
" kau kenapa suamiku " ujar istrinya Ling dari balik dapur
" hei kau kenapa " memegang pundak suaminya dengan mengoyang goyangkan tubuh Ling yang hanya terdiam daritadi.
" apa ada masalah lagi ?"
" aaahh... tidak "
" tidak apa apa " sambil menatap wajah istrinya cukup dalam kemudian menoleh ke arah lain.
" daritadi ku melihatmu terus bermenung, apa kau memiliki masalah yang tidak bisa kau pecahkan ?" tanya istri ling yang duduk dekat suaminya
hufftt
Ling menghela napas yang sangat panjang . dia merasakan dada yang sangat sesak saat ini. dia merasa pundaknya terasa berat seakan akan ada gunung di pundaknya.
" hei , cerita lah "
" anuu " Ling merasa ragu
" cerita lah , selama ini kau selalu berbagi padaku apa pun itu baik itu masalah atau pun kabar gembira. apa kah saat ini kau mulai tertutup terhadapku istrimu sendiri?" desak istri Ling
" baik lah "
mulai lah Ling bercerita tentang masalah yang telah terjadi di desa ini sesuai dengan apa yang telah di katakan pimpinan kang sebelumnya.
__ADS_1
istri Ling terkejut bukan main mendengar semua itu, dia tidak menduga akan menimbulkan masalah sebesar ini, selain itu tetua yang selalu di hormati selama ini telah mulai berkhianat terhadap desa walaupun sekarang mereka tidak bisa mengambil tindakan apa pun terhadapnya karena kurangnya bukti atas berita tersebut.
" ayoo lah kita bergegas mempersiapkan diri untuk pergi dari desa ini secepat mungkin, supaya tidak ada satupun yang tau " ujar Ling dengan terburu buru
" tunggu dulu suamiku "
" lebih baik kita pergi pagi pagi kali daripada saat ini, pasti akan ketahuan sama orang lain , suamiku" Istri Ling mencoba memberi saran.
" baik lah. itu ide yang bagus juga " Ling hanya menarik napas dengan sangat dalam.
*****
" lier, apa yang terjadi pada paman " tanya annchi yang melihat perubahan sikap pada Ling beberapa jam yang lalu, sebelumnya ceria sekarang sering murung dan bermenung.
" setelah guru ketemu dengan pimpinan Kang, wajah guru langsung berubah "
" sebenarnya apa yang di bicarakan paman dengan pimpinan kang saat itu "
" aku tidak tau annchi, aku tidak bisa dengar apa pun karena aku berjarak cukup jauh dengan mereka dan saat itu aku juga lagi berlatih ilmu pedang yang di ajarkan guru " jawab Ling dengan nada bingung
" ayoo kita berkemas saja, mungkin paman ada rencana lain untuk kita saat ini" Ling mengajak annchi menuju ke kamar
******
hahaha
__ADS_1
" tetua Tao apa yang kau rencana kan"
ujar anggota keluarga yang lain
" tidak ada" tetua Tao terus tersenyum penuh kemenangan tanpa sedikit pun yang tau tentang hal itu.
" aku pergi dulu sebentar, kalau ada yang mencariku, beritahu saja aku ada urusan lain"
" baik tetua Tao "
tetua Tao terus berjalan ke arah tepi pantai tanpa sadar seseorang mengintainya dari kejauhan.
" apa yang di lakukan tetua Tao pagi pagi begini " gumam mata mata itu.
disisi lain
" Hei Tao " teriak seseorang dari kejauhan
mata mata itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah teriakan yang di lakukan orang itu pada tetua Tao.
" bukan kah itu jenderal dari kekaisaran Wei yang terkenal kejam" mata mata itu mulai gemetaran dan sendi sendinya terasa mulai lemas dan terus memantau dari kejauhan.
" apa yang akan dilakukan tetua Tao padanya"
" apakah mereka memiliki rencana terhadap desa An Ming " mata mata itu mulai mendekat ke arah mereka berdua sambil menjaga jarak yang terbilang cukup aman dari mereka berdua.
__ADS_1