
" apa kau sudah sehat lier " tanya Ling yang terkejut dengan apa yang di lihatnya.
" sudah guru " sambil tersenyum melihat gurunya dan pimpinan Kang.
" Lier, ke sini lah " menapuk lantai tempat Ling duduk
" karena kau sudah setuju kau baca lah kitab ini " menyerahkan sesuatu pada Long li yang sudah duduk dekat Ling
" kau pelajari lah kitab ini dengan sungguh sungguh ya lier " Ling tersenyum melihat muridnya yang terlalu bersemangat dalam mengambil suatu keputusan.
" tentu guru"
" guru, apa boleh ku bertanya sesuatu "
" apa itu Lier "
" kenapa tetua Tao bisa bisanya berbuat seperti itu terhadap desa ini sampai sampai harus menculik annchi dan gadis lainnya"
" hal itu lah yang akan ku selidiki tapi sebelum ku melakukan penyelidikan , semua orang yang memiliki hubungan dengan tetua Tao sudah kau bunuh " tersenyum melihat Long li yang terkejut.
hahaha
hahaha
" kau terlalu semangat kali lier sehingga tidak menyisakan satupun anggota keluarganya "
__ADS_1
" maaf..... guru" sambil menggaruk kepalanya walaupun tidak gatal
Ling dan pimpinan Kang sebenarnya mau bertanya langsung pada Tetua Tao motif atas pemberontakan ini, tapi tidak ada jawaban yang di berikan tetua Tao sebelumnya pada pertemuan terakhir mereka.
tidak mungkin tetua Tao menemui kaisar di kekaisaran Wei demi sebuah jabatan Pimpinan di desa ini. itu lah yang ada dalam fikiran mereka saat ini, sebelumnya mereka ingin bertanya langsung pada tetua Tao di rumah pimpinan Kang tapi di hentikan oleh jendeal Guon yang langsung menghajar pimpinan Kang, tetua Puok dan Ling dengan beringas.
mereka terus bertanya tanya rahasia apa yang telah di sembunyikan tetua Tao pada mereka selama ini. masalah ini bukan lah semudah itu tapi sangat lah rumit .
setelah kejadian itu, Ling mencoba mencari jawaban dengan mendatangi rumah tetua Tao yang hampir roboh dengan membuka semua isi kamarnya, tapi tidak menemukan satu petunjuk pun. apa yang di lihat Ling hanya rumah biasa saja tanpa ada rahasia sedikit pun yang tersembunyi.
telah habis dua hari ini dia gunakan untuk mencari jawaban atas kebingungan selama ini, sebelum melanjutkan pencarian Ling mencoba bertanya pada tetua Puok yang merupakan sahabatnya sendiri tapi dia belum bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke sana.
" sudah.... jangan bicara lagi, mari kita makan bersama sama " ujar istri pimpinan Kang yang membawa makanan yang sudah masak di susul Sun Zi dan annchi membawa yang sama juga.
mereka pun bersendau gurau dengan menyantap hidangan makanan yang sangat banyak.
*****
" guru, aku berlatih dulu ya " teriak Long li yang berlarian menuju ke daerah yang cukup luas untuk berlatih.
Ling hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap muridnya yang begitu antusias. pimpinan Kang hanya tersenyum sumringah melihat prilaku Long li yang seperti anak anak.
" ayah... aku boleh melihatnya berlatih" Sun Zi membujuk pimpinan Kang yang masih berdiri dekat Ling.
" pergi lah " ujar Pimpinan Kang.
__ADS_1
" aku ingin ikut juga " ujar Annchi dari balik kamar.
" ayookk... lah" menggandeng tangan annchi.
" dasar anak muda " ucap pimpinan Kang lirih melihat sikap anaknya.
" begitu lah pimpinan "
" oh ya... Ling, mari kita pergi ke rumah tetua Puok"
" kenapa kita kesana pimpinan"
" membahas masalah desa ini, ku yakin kekaisaran Wei pasti akan kembali lagi untuk menuntut balas atas kematian jenderal mereka, aku ingin anak anak desa ini mau belajar ilmu bela diri lagi demi kelangsungan hidup desa ini"
" baik lah pimpinan, itu ide yang bagus juga demi masa depan desa ini"
" mari kita pergi " sambil mengajak Ling menuju kediam tetua Puok.
" Pimpinan, apa kau tidak salah pilih orang dalam memberikan benda pusaka itu pada Lier "
" tentu tidak, aku cukup yakin dia bisa mengembangkan teknik benda pusaka itu "
" aku juga berharap demikian " Ling berharap dengan penuh harapan.
" lagian teknik ini sudah lama hilang dalam beberapa generasi pada marga Wei tapi setelah melihat Long li bisa membuka teknik tombak itu membuatku menjadi semakin kalau dia bisa menggunakan tombak pusaka itu dengan baik " ujar pimpinan Kang.
__ADS_1