
"long li, kenapa kau begitu kasar sama ayahandamu?" sambil mengusap air matanya sendiri, permaisuri menyayangkan perbuatan anaknya pada kaisar.
" sejak kapan ibunda mendengar perbincangan kami?"
"ibunda sudah dengar semuanya" sambil mengusap air matanya.
" apakah kami pernah melukaimu atau kau ada dendam pada kami."
" sudah lah ibunda, jangan di bicarankan lagi. saya lagi ngantuk." sambil berjalan menuju kamarnya tanpa melihat ibundanya.
" dengar lah pesan ibu mu ini anak ku. ketika kami telah mati nanti kau akan.....
" sudah lah bu, aku tidak mau dengar apa pun lagi." sambil memotong ucapan ibunya.
" long li!"
"apa yang kau lakukan pada ibu?" bentak kakak perempuannya
" aku tidak lakukan apa pun sama ibu. dia aja yang nangis sendiri." terus melangkah kan kakinya menuju kamar. meninggalkan mereka berdua di lorong kamarnya.
" ibu jangan nangis lagi." sambil mengusap air mata ibunya.
" ibu tidak apa apa anakku."
" ibu mau sendiri." sambil melepaskan tangan anaknya dari wajahnya.
" ibunda." sambil menahan suaranya.
*****
" cih, mereka selalu saja membuatku jengkel." sambil mencoba memicingkan matanya. dia terus berfikir dan bicara pada dirinya sendiri.
*****
tiiiuuung
sebuah benda yang berwarna hitam di lapisi api sebesar bola kaki melayang dengan cepat menuju istana. benda itu bisa juga dikatakan sebagai bola api.
__ADS_1
duar
duar
duar
terdengar ledakan hampir setiap bagian istana. bola api terus melayang di istana, sebagian rakyat maupun prajurit berlarian mencari perlindungan sambil melihat situasi. begitu banyak rakyat yang mati bergelimpangan di setiap penjuru istana.
" prajurit lindungi anak dan istriku"
" bawa mereka ke ruangan bawah tanah." perintah kaisar long xue.
" jenderal dan prajurit lainnya ikuti aku ke luar istana."
" kita lihat siapa yang telah membuat semua kekacauan ini." perintah kaisar xue
" persiapkan diri kalian semua". kaisar mengambil sebuah pedang dari dalam kamarnya, jenderal serta komandan lain menyiapkan senjata mereka masing-masing.
" baik Yang mulia." ucap prajurit serentak
bola api terus melayang di istana maupun halaman depan istana. bola itu tidak ada henti - hentinya terbang. muncul lah sebuah anak panah yang mengarah pada kaisar xue, seorang jenderal menangkap anak panah itu dengan mudah. jenderal langsung mengejar orang yang telah berani menembak kaisar mereka.
ping min mengejar lawannya yang lari dari hadapannya. tanpa di sadari, dia telah di kepung 3 orang jenderal dan 10 orang komandan pasukan sambil mengeluarkan senjata rahasia mereka.
jenderal min mengeluarkan aura hitamnya yang pekat untuk membuat lawannya takut sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya. jenderal min terkejut lawannya tidak bergeming maupun ketakutan terhadapnya, jadi dia langsung mengeluarkan jurus pedang pada salah satu jenderal yang mengepungnya.
teknik pedang : pedang bayang hitam
jenderal lawan yang belum tampak wajahnya karena gelapnya malam, mengeluarkan jurus pertahanan.
teknik tameng : tameng kepala badak
jurus itu langsung beradu dan membuat jenderal min mundur beberapa langkah. dia memuntahkan darah dari mulutnya sambil memegang dadanya yang begitu sesak.
" siapa kau sebenarnya?".
" itu tidak penting bagimu, sebentar lagi kau akan mati." sambil mengeluarkan jurus pedangnya
__ADS_1
teknik pedang : pedang tunggal
sleb
jantung jenderal ping min langsung di tusuk dari arah depan secepat angin. darah mengalir deras dari dadanya dan ping min mencoba menutup lubang di dadanya namun darah terus mengalir.
" apakah ini jenderal yang di gadangkan punya kekuatan hebat? dasar lemah!"
cih
"hahhahha " jenderal lawan tertawa dengan bahagia.
rombongan kaisar xue maupun jenderal ping ma mendekati sekelompok orang yang lagi tertawa lepas.
" siapa kalian ha!" bentak jenderal ping ma.
" adik" tangan ping ma mulai mengempal dan meluapkan kemarahan dengan mata melotot pada lawan yang wajahnya tidak tampak karena terlindung dari kegelapan malam.
"berani sekali kau membunuh adikku. ku bunuh kaliam semua"
hyaaat
ping ma mengeluarkan jurus andalan pada lawan yang di depannya.
teknik pukulan: pukulan harimau putih
"hahaha" jenderal lawan tertawa lepas sambil membuat pertahanan diri
teknik tameng : tameng kepala badak
duarr
terjadi ledakan besar dan gumpalan asap begitu luas sehingga menyerbak setiap rombongan kaisar xue maupun lawannya.
rombongan kaisar xue tidak bisa melihat lawan didepannya, tanpa mereka sadari muncullah sesuatu berupa mata merah yang melototi mereka dari dalam kumpalan asap. mata itu terbang dengan cepat menuju arah kaisar xue
"apa itu ?" komandan kaisar xue ketakutan sambil gemetaran .
__ADS_1
duaarr
duaarr