The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 32. Orang BerTopeng


__ADS_3

" ayoo kumpul kumpul " teriak seseorang pada orang yang berkerumun dan ada juga yang berlalu lalang saja tapi mereka semua di paksa untuk berkumpul di tengah jalan.


"kalian dengar baik baik" ujar orang berwajah tompel


" saat ini , kaisar telah tidak berlaku adil terhadap kita semua. sehingga kita akan berada di ujung kematian karena tidak adanya bahan makanan. sekarang kaisar hanya memikirkan dirinya sendiri dan keluarganya . apakah kalian tidak ingin melawan ketidak adilan ini? sampai kapan kalian akan seperti ini terus " teriak orang berwajah tompel tersebut pada khalayak ramai di hadapannya.


"tapi kami semua baik baik saja saat ini " teriak salah satu warga


" kau bodo atau ***** "


" kalian semua sudah di abaikan oleh kaisar busuk itu . sampai kapan kalian akan membela kaisar kurang ajar itu" teriak teman berwajah tompel itu.


" selama ini kaisar selalu berlaku adil terhadap kami dan beliau tidak pernah memandang rendah kami semua. hanya kau saja berlebihan " teriak warga yang lain


hahaha


" kalian semua sudah dibutakan oleh kebaikannya yang semu , sebenarnya kalian itu hanya di manfaatkan oleh kaisar busuk itu untuk menumbuhkan perekonomian di istana setelah itu jasa kalian akan di lupakan"


"apakah kalian belum juga ngerti juga " teriak orang berwajah tompel.


" yaa sudah lah, kami tidak mau dengar ocehan mu lagi. lebih baik kalian semua keluar dari kota ini daripada memprovokasi kami untuk melawan kaisar" teriak salah seorang warga yang sedikit berbadan tinggi dan berwibawa.


" laancang sekali kau "


"kau tau apa akibatnya melawan kami ha!" teriak salah seorang teman berwajah tompel


"maju lah kalau berani " ujar warga berbadan tinggi itu


"kau akan menyesali perkataan mu itu " orang berwajah tompel maju melawan warga berbadan tinggi tersebut


sudah lama mereka berdua bertarung menggunakan keahlian mereka dalam ilmu pedang. orang berwajah tompel , sepertinya lebih dominan terhadap lawannya setiap penyerangan yang dilakukan terus mengenai lawannya, sehingga warga berbadan itu kewalahan dan tampaknya sudah kehabisan tenaga dalam dan pukulan terakhir yang dia terima menyebabkan dia mundur beberapa langkah dengan badan terduduk di bawah tanah.


" kan sudah ku bilang kau akan menyesali perkataan mu melawanku"


hahaha

__ADS_1


"mati lah kau sekarang" pria berwajah tompel itu langsung saja mengayunkan pedangnya ke arah lawannya.


sebelum mengenai lawannya pedang yang ada di tangannya berhenti bergerak secara tiba tiba. tangannya terasa kaku dan pedang langsung jatuh ke tanah . dia mencoba melihat sekeliling siapa yang telah menyerangnya secara diam diam. semua warga dan teman pria berwajah tompel terkejut dengan apa yang telah terjadi, seharusnya warga berbadan tinggi langsung tewas d tempat tapi yang mereka dapati malah pria berwajah tompel hanya diam kaku tak bergerak dengan tangan bergetar.


" siapa yang telah menyerang ku ?" dia berbicara lirih


" keluar lah banjingan " teriak pria berwajah tompel


"jangan jadi pengecut yang bersembunyi di kerumanan warga" teriak pria berwajah tompel


hehe


"maaf ya " ujar seorang yang memakai sebuah topeng warna hitam dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi.


"kurang ajar lepaskan tanganku ini dari jarummu"


hehe


" kalau ku lepas, nanti kau akan menyerang ku "


"serang orang itu " teriak pria berwajah tompel terhadap teman temannya


semua teman temannya langsung mengambil pedang dan mengambil langkah menuju pria bertopeng.


"aih baru di sebut sudah di mulai saja " pria bertopeng berdecak kesal


"mau bagaimana lagi " sambil mengambil pedangnya dari pinggang


trang


trang


mereka sudah cukup lama beradu pedang tapi hasilnya seimbang tanpa terluka sedikitpun dari kedua belah pihak.


" merepotkan " ujar pria bertopeng

__ADS_1


"harus ku akhiri sekarang juga " pria bertopeng mulai mengambil ancang ancang mengeluarkan jurusnya


" teknik pedang : pedang kilat "


seketika itu, pria bertopeng menghilang dalam sekejap mata dari pandangan mereka.


" kemana dia pergi, jangan jangan di akan kabur " ujar teman berwajah tompel


sleb


sleb


beberapa serangan yang mendadak datang ke tubuh mereka tanpa bisa dilihat.


ahkh


ahkh


ahkh


mereka semua tewas di tempat dengan badan tertusuk di beberapa bagian tubuh mereka. semua warga terkejut dengan apa yang mereka lihat. semua orang mulai menjauh dari area pertempuran, takut terkena serangan itu.


" kurang ajar, berani sekali kau" teriak wajah tompel


sleb


" hampir aku lupa dengan mu " sambil menusukan pedangnya ke tubuh pria berwajah tompel.


" kau... " sambil menjatuhkan badannya yang sudah lemas ke tanah , matanya terus menatap pria bertopeng tersebut.


" aih jangan bilang kau naksir sama ku " sambil meninggalkan mereka semua tanpa memperdulikan dengan sikap para warga yang masih terkagum kagum dengannya.


" siapa dia ya ?" ujar salah satu warga


" baru kali ini, aku melihat orang sehebat dia" ujar yang lain

__ADS_1


warga berbadan tinggi mulai bisa berdiri dan mencoba mendekati pria bertopeng tapi orang yang dikejar malah pergi begitu saja.


__ADS_2