
long li menuju ruangan pengobatan dan mendapati jenderal ping ma sudah siuman dan ber angsur sembuh walaupun tubuhnya mengalami kelumpuhan yang tidak permanen berkat ramuan yang di buat long li.
"pangeran" jenderal ping ma mencoba menggerakan badannya tapi long li langsung mencoba memghentikan tingkah sang jenderal tersebut.
" bagaimana keadaan mu sekarang?"
"hamba merasa sudah baikan pangeran"
" baik lah, perbanyak saja istirahat "
"mohon maaf pangeran, Yang mulia ingin bertemu pangeran " ujar salah seorang prajurit yang memotong pembicaraannya dengan jenderal
"kenapa Yang mulia ingin bertemu denganku"
" hamba tidak mengetahuinya pangeran, hamba hanya menyampaikan pesan Yang mulia sampaikan terhadap hamba dan sekarang Yang mulia lagi menunggu pangeran di ruangannya "
" baik lah saya akan kesana "
long li meninggalkan ruangan pengobatan dan menuju ruangan ayahandanya. dia merasa bingung kenapa ayahandanya ingin bertemu dengannya. setiap langkah kaki, long li terus memikirkan sebab Kaisar xue memanggilnya.
" ayahanda "
" masuk lah li'er"
"kenapa ayahanda ingin bertemu dengan ku. apakah saya membuat kesalahan ?"
"tidak ada anak ku, hanya saja aku akan menanyakan sesuatu padamu "
__ADS_1
" syukurlah, apa itu ayahanda?"
"bagaimana caramu mengobati jenderal ping ma? kenapa kau bisa mengetahui semua yang terjadi padanya?"
" saya membaca buku yang ada di ruangan ayahanda tempo dulu"
" maksud mu, kamu membaca semua buku di rak ku?"
" benar begitu ayahnda"
" tapi di sana tidak ada buku tentang ramuan obat obatan"
" ada ayahanda, buku itu di ruangan satu lagi "
"jangan bercanda li'er"
" ruangan itu sudah ratusan tahun tidak pernah bisa di buka oleh leluhurmu dan sudah di coba beberapa generasi namun hasilnya gagal sedangkan kuncinya sudah lama hilang sejak generasi pertama ada " kaisar menjelaskan semua pada long li bahwa mustahil dia bisa masuk kedalam tanpa kunci
" ayahanda, saya tidak pernah berbohong sekalipun dan ini buktinya kalau saya tidak berbohong" sambil mengeluarkan sebuah kitab tentang pembentukan tenaga dalam
" mustahil" kaisar xue langsung terkejut atas semua ucapan anaknya dan juga apa yang diperlihatkan long li terhadap kaisar sebuah kitab yang sangat langka karena kitab itu sudah lama menghilang ratusan tahun.
" dari mana kau dapatkan kitab itu?"
" saya sudah katakan kalau saya dapatkan semua itu dari ruangan rahasia ayahanda"
"baik kita langsung kesana sekarang"
__ADS_1
long li dan kaisar xue langsung menuju ruangan bawah tanah tempat dia(kaisar xue) membaca sejak kecil
clek
"dimana ruangan itu?"
"kemana perginya " kaisar sangat terkejut
kaisar terus di rundung kebingungan, dia makin terkejut ketika ruangan yang selama ini tertutup ratusan tahun sudah menghilang entah kemana perginya begitu juga dengan long li dia sangat terkejut menyesal tidak membawa pedang yang ada dalam balok es itu.
tidak mungkin ruangan itu hilang misterius tanpa jejak padahal ruangan itu sangat kokoh walaupun termakan usia karena terbuat dengan tenaga dalam yang sangat tinggi.
kaisar terus mencari cari ruangan itu begitu juga dengan long li sehingga mereka berdua merasa letih baru menghentikan pencarian mereka.
"li'er apa cincin itu berasal dari sana juga?" kaisar terus melirik cincin yang ada pada jari long li
" benar ayahanda"
kaisar langsung mengingat sebuah kitab yang berisi petunjuk penggunaannya. lalu kaisar tergesa gesa menuju salah satu rak dan di ikuti juga oleh long li dari belakang yang penuh penasaran kenapa kaisar xue bertingkah seperti itu. kaisar memegang sebuah kitab yang sangat usang dan sudah hampir lapuk termakan usia. kitab itu terbuat kulit kijang sehingga menampilkan warna sama dengan kulit kijang tersebut walaupun kitab itu sepertinya tidak layak lagi di pakai tapi long li masih penasaran.
" baca ini lier"
"apa ini ayahanda?"
" kitab ini adalah kitab petunjuk tentang cincin yang kau pakai"
long li menerima kitab tersebut sambil membaca sampulnya " Cincin Dewa ". dia benar benar terkejut atas apa yang di lihatnya dan dia antusias untuk membuka lembaran tersebut sambil terkagum kagum semua isi kitab itu.
__ADS_1