The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 21. Cincin Dewa


__ADS_3

sebelumnya : long li menerima kitab tersebut sambil membaca sampulnya " Cincin Dewa ". dia benar benar terkejut atas apa yang di lihatnya dan dia antusias untuk membuka lembaran tersebut sambil terkagum kagum semua isi kitab itu.


long li terus saja mencoba mempelajari tata cara penggunaan cincin itu sehingga dia merasa senang bisa memiliki sebuah cincin yang sangat berharga untuknya.


baik lah aku akan coba satu persatu fitur yang ada didalamnya.


Open the Inventory : pedang


maka munculah sebuah pedang di tangannya


Save the Inventory


tiba tiba pedang itu hilang di tangannya. long li dan kaisar melihat hal itu makin terkejut atas apa yang terjadi barusan. sedangkan daya simpan cincin itu tanpa batas sehingga bisa memasuki apa pun kecuali makhluk hidup dan roh.


"lier jangan sampai orang lain mengetahui tentang cincin itu. berbahaya kalau cincin itu jatuh pada orang lain"


" baik ayahanda"


"baiklah kau coba terus apa saja kehebatan cincin ini, mudah mudahan berguna untuk mu suatu saat " sambil meninggalkan long li seorang diri

__ADS_1


long li mencek sebuah fitur yang membuatnya penasaran lalu mencoba fitur itu dengan mengucapkan perintah pada cincin tersebut


Open the Secret


keluar lah sebuah portal yang di keliling oleh warna biru dan di tengahnya berwarna hitam. long li mencoba memasuki sebuah portal itu dan dia terkejut mendapati sebuah ruangan yang hilang sebelumnya dan sekarang telah muncul didepannya. sehingga dia begitu kegirangan dan mencek satu persatu rak dan peralatan yang terletak masih sama.


dia mencoba memegang pedang dalam balok es tersebut walaupun hanya menyentuh balok es tapi tidak merasakan dingin sedikit pun. dia terkagum kagum atas ukiran naga berhadapan dengan seekor merak di sarung pedang itu yang berwarna kebiru biruan.


" suatu saat aku akan menaklukan pedang itu" sambil menatap serius.


long li keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang sangat ceria. sekarang sudah mau sampai di ruangan tempat dia istirahat.


"baik ayahanda"


tanpa banyak bertanya long li hanya mengikuti ayahanda dari belakang menuju sebuah ruangan yang asing dia masuki. dia melihat sekitar ruangan itu setiap incinya.


ruangan itu hanya kosong tanpa satu pun property.


" lier, ayahanda akan mengajari untuk membangkitkan tenaga dalam mu supaya suatu saat nanti kau bisa melindungi dirimu sendiri dari musuh musuhmu "

__ADS_1


" pertama kau fokuskan tenaga dalammu pada satu titik dan kau bermeditasi lah disini dulu. rasakan semua tenaga dalam memasukimu secara perlahan tanpa tersisa"


long li terus bermeditasi dengan mata tertutup dengan tangan diletakan di pahanya dengan kaki bersila.


long li terus menyerap tenaga dalam dan dia merasakan tubuhnya sedikit berat karena sudah hampir setengah jam bermeditasi.


dia terus melakukan meditasi sampai malam hari. kaisar yang melihat keseriusan anaknya menjadi kagum dan bangga.


"tidak salah aku membesarkan mu long li dan mendidikmu menjadi orang yang lebih baik walaupun kau selalu berbuat kesalahan selama ini " gumam lirih kaisar yang melihat anaknya terus terusan bermeditasi.


"lier cukup hari ini, kau makan lah dulu. ibundamu telah nunggu di meja makan"


"baik ayahanda " long li menghentikan meditasinya bergegas menuju ruangan makan.


"anak ku semoga kau bisa menjadi sosok yang berguna suatu saat ini" gumam kaisar xue yang menampilkan senyum di bibirnya.


kaisar mulai meninggalkan ruangan itu dan sekarang perlahan menuju ruang makan. sudah lama sekali keluarga Long tidak berkumpul seperti ini sebelumnya.


" semoga ini bukan akhir dari segalanya "

__ADS_1


__ADS_2