The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 44. Raja Monyet


__ADS_3

long li mencoba menambah Tenaga dalam dengan bermeditasi didalam goa, sebelum itu dia telah meminum hampir semua ramuan yang miliki.


akkhh


akkhh


"kenapa bisa begini ?" long li membatin dengan kondisi yang terasa sangat sakit di seluruh tubuh.


aaakkhh


akkkhhh


" kenapa bisa terjadi begini " seluruh tubuh mengeluarkan aura putih pekat yang mengisi seluruh ruangan.


"aakkhh.. " (merapatkan gigi)


tulang tulang long li mulai mengalami perubahan, tulang itu mulai mengeras seperti batu di hiasi warna putih pekat di seluruh sisi tulang yang di miliki.


semua orang akan merasakan sakit yang tiada tara ketika mencoba menaikan tingkatan tulang yang dimiliki.


aaaah ( proses kenaikan tulang telah selesai )


long sudah bisa bernapas lega, seluruh tubuh terasa lebih ringan dan rasa sakit hilang dengan perlahan.


"aku merasakan tulangku berbeda dari beberapa bulan yang lalu?" sambil tersenyum bahagia dengan pencapaian yang telah di raih.


dia merasakan kekuatan yang begitu besar di seluruh tubuh. saat ini dia telh memiliki tingkatan tulang Keras kelas 1 dan ilmu bela diri baik drastis menjadi Grand master (10k TD).


long li terus mencoba melatih otot otot dan tulang yang di milikinya dengan mengayunkan pedang.

__ADS_1


long li merasakan teknik pedang yang di lakukan cukup kuat, tajam dan sangat cepat setiap kali mengayunkan pedang dengan teknik tarian awan milik keluarga Long.


setelah beberapa kali berlatih dengan pedang , dia mencoba istirahat sejenak sambil mengeluarkan Kitab Pedang Dewa Perang. dia terus membaca sampai habis di akhir halaman ada sebuah halaman yang bertuliskan teknik Pedang Zodiak. teknik ini membuat long li jadi tertarik untuk mempelajari. dia sangat antusias memahami setiap gerakan yang ditampilkan dalam bentuk gambar, tapi tenaga dalam yang digunakan cukup besar bagi long li. setiap kali memakai teknik ini maka akan menghabiskan 8k TD.


long li berfikir mungkin teknik ini akan berguna kalau dia merasa terancam. dia terus mempelajari teknik teknik yang ada didalam kitab tersebut. dia juga melatih teknik pertahanan tubuh naga yang telah d miliki sebelumnya, untuk menjadi lebih kuat terhadap serangan lawan dan bisa memancarkan aura mengintimidasi lawan di bawah level yang miliki.


" sudah pagi, mungkin aku kembali saja ke gubuk kakek itu" sambil meninggalkan goa.


long li berjalan menuju hutan dan melihat sebuah bunga yang menyilaukan mata ketika mengenai sinar matahari yang tidak jauh tempat dia berada.


long li berlari mendekati bunga itu, setelah tiba disana didapati seekor siluman monyet yang lagi berdiri di samping bunga itu.


siluman monyet hampir mirip dengan manusia yang membedakan hanya bulu yang menghiasi seluruh tubuh dan kepala yang besar mirip dengan monyet.


long li melihat dengan cermat gerak gerik monyet tersebut dari balik pohon yang besar. dia merasakan ancaman yang kuat dari aura yang terpancarkan oleh seluruh monyet tersebut.


shut


shut


anak panah mengarah ke tubuh long li yang masih memantau dari balik pohon. melihat anak panah itu, dia mengeluarkan pedang sambil memainkan teknik pedang yang dimiliki dan beberapa anak panah terpotong beberapa bagian sebelum mengenai tubuhnya.


"hei... manusia kenapa kau mengintip di situ " bentak Sang Raja monyet yang menatap tajam kearah pohon besar.


" keluar lah jangan jadi pengecut "


shut


shut

__ADS_1


shut


long li masih sembunyi dalam balik pohon dan anak panah makin banyak mendekati.


" sial.., darimana asal anak panah ini semua, aku tidak bisa melihat keberadaan mereka"


ratusan anak panah telah di tembaki oleh bawahan sang raja monyet yang berdiri di atas pohon yang tidak jauh dari long li berada.


" keluar lah manusia, apa mau mu" bentak raja monyet


" hentikan!"


" biarkan dia keluar dari persembunyiannya" perintah sang raja yang terus menatap pohon tempat long li bersembunyi.


" kau keluar atau nyawamu melayang di tanganku " raja monyet makin geram dengan sikap diam long li.


"sial.., mereka pasti banyak sekali , di lihat anak panah tadi mungkin mereka ada sekitar ratusan pemanah elit" long li mencoba mencerna situasi yang dihadapi.


"salah langkah nyawaku pasti melayang " dia terus membathin.


" baik "


teriak long li dari kejauhan sambil menampakan diri dari balik pohon yang besar .


" bagus ke sini lah " teriak sang raja monyet.


beberapa monyet mendekat sambil mengarahkan tombak pada tubuh long li , tapi ukuran mereka setengah dari raja monyet.


" kenapa kau ada di hutan ku" teriak sang raja monyet setelah long li lebih dekat dari tempat dia berdiri dan long li hanya diam membisu.

__ADS_1


__ADS_2