The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 17. Racun Kodok Setan


__ADS_3

sebelumnya : para prajurit bergegas menuju ruangan tabib istana dan meletakan tubuh jenderal ping ma yang sudah terkulai lemas di tandu.


sudah hampir setengah jam tabib mencoba mengobati racun yang menjalar di tubuh jenderal Ping Ma tapi belum ada reaksi apa pun untuk sembuh.


" tabib apa yang telah terjadi?" Kaisar Xue memasuki ruangan pengobatan dengan tergesa gesa


" maaf Yang mulia, jenderal ping ma terluka dan tubuhnya terkena racun yang cukup mematikan kalau tidak cepat di obati"


" apakah sudah ada penawar racunnya? "


" sampai saat ini bahan yang hamba bawa tidak ada satu pun yang cocok terhadap racun ini"


"berapa lama lagi waktu jenderal bisa bertahan hidup"


"paling lama 3 jam Yang mulia"


" kau coba usahakan untuk mengobatinya, usahakan dia bisa selamat dari racun itu "


" Ayahanda, apa yang telah terjadi? "


"Long li"


"pangeran Long Li"


kaisar dan tabib kaget long li tiba tiba saja sudah ada di depan pintu pengobatan.


"jenderal Ping Ma kena racun mematikan" ucap kaisar xue lirih lalu meninggalkan ruangan pengobatan menuju aula istana menunggu laporan dari salah satu prajurit yang membawa pesan.


" apakah racun ini ada gejala atau tanda di sekujur tubuh jenderal?" long li bertanya dengan tampang yang sangat serius seakan akan dia mengetahui masalah pengobatan, tentu saja tabib terkejut atas pertanyaan long li.


" bagaimana pangeran mengatahui kalau racun ini ada tanda di sekujur tubuh jenderal? " tabib terkejut dengan semua pengamatan pangeran tanpa sekali pun menyentuh tubuh pasien.

__ADS_1


"jawab saja cepat!"


" baik pangeran, di sekujur tubuh jenderal sudah mulai membiru dan ada nya aroma yang berbau busuk padahal baru beberapa menit yang lalu kejadiannya" ucap tabib menjelaskan.


" itu racun kodok setan warna racunnya hijau kemerahan " ucap pangeran menganalisa semua penjelasan tabib.


"racun itu masih belum sempurna di buat oleh mereka jadi tidak langsung mematikan pada saat di gunakan. racun ini memang memberikan tanda biru pada tubuh dan tubuh cepat membusuk , satu jam lagi tubuh jenderal akan mati rasa dalam cukup lama, satu jam kemudian jenderal akan mati "


"bagaimana pangeran mengetahuinya?" tabib bertanya sambil keheranan


" ngga usah banyak bertanya, cari cepat daun kelabang dan bunga kesucian hati di hutan diwilayah selatan. disana pasti banyak tumbuh tumbuhan itu "


"baik pangeran "


"bawa juga para prajurit bersama mu, mungkin disana ada binatang buas yang siap menerkam mu"


"baik pangeran"


" mungkin mereka akan bingung tiba di sana kalau aku tidak ikut dengan mereka , karena bahan disana sangat banyak dan daunnya sangat mirip, mana tau di sana ada bahan obat yang lebih baik untuk kesembuhan jendral " ucap long li seorang diri


" prajurit, siapkan kuda ku cepat "


"baik pangeran"


"tabib, aku akan ikut dengan kalian"


"baik pangeran" tabib masih di rundung kebingungan dan juga penasaran dari mana pangeran tau semua ini dengan detail.


mereka berangkat ketika matahari sudah naik sepenggalan, lalu memacu kuda dengan sangat cepat.


*****

__ADS_1


"lapor Yang mulia" sambil menurunkan lutut dengan wajah menunduk


" ada kejadian apa malam ini" tanya kaisar xue pada prajurit yang menyampaikan pesan.


" mohon maaf Yang mulia, semua rakyat di tepi pantai kota bagian timur dekat dengan istana kerajaan sudah tewas mengenaskan"


" AAPAAA !"


" bagaimana mungkin hal ini terjadi pada daerah itu padahal sangat dekat dengan istana? apakah tidak prajurit yang mengamanankan disana?


" maaf Yang mulia, informasi yang hamba dapatkan dari sana bahwa prajurit tidak banyak yang berpatroli diwilayah itu. jadi mereka bisa leluasa menghabisi rakyat dengan mudah "


"berapa jumlah musuh kita?"


"hanya sembilan orang Yang mulia dan satu orang telah kami tawan, dia telah hamba bawa ke penjara"


" baik , suruh para komandan introgasi dia"


" baik Yang mulia"


" satu lagi panggilkan semua pejabat tinggi kekaisaran supaya kumpul di aula sekarang."


" baik Yang mulia, perintah Yang mulia hamba jalankan"


prajurit langsung mengundurkan diri sambil berjalan menuju keluar istana.


" kenapa musibah ini terus terjadi?"


"siapa dalang semua ini!"


kaisar xue terus bertanya seorang sendiri sambil berfikir keras dan merasa pusing mencarikan solusi terbaik karena saat ini jenderal Ping ma sudah terluka parah dan terbaring lemas di ruangan pengobatan tanpa ada penawar yang cocok untuk menyembuhkan dia.

__ADS_1


__ADS_2