
sebelumnya : long li memberikan hormat terhadap kedua orang tua dan berlalu pergi menuju hutan tropis. dia menggunakan kuda yang biasa saja dengan pakaian seperti rakyat jelata demi menutupi identitasnya.
long li terus memacu kuda menuju hutan tropis tapi dia mencoba singgah beberapa tempat untuk membeli peralatan untuk membuat ramuan yang tertera dalam kitab yang dia baca.
long li terus saja mencari peralatan yang dia butuhkan namun tidak ada satupun toko menjualnya. sudah lama dia terus mencari peralatan itu, sehingga singgah lah dia di toko barang antik yang berantakan dan banyak sarang lawahnya.
"ada yang bisa saya bantu tuan" ujar pemilik toko
"apakah tuan ada memiliki botol untuk buat ramuan?"
"ada tuan, tapi sedikit sudah usang " sambil menunjuk sebuah botol yang ukuran menengah berbentuk segitiga dengan kelapa botol lurus dengan panjangnya 10 cm di rak bagian belakang.
"baik lah, saya ambil barang itu satu. kalau tungku kecil warna keperakan apakah ada tuan?"
" ada tuan, tapi harganya sedikit lebih mahal "
"tuan siapkan saja semua barang yang saya minta " sambil menunjukkan beberapa kepeng perak yang di bungkus kain.
"apakah ini cukup"
"lebih dari cukup tuan"
ketika dia mau keluar dari toko, ada sebuah jarum emas dan perak tersusun dengan rapi di rak depan toko. long li tertarik melihat barang itu, sehingga dia membeli semua jarum yang ada. setelah sekian lama dia mencari peralatan ramuan, perutnya terus saja berbunyi.
kriukk
"ternyata perutku sudah lapar" long li meninggalkan toko tersebut sambil membawa semua peralatannya yang berbungkusan dari kain dan dia mencoba singgah di restauran terdekat.
"mau makan apa tuan" pelayan tersebut tersenyum ramah dan mencoba membuat pelanggannya betah berada di restaurannya.
"bawakan saja makanan terbaik untukku "
__ADS_1
"baik tuan" pelayan menyiapkan makanan terbaik mereka untuk tuan yang baru saja masuk tersebut.
di ruangan yang sama tapi beda beberapa meja. long li mendengar sesuatu yang tidak mengenakan pendengarannya.
hahahaa
"kaisar bisa buat apa sekarang atas apa yang telah terjadi" ujar seseorang berwajah tompel
"mungkin sebentar lagi kita akan mati kelaparan" ujar yang lain , dia tinggi dua meter dan berbadan kekar
"sudah sering terjadi pertempuran di istana terus siapa yang kena dampaknya. kan kita kita semua " teriak yang lain
"iya kaisar benar benar tidak bisa pemimpin kita. lebih baik kita memberontak saja bagaimana?" orang berwajah tompel memberikan ide sambil tersenyum di bibirnya
"aku setuju, apalagi dia terus melindungi anaknya yang bodoh dan buat rusuh itu . aku saja sudah muak lihat tingkah mereka sok hebat dan seakan akan telah berbuat baik terhadap kita kita ini " ujar pria yang tinggi berbadan kekar
"hahaha iya juga itu" ujar yang lain
"sudah hampir setahun kesejahteraan kita mulai terabai kan oleh pangeran busuk itu"
"iya, kita kumpulin saja semua penduduk di kota ini untuk memberontak dan kita hasut mereka untuk membantu kita menggulingkan kaisar bodoh itu " ujar yang lain
long li merasa tidak senang terhadap perkataan orang orang itu yang terus berkata tidak baik terhadap ayahandanya.
dia menggepalkan tangan nya sambil menahan emosi yang memuncak di hatinya.
"biar aku saja yang menjadi kaisar kalau dia tidak sanggup memimpin lagi " pria berwajah tompel tersenyum bahagia dengan ide yang brilian
hahahaa
"kalau kau jadi kaisar aku jadi mentri keuanganya, biar aku bisa bersenang senang dengan semua gadis gadis cantik di wilayah ini" sambil membayangkan yang tidak tidak
__ADS_1
hahaha
"tenang saja , bisa aku urus masalah itu"
hahaha
mereka terus saja tertawa terbahak bahak dengan bahagia setelah membuat rencana yang mana menurut mereka akan berhasil.
"gimana kalau besok kita kumpulin semua rakyat dikota ini untuk memberontak, apalagi saat ini kondisi prajurit kekaisaran jumlahnya lagi berkurang sehingga kaisar busuk itu sudah mulai merekrut prajurit baru lewat pengumuman tempo dulu. ini adalah waktu yang tepat, apalagi prajurit kebanyakan berjaga di sekitar istana saja" ujar pria berwajah tompel
"ide bagus itu, lebih cepat lebih baik "
hahaha
mereka terus saja tertawa tanpa menyadari seseorang telah memperhatikan mereka sejak daritadi. wajah orang itu terus menampakkan kekesalan yang teramat dalam dan di penuhi nafsu amarah yang memuncak.
"tidak bisa aku biarkan orang orang biadab itu melakukan seenaknya di wilayah ini"
" harus ku musnahkan orang orang busuk itu sampai tidak tersisa"
" tapi bagaimana caranya supaya identitasku tidak di ketahui"
long li terus berfikir walaupun dia telah memakai pakaian rakyat tapi aura kharismanya terus saja menampakan dirinya sebagai bangsawan ,dia terus melamun tanpa menyantap makanan yang telah tersedia karena selera makannya langsung hilang setelah menahan amarah yang dia pendam.
" sepertinya aku harus mengintai mereka dan melihat apa yang akan mereka lakukan dikota ini besok"
" aku akan cari penginapan dulu sekitar sini " long li berlalu dan meninggalkan restoran tersebut sambil memberikan 2 kepeng perak kepada pelayan restoran tersebut.
" kayaknya ini tempat yang pas untuk memantau mereka mereka itu dari atas karena tempat ini dekat dengan kerumunan orang orang. " long li bicara dengan dirinya sendiri
long li langsung memesan satu kamar di lantai dua dan jendelanya dekat dengan arah keluar. dia meletakan semua barang barang yang ada di lantai lalu mencoba menyimpannya dalam cincin dewa. seketika itu semua barang hilang dalam sekejap mata.
__ADS_1
long li langsung duduk bersila sambil memejamkan mata.
" aku harus bermeditasi dulu untuk menambah tenaga dalamku " sambil berkonsentrasi di malam yang panjang.