
sebelumnya : "kakak ketua telah di bunuh dengan mengerikan" ujar anggota penjahat sambil terbata bata bercampur takut terhadap expresi wajah ketua yang telah berubah merah.
"apa kau tidak salah dengar ?" bentak sang ketua yang menahan amarah.
" hamba dengar sendiri ketua dari beberapa penduduk yang melihat kejadian semalam depan balai kota istana kerajaan " ujarnya sambil gemetaran
" sialan !!! " sambil memukul meja yang patah menjadi dua, tampak raut wajahnya memerah. ketua memukul anggota yang menyampaikan pesan tersebut sampai babak belur untuk memuaskan emosinya.
" siapa yang bunuh dia ?"
" jenderal Ping Ma ke..tua " lalu tersungkur ke lantai dan pingsan di dalam ruangan itu.
"dasar bodoh... kenapa kau biarkan dia mati " sambil menendang anggotanya yang sudah tersungkur terus menerus.
" ketua " ujar anggota yang lain serentak, mereka merasa ngeri melihat pemandangan itu dan salah satu anggota yang lain memeriksa teman mereka yang tersungkur
dia geleng kepala menandakan teman mereka sudah tewas di tangan ketuanya sendiri. mereka membawa jasad temannya keluar dari ruangan itu.
mereka hanya diam sambil melihat ketua mereka sudah mulai mengendalikan emosi. ketua mereka masih tampil dalam wajah yang sangat marah.
" kalian semua dengar baik baik, malam ini kita berangkat kekaisaran, cari jenderal Ping Ma dan bawa padaku "
"aku akan bunuh di jenderal sialan itu" sambil mengepalkan tangannya
" kakak, aku akan balaskan dendammu " bicara dengan lirih
*****
"ketua, semua sudah di siapkan mari kita berangkat"
"kenapa bagaimana rencana kita, ketua?" ujar salah satu anggotanya
"rencana apa bodo?" sambil mendekati anggotanya yang bicara dengannya
"ampun ketua " sambil memohon pada ketuanya untuk tidak membunuhnya malam ini.
__ADS_1
"mati saja kau sana " ketua kelompok itu terus saja memukul anggotanya yang berani bicara dengan nya dengan situasi emosi yang mulai naik lagi.
ketua mereka tanpa ampun memukul anggotanya yang sudah bicara sama dia sampai meregang nyawa sedangkan anggota yang lain hanya diam terpaku dengan apa yang mereka lihat.
"kau buang jasadnya ke sana, cepat!!!" bentak ketua mereka dengan nada yang tinggi.
"baik ketua " sebagian mereka membuang jasad itu ke tempat yang jauh dari permukiman penduduk.
hya
ketua dan kelompoknya mulai meninggalkan kota Besi dengan cepat menuju istana Kekaisaran Saga.
*****
situasi istana masih dalam keadaan aman dalam beberapa malam ini, sejak dua kali serangan berturut membuat penjaga makin melemah.
" huaam " aku ngantuk sekali ujar salah satu prajurit
" hey jangan bicara sembarangan nanti kau kena hukuman " ujar temannya satu lagi.
" apa kau tidak tidur siang hari "
sleb
sleb
dua rekannya jatuh ke tanah, tanpa dia sadari karena matanya sudah berat sehingga dia tertidur beberapa saat. sedangkan beberapa kelompok penjahat mencoba menerobos masuk gerbang tanpa halangan.
"kemana tujuan kita ketua "
" ketempat pengobatan "
" baik ketua "
mereka terus mencari celah untuk masuk dalam istana kekaisaran dan mulai membunuh setiap prajurit yang sendirian.
__ADS_1
sleb
sleb
sleb
hampir semua prajurit yang di tampak langsung di bunuh dengan mudah. mereka terus menerobos dan mendadak berhenti memajukan langkah mereka.
" hey siapa kalian " ketua prajurit yang berpatroli malam sambil mengambil pedangnya.
"serang" ketua penjahat memberi perintah langsung terhadap anak buahnya.
penjahat dan perampok memulai pertarungan mereka sedangkan ketua mereka saling beradu pedang sehingga menimpulkan kekacauan yang cukup terdengar jelas.
penyusup
penyusup
penyusup
teng
teng
teng
prajurit membunyikan tanda bahaya sehingga semua prajurit langsung menuju sumber suara.
"kenapa ribut ribut sekali" long li terbangun dari tidurnya. dia langsung menuju ke sumber suara.
"lier kau kemana " kaisar memanggil anaknya
" aku mau memeriksa ayahanda "
" tapi di sana berbahaya, biar prajurit saja yang ngurus semua itu.
__ADS_1
" biar aku bantu mereka ayahanda, sekalian mencoba keahlianku memakai pedang "
"baiklah, hati hati " kaisar sedikit cemas keputusan long li tapi dia tetap membiarkan, kalau anaknya sudah bersikeras susah untuk di hentikan, sedangkan long li terus menuju sumber suara.