The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 59. Keputusan terberat


__ADS_3

terjadilah pertarungan yang sangat sengit antara pemuda itu dan ketua Manusia srigala. mereka telah banyak bertukar jurus dalam bela seni pedang maupun cakar yang di miliki masing masing. hal itu lah, terlihat seimbang dalam pertarungan mereka berdua sehingga tidak ada saling menjatuhkan atau membunuh satu sama lain.


"siapa namamu hei manusia !" sambil menarik napas dalam dalam , dia merasakan dadanya yang sesak .


" hmmm, apakah kau tertarik denganku " jawab pemuda itu.


" tidak , tapi aku yakin bisa mengalahkanmu dengan mudah. sebelum kau mati aku harus tau namamu terlebih dahulu sebagai pelajaran bagi manusia lain supaya tidak menganggap remeh kami semua " teriak ketua manusia Srigala


" kalau aku tidak mau memberitahumu bagaimana ?"


" tidak masalah bagiku dan kau tetap akan ku lenyapkan" ketua manusia srigala tersenyum sinis terhadap pemuda itu.


"senyummu akan hilang juga sebentar lagi."


hahaha


" kau jangan sombong manusia, kau belum melihat kekuatan penuhku padamu"


" kalau kau begitu, perlihatkan padaku !"


" ciiih...dasar sombong "


ketua manusia srigala bersiap siap memperkuat diri dengan menggunakan kekuatan penuhnya. seluruh tubuhnya meliputi aura ke kuningan dan sangat menyilaukan mata sehingga siapa pun yang ingin melihatnya pasti tidak bisa karena saking kuatnya cahaya itu.


hahaha


" bagaimana kau sekarang sudah siap untuk mati " bentak ketua manusia srigala


" belum " sambil mengusap dagunya.


" teknik elemen : bola bola matahari "

__ADS_1


puluhan bola berukuran bola kaki mengelilingi tubuhnya yang mengeluarkan cahaya yang sedikit redup dibandingkan tubuhnya.


"tembak !!"


Duuaaarrrrr


Duuaaarrrrrrrrr


Duuaaarrrrrrrrrrrr


puluhan bola itu langsung melesat dengan cepat dan meledak persis tepat di tubuh pemuda itu.


"hahah sekarang kau akan mati ditanganku " sambil tersenyum lebar.


tidak ada satu pun siluman yang kuat dan bisa menahan setiap ledakan bola matahari itu. sudah bisa di pastikan setiap orang mengenai bola itu akan mati terpanggang dan tinggal tengkorak saja, saking kuatnya kerusakan yang di timbulkan.


" hahaha selamat tinggal anak muda " sambil meninggalkan pemuda itu menuju arah hutan, dia sudah yakin pemuda itu sudah tewas di tangannya, sudah hampir sepuluh menit tidak ada pergerakan di balik cahaya yang telah dia ciptakan.


disisi lain ,


semua pasukan dan tetua melihat itu semua mulai merasakan ngeri yang sangat mendalam, walaupun mereka tidak bisa melihat kejadian itu dengan pasti, tapi mereka mencoba menutupi dengan kain untuk membuat mata mereka bisa melihat dalam cahaya itu.


" kita pasti akan jadi budak manusia srigala itu " ujar beberapa pasukan yang ada di belakang


" iya, kita tidak memiliki harapan lagi " ujar yang lain


" tenangkan diri kalian, kita bisa pergi dari pulau ini sebelum fajar menyingsing " ujar pimpinan tetua.


"tapi kita tidak memiliki banyak perahu ataupun kapal pimpinan tetua" ujar salah seorang pasukan


huuft

__ADS_1


" kalian bawa saja anggota keluarga kalian yang bisa di bawa untuk saat ini, biar aku yang akan bertahan " ujar pimpinan tetua.


"tapi pimpinan tetua....."


" jangan hiraukan aku, aku akan menghancurkan hutan itu "


" jangan lakukan itu pimpinan " ujar Ling dengan wajah serius, dia yakin pimpinan akan menggunakan jurus terlarang itu untuk melindungi masyrakatnya.


"tidak ada pilihan lain, selain memusnahkan semua penghuni hutan itu tanpa sisa, karena bisa berbahaya kalau mereka di biarkan hidup "


" jangan keras kepala Kang " ujar tetua puok dengan wajah marah, sekarang dia tidak lagi bersikap formal seperti sebelumnya, hal itu mereka adalah sahabat karib sejak kecil.


" apa kalian ada solusi ha!" bentak Kang pada semua orang


semua orang hanya diam tanpa bisa menjawab. mereka benar benar putus asa saat ini, baru kali ini mereka melihat siluman menggunakan teknik elemen tingkat raja yang terbilang cukup berbahaya.


" kalian sendiri tidak bisa menghadapinya. malahan kekuatan mereka mereka itu sangat lah kuat dan di atas kita semua termasuk di atas Ling setelah menggunakan kekuatan penuh "


" tetua He dan Quon sudah tewas di tangan mereka secara mengerikan "


" apakah kalian tidak tau batasan kalian masing masing ha!"


"saat ini, hanya ini satu satunya pilihan untuk bisa membuat kalian bertahan hidup beberapa tahun lagi di daerah yang baru"


" apa kaliam paham " semua orang hanya menunduk lesu dan merasa tidak berdaya saat ini


"sekarang kalian bersiaplah untuk berangkat besok pagi dan aku akan menahan dia untuk sementara waktu "


tidak ada satupun pasukan maupun tetua yang berani meninggalkan pimpinan mereka, mereka merasa mendapatkan tanggung jawab yang sama dan merasa berat hati untuk memulai hidup baru di daerah yang baru.


"apa kalian masih tidak paham ha !"

__ADS_1


"pergi sana aku tidak butuh kalian lagi ! "


" pergi lah pasukan bodo !" teriak pimpinan dengan keras dan penuh amarah


__ADS_2