
" apa yang harus ku katakan pada Ling atas tuduhan itu terhadap muridnya" gumam pimpinan Kang yang masih merasa bimbang.
tok tok tok
(suara ketukan pintu yang datang dari arah luar rumah)
" siapa" teriak pimpinan kang dari dalam
" aku Ling, pimpinan " suara keras terdengar dari luar.
" Ling " pimpinan kang makin terkejut dengan wajah pucat pasi.
(pimpinan kang membukakan pintu )
" masuk lah Ling " ramah pimpinan Kang
" baik lah " jawab Ling dengan nada kesal
" apa kau mau makan atau minum sesuatu" ramah tamah pimpinan kang yang masih di lema. dia mencoba mencairkan suasana.
" langsung intinya saja pimpinan "
" apa maksudnya semua ini " tanya Ling yang mulai serius
" apa maksudmu Ling "
" aku benar benar tidak paham "
" aku menghormatimu sebagai pimpinan karena kau bijaksana dalam mengambil keputusan pada setiap permasalahan yang kita hadapi selama ini, tapi ini...." Ling tidak melanjutkan kata katanya lagi
pimpinan kang makin ketakutan dan resah atas perkataan Ling itu.
" maksudmu "
" jangan berkilah lagi pimpinan, aku tau pasti kau juga tau maksud perkataanku ini" ujar Ling dengan nada penuh emosi
" aku benar benar tidak tau apa maksudmu itu "
" apa perlu ku jabarkan kejadian tadi pagi itu kepadamu " ucap Ling dengan nada sangat tinggi
" aah itu" pimpinan Kang paham
" aku bisa jelaskan itu semua padamu Ling " ujar pimpinan Kang dengan nada ketakutan
" tidak usah pimpinan "
" aku hanya mempertegaskan sekali lagi, aku dan keluargaku akan pergi dari desa ini sesuai permintaanmu itu , atas apa yang kau ucapkan di hadapan semua orang " ujar Ling dengan kondisi masih emosi
" Ling, jangan kau lakukan itu semua " pimpinan kang makin ketakutan.
" jadi cukup sampai di sini saja urusan kita, mulai saat ini aku akan berhenti jadi tetua"
" kau harus ingat, Long li tidak bersalah sama sekali atas kejadian tadi pagi "
" anak buahmu sendiri yang mendatangi ku dan menceritakan semuanya padaku "
" sekarang... kau sama saja dengan tetua Tao"
" dasar sampah " teriak Ling dengan nada keras
__ADS_1
" tunggu Ling, apa maksudmu bicara seperti itu " ujar tetua Puok yang baru saja masuk ke dalam rumah.
" tetua bisa tanya sendiri pada sampah ini " sambil menunjuk ke arah pimpinan Kang
" pimpinan " tetua Puok terkejut atas perkataan Ling barusan .
" apa maksud semua ini " tetua Puok mengkreyutkan dahinya yang mulai merasa pusing dengan menatap ke arah pimpinan Kang.
" Ling , tunggu sebentar " tangan tetua Puok menahan Ling untuk keluar rumah. dia ingin pimpinan kang menjelaskan semua kesalahpahaman ini.
"aku sudah tidak di perlukan lagi di sini " Ling membuang tangan tetua Puok yang makin terkejut dengan sikap Ling yang berbeda jauh dari sebelumnya.
" Ling, tunggu lah sebentar. biar ku pelurus semua permasalahan ini "
" duduk lah kalian dulu "
" aku cukup berdiri saja " Ling berkata sinis
" Ling, duduk lah " tetua Puok mencoba memujuk Ling yang masih kesal
" maaf tetua, aku cukup berdiri disini saja" ujar Ling dengan tatapan yang masih sama.
" sebenarnya aku memang salah akan hal ini "
" aku terlalu gegabah dalam mengambil keputusan ketika di hadapi masalah harga diri seorang tetua direndahkan dan kebenaran atas apa yang Ling ketahui"
" aku benar benar di lema saat itu dan mengambil keputusan yang salah."
" aku benar benar minta maaf sama Long li, muridmu, Ling"
" aku akui.. itu semua murni kesalahan ku, seharusnya aku harus bertanya dahulu padanya tanpa harus menghardik Long li waktu itu di depan semua orang dengan menanyakan statusnya di desa ini yang hanya orang luar"
" aku benar benar menyesal Ling " pimpinan Kang bicara penuh penyesalan
" apa maksud perkataan kalian berdua, aku makin bingung " tanya tetua Puok dengan wajah heran
hahaha
" tidak usah bingung Puok" tetua Tao sudah berdiri di dekat pintu.
" sejak kapan kau bicara padaku seperti itu" tetua Puok terheran dengan sikap tetua Tao
" aku tidak perlu jawab pertanyaan bodoh mu itu, sekarang yang aku ingin hanya ....
kau serahkan saja putrimu itu untuk ku nikahi " ujar tetua Tao yang tersenyum jahat.
" apa apa an ini tao" ujar tetua Puok dengan terheran heran
" apa maksudmu dengan semua itu "
" kan sudah jelas yang ku pinta, kau tinggal menyerahkan saja putrimu itu padaku tidak perlu terkejut seperti itu" tetua Tao masih memaksakan kehendaknya.
" kurang ajar, kau"
" ku bunuh kau " bentak tetua Puok dengan geram
" jangan mimpi Puok, bukankah aku lebih kuat darimu , dasar pecundang "
" kurang ajar " tetua Puok mengayunkan kepalan tangannya kearah tetua Tao.
__ADS_1
" tidak semudah itu Puok " sambil menahan kepalan tangannya Puok dengan mudah
" kau !" menunjuk ke arah Tao
"nanti kau akan lu layani "
" sekarang aku ada urusan penting dengan Kang "
" pergi lah dari hadapanku " sambil mendorong ke samping tubuh tetua Puok.
tetua Puok terdorong ke dinding rumah dengan memegang kepalanya yang terbentur dan dia terduduk di lantai.
" Kang, serahkan lah jabatanmu itu padaku sebagai gantinya nyawamu ku akan ampuni"tetua Tao tersenyum tipis
Pimpinan Kang masih tidak menggubris perkataan tetua Tao dan dia juga tidak mengacuhkan perkataan itu.
" pikirkan lah baik baik, nyawa yang kau sayangi juga ada di tanganku saat ini" tetua Tao tersenyum penuh makna
ciuh.... ( meludah ke arah tetua Tao )
" apakah seperti itu sifat seorang pimpinan tetua yang terhormat desa An Ming?" tetua Tao menaikan sebelah alisnya
hahaha
" dasar sampah "
" karena kau telah memaksaku, maka aku akan membalas perbuatanmu itu "
" bawa dia ke sini "teriak tetua Tao
" kau!!"
" lepaskan istri dan anak anaku " bentak pimpinan Kang yang terkejut dengan apa yang barusan di lihatnya.
" anak tertuamu cantik juga walaupun masih sangat muda, tapi cukup untuk membalaskan perbuatanmu "
" apa yang akan kau lakukan pada anakku ha! bentak pimpinan tetua Kang dengan nada marah
" tenang saja, cukup lihat pertunjukan yang sebentar lagi akan ku tunjukan padamu " tetua Tao tersenyum penuh makna
" panggil kan jenderal untuk datang kesini" bisik tetua Tao pada salah satu anak buahnya yang berada di samping.
" baik tetua " sambil bergegas ke luar rumah
" hentikan semua ini Tao, kau jangan berbuat kurang ajar lagi terhadap keluargaku "
ssssttttt (telujuk Tao diletakan di bibir )
" jangan berbicara lagi Kang"
" kau.... benaran tidak sabaran melihat pertunjukan yang akan ku berikan"
" aku yakin kau pasti akan menyukai pertunjukan yang ku berikan padamu sebentar lagi"
" Tao, apa maksud dari semua ini "
" apakah belum cukup aku membantumu tadi pagi" pimpinan Kang membujuk Tao supaya melepaskan keluarganya yang di tahan.
" tidak perlu kau meminta belas kasihanku lagi Kang, saatnya sudah tiba" ujar Tetua Tao yang tersenyum sumringah.
__ADS_1
seseorang datang memakai jubah berwarna merah dengan badan yang tinggi dan kekar. seluruh badannya memakai armor yang terbilang cukup mewah dan mengkilap. sedangkan di sebelah kirinya, ada sebuah pedang yang di sarungkan dan pegangannya terbuat dari emas.
" hallo !" semua orang terkejut kemunculan orang tersebut kecuali tetua Tao.