
" hei Tao " teriak seseorang dari kejauhan
" hei jenderal Guon" teriak tetua Tao pada orang yang berjalan ke arahnya
" bagaimana kabar jenderal saat ini "
" aku baik baik saja "
" bagaimana perkembangan desa itu"
" berjalan lancar, saat ini aku hanya kacung di desa itu. aku harap jenderal Guon mau bersedia membantu ku untuk membunuh pimpinan Kang itu "
" tenang saja , masalah itu gampang bagiku tapi kau tau kan apa permintaanku terhadap mu"
hmmmm
" tenang saja jenderal, sesuai dengan selera jenderal "
" apa kau tidak mengecewakanku lagi saat itu " jenderal Guon menaikan alis sebelah kirinya
" tentu jenderal "
" malahan ini lebih cantik dan sangat mempesona ketika melihatnya pertama kali" tetua Tao membayangkan seorang gadis cantik yang ada di benaknya selama ini.
" baiklah, jangan sampai kau mengecewakan ku lagi atau kau tau kan akibatnya " bentak jenderal Guon
"baik jenderal , serahkan itu semua padaku" sambil menapuk dadanya sendiri
Tetua Tao dan jenderal Guon membuat kesepakatan yang saling menguntungkan. mereka berdua berpisah dan berjalan ke arah masing masing.
" aku harus laporkan hal ini pada pimpinan kang " mata mata itu mulai me was diri supaya tidak ketahuan sama tetua Tao yang berjalan sendiri ke arahnya
mata mata itu berlari secepatnya ke arah desa dan mencari pimpinan kang di rumahnya.
" pimpinan Kang lagi ke rumah tetua Puok"
ujar istrinya dari dalam rumah
mata mata itu langsung berlari dengan tergesa gesa menuju arah rumah tetua Puok.
" huss, kau mau kemana ha !" seseorang memegang tangan mata mata tersebut
dia sangat terkejut dengan orang yang memegang tangannya.
" te..tua... Ta..o" mata mata itu tergagap melihat kehadiran tetua Tao yang tidak dia duga.
" kau kira aku bodoh ha! "
" aku tau kau membututi ku dari arah belakang"
" penyamaranmu mudah sekali aku tangkap dengan mataku sendiri, dasar anak buah bodo " sambil meninju perut mata mata itu.
" ammm....pun te..tua " mata mata itu memohon dengan gemetaran..
hahaha
" kau kira bisa selamat atas apa yang telah kau saksikan barusan " bentak tetua Tao dengan manaikan sebelah alisnya
" jangan harap kau bisa menghirup napas esok hari "
tetua Tao mengambil sebilah pedang dari pinggangnya dan langsung mengarah ke tubuh mata mata tersebut.
__ADS_1
" HENTIKAN " teriak Long li dari kejauhan.
mata tetua Tao menatap ke arah Long li dengan seksama yang berjalan ke arahnya.
"apa yang telah tetua lakukan padanya "
" itu bukan urusanmu anak kecil "
" lebih baik kau pergi sekarang "
" dasar bocah " tetua Tao menatap tajam ke arah mata mata itu yang sudah merasakan maut akan menjeputnya. pedang tetua Tao langsung di ayunkan ke belakang.
shut
mata mata itu hanya memejamkan matanya tanda pasrah, tapi maut yang ditunggu tidak kunjung datang dan dia mulai membuka matanya ke arah tetua Tao yang telah mematung
" apa yang telah kau lakukan padaku ha" bentak tetua Tao dengan lantang ke arah Long li walaupun tubuhnya tidak bisa di gerakan kembali.
" tenang saja tetua Tao, kau hanya akan mati rasa sesaat "
" jadi bersabar ya tetua " ujar Long li dengan sedikit tersenyum.
kau!!!
" ku pastikan kepalamu akan ku penggal dari tubuhmu" sambil mencoba menggerakan tubuhnya kembali
hahaha
" coba saja, apa perlu ku buat tetua berdiri di sini beberapa hari lagi" ujar Long li dengan tersenyum senyum
" berani beraninya kau berbuat seperti itu padaku. apa kau tidak tau siapa aku ini" bentak tetua Tao
" tentu aku tau, tapi aku tidak peduli lagi"
ciiuuhh
" jangan pernah harap, sebentar lagi bantuan dari kekaisaran Wei akan datang dalam jumlah yang sangat banyak untuk menghancurkan desa ini beserta gurumu"
hahahaha
tetua Tao tertawa dengan latang dan bahagia dengan senyum penuh kemenangan
" apa kau ingin tau sesuatu dariku" bisik tetua Tao pada Long li
" apa itu " jawab Long Li
hahaha
" lebih baik kau cari sendiri jawabannya "
" dasar bocah bodo"
" jawab pertanyaanku tetua" Long li merasa heran dengan apa yang akan di bicarakan tetua Tao padanya.
" lebih baik memohon padaku terlebih dahulu " ujar tetua Taon mengalihkan matanya ke arah lain.
" itu tidak akan pernah terjadi " Long li meninju perut tetua Tao dengan sekuat kuatnya
aakkhh
sudah beberapa buah tinju yang di layangkan Long li ke tubuhnya tapi tetua Tao tetap tersenyum bahagia, dia tidak memikirkan apa pun lagi saat ini, rasa sakit yang dia terima belum seberapa dibandingkan hasil yang akan dia dapatkan setelah membunuh pimpinan Kang. tetua Tao terus tertawa dengan bahagia tanpa merasakan sakit sedikit pun walaupun darah dari mulutnya mulai perlahan keluar dari bibirnya.
__ADS_1
Long li merasa penasaran kenapa tetua Tao bersikap seperti itu. apa dia merencanakan sesuatu yang tidak dia ketahui. kemudian...
" baiklah " tetua Tao memohon untuk tidak memukulnya kembali
" pacarmu itu sebentar lagi akan jadi pel**ur di rumah bordir di wilayah Wei " bisik tetua Tao
" kurang ajar" Long li geram setelah mendengar itu semua
" jangan sampai kau menyentuh annchi walaupun hanya sehelai rambut sekalipun, akan ku cari kau sepanjang hidupmu di dunia ini" mata Long li melotot ke arah tetua Tao
hahaha
"coba saja"
" kekuatan mu belum ada apa apanya dengan kekuatan jenderal wei itu"
" lebih baik kau tinggalkan desa ini dan tinggalkan annchi untuk mereka bersenang senang" bisik tetua Tao
buukk
Long meninju tubuh tetua Tao beberapa kali dengan penuh emosi.
hahaha
" CUKUP LONG LI " bentak pimpinan Kang setelah dia menerima laporkan dari bawahannya kalau tetua Tao di pukuli oleh Long Li.
" pimpinan" Long li menunduk tanda hormat
" apa yang telah kau lakukan pada tetua Tao" teriak Pimpinan Kang
" dia memaksaku pimpinan " bela Long li
" cukup, jangan bicara lagi. apa kau tau statusmu di sini dan apa status tetua Tao di sini"
" tentu pimpinan Kang "
" sekarang kau pergi lah dari sini"
" tunggu"
" kembalikan tubuhku seperti semula" bentak tetua Tao.
"Long li, lakukan"
" baiklah" sambil menarik jarum dari tubuh tetua Tao dan meninggalkan mereka berdua di sana dengan wajah penuh amarah serta emosi yang terus bergejolak di hatinya.
hahaha
" dasar bocah bodo......
pimpinan Kang juga bodo, dia mudah sekali tertipu oleh ucapanku " gumam tetua Tao dengan wajah tersenyum.
" tidak lama lagi nyawamu akan melayang Pimpinan **** "
" anak anakmu akan ku jadikan budakku"
" shi shin, sabar sayang sebentar lagi kakang akan datang " tetua Tao bicara sendiri di dalam hatinya dengan membayangkan bisa menikmati tubuh shi shin.
" aku pulang dulu pimpinan" ujar tetua Tao
" apa kau baik baik saja, apa perlu ku antar" tawar pimpinan Kang
__ADS_1
"tidak perlu pimpinan, aku masih bisa sendiri " berjalan ke rumahnya
" baiklah" pimpinan kang berjalan juga ke rumahnya dengan santai.