu.
"benda apa itu?"
dia melihat sebuah pedang yang tertutup seperti balok es. dia mulai memukul sedikit demi sedikit tapi es tetap dia mau hancur walaupun telah di pukul beberapa kali dengan obor yang dia pegang.
" keras sekali, mungkin dengan api bisa melelehkan es." dia mulai mendekatkan api di atas balok es, dia lagi lagi terkejut balok es tetap tidak bisa meleleh sudah hampir setengah jam tapi hasilnya balok es tetap utuh.
" sial benda apa ini? kenapa susah sekali di hancurkan. bagaimana cara mendapatkannya benda itu." dia mulai berfikir cara yang harus dia lakukan suapaya benda itu menjadi miliknya.dia melirik sesuatu yang melayang di udara.
"kitab apa itu yang melayang?" dia melompat ke atas untuk mengambil kitab itu tapi lagi lagi dia tidak berhasil mendapatkannya. sudah beberapa kali lompatan yang dia lakukan tapi hasil tetap nihil.
"kenapa aku selalu sial hari ini?" hatinya bergejolak dengan penuh emosi yang meledak, lalu dia melempar obor yang di pegangnya ke arah buku tersebut. obor itu tepat sasaran dan membuat buku itu jatuh ke atas kepalanya.
"aduuhhh"
__ADS_1
sambil memegang kepalanya yang mulai memerah. lalu dia mengambil buku itu dan membaca sampul yang bertuliskan kitab pembukaan qi.