The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 50. Persiapan


__ADS_3

beberapa tetua dan bawahannya sudah berkumpul di pinggiran hutan untuk memantau situasi.


mereka membuat pos pos pengawasan di beberapa tempat.


" tetua He, kau sudah datang ?" sindir tetua Tao


" tentu "


" dimana para bawahan mu" tanya tetua Tao.


" tidak ada"


"aku tidak memilihi bawahan sama sekali" jawab tetua He santai tanpa mengubris sindirian tetua Tao


hahaha


"tetua macam apa kau ini, tidak ada memiliki bawahan maupun murid didikan" tetua Tao terus memojokan tetua He


" liat aku " tetua Tao membanggakan dirinya dihadapan semua orang sambil memperlihatkan bawahanya yang begitu banyak.


hahaha


di desa An Ming tetua Tao dan Puok memiliki pengikut yang terbilang terbanyak sekaligus memiliki petarung yang hebat dibandingkan tetua yang lain. sehingga mereka berdua selalu berlomba lomba untuk membuat bawahan mereka menjadi lebih kuat dan juga menjadi lebih banyak jumlahnya.


saat ini jumlah kekuatan tetua Tao dan Puok terbilang sebanding.


" sudah jangan kau peributkan lagi " ujar pimpinan tetua yang berada di samping tetua He


hahaha


" lucu saja, tetua tanpa bawahan "


" hey tetua Quon, kau sudah datang juga "


" iya ,aku sudah datang daritadi dan sudah mempersiapkan semua ini untuk bertahan "


" mari kita berlomba siapa yang terbanyak membunuh manusia srigala itu "


" tapi kekuatan ku tidak sebaik kekuatanmu"

__ADS_1


" kau memiliki bawahan yang terbaik dibandingkan aku hanya membawa para pemanah saja " jawab tetua Quon


"ehmm, sepertinya aku akan berlomba dengan Puok saja"


" apa kau melihat dia "


"tidak ada"


"dasar "


"pasti dia terlambat lagi "


" dasar penakut " tetua Tao geram dengan sifat tetua Puok akhir akhir ini. biasanya tetua Puok tidak pernah terlambat malahan dia orang paling bersemangat kalau menyangkut masalah perang tapi dia mulai berubah beberapa waktu yang lalu.


" apa mungkin dia jadi penakut setelah mendengar rumor manusia srigala itu"


"mungkin tidak, pasti dia memiliki sedikit masalah atau keperluan pribadi lainnya" jawab tetua Quon.


" biar aku cari dia di sana " tetua Tao meninggalkan pos pengawasan mencoba mencari tetua Puok di belakang


*****


" sudah pimpinan tetua " ujar tetua Ling


"tapi dimana tetua Puok, aku belum melihatnya "


" beliau ada sedikit urusan pribadi pimpinan, jadi pasukannya ikut denganku saat ini " jawab tetau Ling


hahaha


"jadi sekarang dia jadi penakut" sindir tetua Tao


"bukan tapi dia bilang ada urusan pribadi " jawab tetua Ling


" sudah cukup, jangan di pertengkarkan lagi hal sepele ini " perintah pimpinan tetua dengan tegas


semua mulai terdiam setelah mendengarkan ucapan pimpinan tetua.


"baik, sekarang kita atur strategi untuk mempertahankan desa kita ini, jadi pasukan pemanah naik di pos pos pengawasan. kalian pantau pergerakan lawan dari dalam hutan, jangan sempat lengah atau lalai. kalian semua harapan kami semua. apakah kalian paham !" pimpinan tetua mulai membagi pasukan di beberapa pos.

__ADS_1


"kalian pasukan berkuda, bersiaplah setiap saat, kalau ada aba aba dari pasukan pemanah.persiapkan diri kalian untuk menghadapi musuh yang mendekati pintu pagar ini"


"sisanya kalian bergantian berjaga di pos pengawas jangan sampai lengah. semoga malam ini tidak terjadi pertarungan yang merugikan pihak kita "


" sekarang semuanya bubar "


" baik pimpinan tetua" jawab mereka serentak


semua pasukan saat ini serentak menjalankan tugas masing masing. semua berjaga jaga di dekat pagar kalau tiba tiba ada serangan dari dalam hutan.


*****


" gimana keadaanya sekarang "


"belum siuman tuan "


"saat ini dia belum ada sadarkan diri "


"bagaimana dengan luka dalamnya. apa ada perkembangan "


"kondisi tubuhnya sudah mulai membaik walaupun efek bunga itu tidak berpengaruh sekali terhadap tubuhnya"


"aaa...apaaan itu " semua orang berucap terbata bata dan semua mata tidak berhenti menatap tanpa berkedip sedikit pun.


" tidakk.. mungkin"


" setahuku efek bunga itu tidak ada sehebat ini terhadap orang orang sebelumnya yang pernah di beritakan"


" tapi kenapa seperti ini " tanya tetua Puok keheranan.


" aku juga bingung tuan "


semua orang terheran dan terkagum kagum terhadap apa yang terjadi terhadap tubuh Long li. tabib pun tidak mengira akan melihat hal selangka ini walaupun hatinya masih ragu dengan efek bunga tersebut.


tubuh long li terus beraksi terhadap efek dari bunga matahari tersebut. semua intisari dalam bunga itu terus memberikan kekuatan dan juga menambah tingkatan tulang yang di miliki long li sebelumnya dan seluruh tubuh long li terus di pancari aura biru kehitaman sehingga tidak ada intisari bunga matahari tersebut hilang percuma.


hampir satu jam long li terus menyerap intisari bunga tersebut dan aura biru kehitaman perlahan memudar dan membuat semua luka bakar hilang tak berbekas.


long li perlahan membuka mata sambil melihat sekeliling dan dia terkejut semua orang menatapnya dengan antusias dan penuh keheranan.

__ADS_1


" Annchi " long li menatap seorang gadis yang ada didepannya.


__ADS_2