The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 18. Hutan Tropis


__ADS_3

long li, tabib dan beberapa prajurit lainnya memacu kuda mereka dengan sangat cepat, sudah banyak kota maupun desa yang di lewati. kurang dari setengah jam mereka sudah berjalan. sekarang mereka sudah sampai di mulut hutan yang rimbun dan indah di pandang mata. begitu banyak kijang maupun binatang lain yang berlarian didalam hutan. suara burung terus berkicau dengan indah sehingga seseorang bisa jadi terlena dengan hati penuh kedamaian.


"pangeran, bagaimana cara kami untuk bisa mencari bahan yang pangeran inginkan" ujar salah seorang prajurit.


"tunggu saja di sini, biar aku periksa satu persatu bersama tabib dan kalian jaga saja kuda kami disini. terus awasi binatang buas yang mendekati kalian, berhati hati lah setiap saat sebelum mereka menerkam kalian"


" baik pangeran "


pangeran bersama tabib mulai menyelusuri ke dalam hutan sambil mencari bahan obat yang di butuhkan. meraka terus mencari bahan itu, sampai peluh mereka keluar saking lamanya mencari tanaman itu.


"akhirnya dapat juga " ujar pangeran sambil memetik beberapa daun kelabang.


lalu mereka berjalan kembali ke dalam hutan sambil mencari bunga kesucian hati.


" pangeran" tabib gemetaran melihat seekor harimau yang sudah kelaparan menuju arah mereka.


" tenang saja, selama kita tidak ganggu pasti dia tidak akan menerkam kita."


"tapi bunga itu ada di dekat harimau itu pangeran" ujar tabib terbata bata sambil menunjuk ke arah samping kanan harimau.


" kau tunggu di sini biar aku tangani dia, janga buat gerakan yang membuat dia terganggu "

__ADS_1


"baik pangeran"


long li langsung menuju arah harimau tersebut sambil berjalan perlahan. tanpa long li sadari mata mereka saling bertatapan dengan jarak yang hampir mendekati harimau itu.


harimau terus melihat mata long li dengan wajah yang biasa saja tanpa tanda mau menerkam.


" kenapa kau ke sini manusia"


" kau bisa bicara?" ujar long li yang sangat terkejut


" tentu aku bisa bicara, apa tujuan mu ke sini?"


"aku mengambil bunga yang ada di sampingmu " ujar long li datar yang masih terkejut dengan situasi ini, dimana ada seekor harimau yang bisa bicara.


"kenapa?"


"kau pasti mau niat mencuri anak anak ku untuk kau jadikam santapan"


" anak anakmu?" sambil melihat sekitar harimau tapi tidak mendapati apa pun.


" saya tidak melihat anakmu di sekitar sini? ujar long li yang masih penasaran.

__ADS_1


" hahaha yang benar saja manusia, masa tidak lihat anak anaku? padahal mereka semua ada di kaki mu sejak tadi


long li langsung melihat kekakinya , didapati lima ekor anak harimau yang masih mungil lagi berlari disekeliling long li.


" aaaah sejak kapan dia ada di sini." ujar long li lirih.


" jangan bohong lagi, sebutkan apa tujuan mu kemari"


" benar, aku bicara jujur. jenderal ku lagi terluka parah jadi butuh bunga itu untuk mengobatinya "


" baik lah, ambil bunga ini dan tinggalkan hutan ini sekarang" harimau berdiri layaknya manusia tingginya hampir mencapai dua setengah meter sambil menyerahkan beberapa buah bunga ke arah long li.


long li tentu lebih terkejut lagi melihat pemandangan itu. diluar dugaan harimau bisa berdiri persis seperti manusia dengan lengan yang sedikit berotot.


"terima kasih harimau" long li mulai meninggalkan harimau itu bersama anak anaknya.


tabib ternganga dengan mulut yang terbuka lebar. dia tidak menyangka pangeran dengan mudah membawa bunga itu tanpa berkelahi sama harimau tersebut. malahan pangeran dengan santai mengambil bunga itu dari samping harimau yang begitu sangat dekat.


" ayo kita langsung pulang secepatnya , waktu jenderal tidak lama lagi"


"baik pangeran" ujar tabib yang masih di rundung kebingungan.

__ADS_1


mereka langsung menuju kekaisaran dengan kuda yang dipacu sangat cepat. hari menunjukan masih pagi. sehingga waktu untuk menyembuhkan jenderal tidak banyak lagi.


__ADS_2