The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 39. Guru Ling


__ADS_3

ling masih dalam bermeditasi.


sudah hampir seharian penuh dia terus bermeditasi untuk menghilangkan semua luka luka yang berasal dari pertarungan sebelumnya.


" dimana aku " long li mulai membuka mata secara perlahan lahan. dia mencoba menggerakan badannya yang terasa berat tapi dia paksakan untuk bangun dari tempat tidur, sambil memegang kepala yang masih terasa sakit.


"kau sudah bangun " ling melihat arah long li yang sudah siuman.


" apa yang telah terjadi padaku?" long li bingung dengan kondisi ruangan yang sudah berantakan dan adanya ratakan di hampir setiap dinding.


"ngga usah kau fikirkan , gimana keadaan mu sekarang?" ling mengalihkan pembicaraan.


" aku baik baik saja " jawab long li


" kau makan lah ini " sambil memberikan beberapa buah buahan yang aneh bagi long li.


"apa kau akan meracuniku dengan ini " long li menampilkan wajah yang waspada.


"aiih dasar bodo, kalau aku mau pasti aku akan bunuh kau dari tadi" sambil menampilkan wajah kesal


long li merasa ragu mengambil buah buahan dihadapannya walapun perutnya lapar sekali.


"baik lah aku makan dulu " ling makan beberapa buah.


"kau lihat aku baik baik saja " ketus ling kesal


long li mulai mencicipi beberapa buah buahan dan dia terkejut dengan khasiat dari buah buahan itu, tubuhnya mulai terasa perlahan pulih.

__ADS_1


"buah apa ini ?" long li penasaran dengan buah yang barusaan dia makan.


"aiiih , emang tidak ada di daerah mu buah ini " ling kesal dengan pertanyaan li


"tidak.... baru kali ini aku melihatnya dan memakannya " li menjawab polos


" baik lah, buah ini namanya peri racun, warnanya bisa kau lihat sendiri yaitu warna hijau dengan ada runcing disemua sisi, walaupun bentuknya menakutkan tapi rasanya sangat enak dan bisa membuat pemulihan dengan cepat dan juga melindungi tubuh dari racun apa pun kecuali beberapa racun tertentu tidak bisa digunakan dengan ini " ling menjelaskan dengan detail


"maaf kan aku tuan " long li berlutut di hadapan ling.


"apa yang kau lakukan?" ling terkejut perubahan sikap li terhadapnya.


" jadikan aku muridmu , guru " li berujar tulus terhadap ling


"merepotkan sekali kalau kau jadi muridku, apalagi aku orangnya pembosan " ling bicara ketus.


"baiklah, tapi dengan satu syarat "


"apa itu guru ?"


"kau tidak boleh membantah setiap perintah yang ku suruh dan harus di lakukan dengan sungguh sungguh "


"apa kau bersedia!" ling tersenyum tipis


"li bersedia guru"


ling merasa senang dan terbebas dari beban perasaan yang selama ini dia pendam, kalau sampai dia meminta li jadi muridnya pasti menghilangkan pamornya jadi orang terhebat di daerah ini tapi semua itu di luar dugaan, malahan long li sendiri yang meminta dirinya untuk jadi murid ling. jadi dia tidak bersusah payah lagi untuk membujuk atau memaksa li jadi murid.

__ADS_1


" karena sekarang kau sudah jadi muridku, kau ambil air di lorong sebelah kiri " ling memberikan perintah pada long li.


"baik guru " , li mengambil sebuah wadah didekat dinding dan menuju lorong sebelah kiri .


long li sudah setengah jalan berjalan tapi lorong itu ditemui tanpa ujung, dia terus berusaha berjalan tapi tetap tidak menemukan air setetes pun.


" apakah guru tidak salah tempat menyuruhku "


li berujar pada dirinya sendiri


long li terus mencari terus sampai ketemu walaupun hatinya sedikit bingung dengan perintah gurunya itu.


"apa itu" li menyipitkan mata


" seperti hutan " long li terus berlari menuju arah yang membuat dia penasaran.


"waah indah sekali tempat ini " long li terkagum dengan pemandangan di hutan ini yang membuat matanya senang dan hatinya tenang, ditambah pula suara yang sangat merdu dari berbagai burung yang saling sahut menyahut.


beberapa binatang lainnya menampakan diri sambil berjalan santai di hadapan li.


li terkejut dengan bentuk hewan yang barusan dia lihat. biasanya kelinci berukuran kecil dengan warna putih atau keabu abuan tapi kalau di sini kelincinya berdiri tegak setinggi 1.5 meter dengan warna sedikit abu abu kehitaman. kelinci itu pergi meninggalkan long li tanpa menghiraukan kehandiran dirinya.


"hutan apa ini? "


"kenapa baru kali ini aku melihatnya ?" li terus berfikir dengan situasi saat ini. semua ini tidak bisa di cerna dengan mudah oleh fikirannya.


"aku harus cari air dulu untuk guru, tapi dimana ya " long li mencoba menyelusuri kedalaman hutan

__ADS_1


__ADS_2