The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 92. Kekalahan sebelum Perang


__ADS_3

Kaisar Wei masih di landa kebingungan dengan perbuatan pasukannya yang memutar balik kapal mereka dan menyebabkan semua itu terjadi.


Ntah datang darimana, Ombak langsung menjadi besar dan menerjang semua kapal yang ada diatas laut.


Buuuaarrrr


" apa yang terjadi ?" kaisar wei dan pendekar tingkat suci ternganga melihat apa yang barusan terjadi.


semua kapal tidak ada sisa sama sekali, ombak menerjang mereka dengan ganas tanpa menyisakan sedikit pun.


Kaisar, pendekar pertapa dan beberapa pasukan yang belum berangkat langsung meninggalkan bibir pantai.


Wwuuuussshh ( angin yang sangat kencang )


Buuuuaaarrr ( ombak bergerak dengan ganas )


" kaisar apa yang harus kita lakukan sekarang " tanya jenderal yang masih tersisa.


" kita tunggu ombak ini reda dulu, biar kita bisa menghancurkan desa itu " ujar kaisar wei dan jenderal hanya diam membisu.


" kaisar... ini pertanda buruk " ujar salah seorang pendekar pertapa yang meletakan kedua pedang di punggungnya.

__ADS_1


" maksudmu ...." tanya kaisar heran


" bukan kah ini... sudah ada dalam legenda.


disana tertulis kalau Dingin dan panas bersatu maka akan muncul seorang yang telah di ramal kan itu " ujar pertapa tersebut.


" aku tidak mengerti dengan maksudmu " ujar kaisar merasa bingung.


" bukan kah kekuatan itu berasal dari keluarga Wei sendiri "


" intinya saja. tidak usah berbelit belit " kaisar mulai gusar dengan ucapan pendekar tingkat pertapa tersebut.


" bukan kah di kekaisaran Wei ada benda pusaka yang berupa Tombak Legend dan juga kitab tombak Api "


" mudah saja, kekuatan yang sudah lama hilang kembali muncul di era ini dan sekarang dia berkultivasi membuka segel Tombak itu dan juga menyatukan dengan isi kitab tersebut, maka dia akan menjadi raja api yang tak terkalahkan " beberapa pendekar tingkat pertapa mendengar dengan antusias dan merasa ngeri setelah mendengar penjabaran temannya.


" jadi...maksudmu ini semua terjadi karena adanya gelombang kekuatan yang berasal dari kedua benda pusaka itu "


" benar kaisar "


" sekarang.. dia sudah menguasainya, apakah kaisar tidak merasakan hawa dingin dan terjadinya matahari total saat ini " sambil memandang ke langit dengan menutup mata dengan kainnya.

__ADS_1


" bagaimana mungkin "


" mungkin kah kakak ku sudah bisa membuka segel dari kedua benda pusaka itu" gumam kaisar Wei yang di landa ke raguan.


" TIDAK MUNGKINNN..!!!! " Teriak Kaisar Wei sekuat kuatnya ke arah laut yang ombaknya masih tinggi dan terlihat ganas.


kaisar tertunduk ke bawah merasa kalah dengan kakaknya sendiri, sebelumnya dia merasa bangga bisa dengan mudah mendapatkan benda pusaka tersebut dari tangan kakaknya dan sudah mengetahui cara mengaktifkan segel yang terkunci selama ini. namun semua harapan yang dia banggakam sirna begitu saja.


hampir setengah dari jumlah pasukan yang di bawa , semua sudah di telan ombak yang ganas dan tiga orang jenderal lainnya.


sekarang kaisar semakin marah dan murka terhadap apa yang telah menimpa pasukannya. dia memendam dendam di dalam hatinya terhadap Sang kakak.


" kakak... kau harus mati di tangan ku " pikir kaisar Wei yang masih di lema.


" bagaimana sekarang kaisar " tanya salah seorang jenderal yang masih berdiri disampingnya


" kita kumpulkan dulu semua pasukan dalam jumlah banyak.


setelah ombak itu reda, kita akan menyerang kembali ke desa An Ming " tunjuk kaisar dengan suara bernada marah


" kalian semua mundur... kembali ke istana" teriak jenderal dari kejauhan dan terjadi lah pesan berantai sampai ke paling ujung pasukan.

__ADS_1


mereka mengurungkan niat untuk menyerang desa An ming dengan kematian pasukan yang cukup banyak sebelum perang terjadi.


mereka rata rata tertunduk lesu setelah melihat kejadian itu , mereka merasa tidak yakin dengan apa yang mereka alami sebelumnya.


__ADS_2