The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 41. Desa An Ming


__ADS_3

"siapa itu itu, kek?" ujar seorang gadis kecil yang manis dan cantik.


dia melihat seorang pemuda yang telah di papah menuju ke gubuk. kakek itu langsung meletakan tubuh long li yang sudah lemas di atas nipan.


"kakek ngga tau annchi, kakek temukan dia di tempat pembakaran sampah "


"tolong kau bantu obati dia dulu. kakek mau ke hutan untuk mencari bahan obat obatan" kakek annchi berlalu menuju hutan yang sudah siang.


annchi membuka baju long li untuk dibersihkan terlebih dahulu dan mencoba mengobati luka di lengan yang terus mengeluarkan darah.


annchi terus membersihkan tubuh long li dengan bilasan kain yang di basahi dengan air hangat.


kakek sudah kembali ke gubuk dan mendapati cucunya masih sibuk mengurus orang yang tidak mereka kenal.


kakek memasak semua ramuan untuk mencoba mengobati luka dalam maupun luka goresan yang di alami long li yang tidak sadarkan diri daritadi.


"annchi, kau siapkan lah makanan untuk kita. kakek sudah lapar "


"baik kek" annchi langsung mempersiapkan semua bahan makanan untuk di masak.


"kek, apakah tidak berbahaya kalau kita membantunya ?" annchi sedikit merasa kuatir.


" tenang saja " kakek mencoba menenangkan cucu nya yang sudah kecemasan.


uhukk..


uhukk...


uhukkk...


long li membuka mata secara perlahan, kepalanya masih terasa sangat sakit sekali saat ini dan merasakan seluruh tubuhnya ada sedikit keretakan pada beberapa tulang rusuk. dia mencoba duduk dan memuntahkan darah segar yang sangat banyak.


"jangan duduk dulu nak"

__ADS_1


"kau masih belum pulih, istirahat lah "


kakek kembali meniduri long li di atas nipan tersebut dengan memberikan semangkok obat obatan di dalam mulutnya.


" istirahat lah dulu"


kakek langsung meninggalkan long li seorang diri.


"kek, apa dia dah siuman" annchi penasaran dengan pemuda itu.


"sudah, tapi tubuhnya sangat rapuh untuk di gerakan saat ini. kita biarkan dulu dia beristirahat "


" iya kek, tapi aku takut setelah kita bantu dia akan membunuh kita "


"tenang saja, menurut kakek dia berasal dari keluarga baik baik"


annchi masih takut kejadian beberapa tahun yang lalu terulang kembali. dia masih mengingat kejadian tersebut dimana kedua orang tuanya dibunuh dengan sadis setelah menolong orang tak di kenal di pinggir hutan.


"kek, kalau dia benar benar orang jahat gimana?"


annchi masih belum tenang dengan jawaban sang kakek, dia belum bisa menerima orang yang tidak di ketahui identitasnya.


long li masih dilanda kebingungan, daritadi dia mencoba memejamkan mata tapi hatinya terus merasa sedikit kacau saat ini.


"kau sudah bangun " kakek menghampiri long li yang masih terbaring.


"maaf kek, telah merepotkan" ujar long li tulus


" tidak apa apa " jawab kakek dengan senyuman di bibir.


"dimana aku ini kek?"


long mencoba mengatasi kebingunanya saat ini.

__ADS_1


"kau ada di gubuk ku"


" maksud ku apa nama daerah ini kek, aku merasa daerah ini asing bagiku "


"kau ada d desa an ming"


" an ming " long li bertambah bingung.


" kakek tau dengan ling "


" maksudmu tetua ling? " kakek jadi heran dengan pertanyaan dilontarkan long li


"tetua ling, sepertinya bukan itu kek. dia hanya orang biasa saja yang ku kenal " ujar long li polos


hmmm


kakek hanya manggut manggut dengan jawaban dari long li walaupun merasa sedikit aneh.


"kau berasal dari mana nak?"


" aku dari kekaisaran Saga kek "


"kekaisaran Saga, bukankah itu daratan yang sangat jauh dari sini " kakek masih dilanda keheranan.


"aku ngga tau kek "


" aku hanya ingat, aku memasuki sebuah goa yang ada di wilayahku dan tiba tiba aku sudah berada disini "


" tidak mungkin " kakek yang merasa terkejut dengan jawaban long li.


" kakek percaya atau tidak aku hanya mengatakan yang sebenarnya " ujar long li.


" baik lah aku pergi sebentar, kau istrihat lah dulu di sini "

__ADS_1


kakek meninggalkan long li sendirian yang masih terbaring lemas di atas nipan. dia bergegas menuju kerumah tetua desa.


__ADS_2