The Prince Saga

The Prince Saga
chapter 53. Kedatangan Manusia Srigala


__ADS_3

beberapa manusia srigala mendekati pinggiran hutan sambil memantau manusia dari kejauhan yang telah membuat pagar dari kayu yang runcing.


salah seorang manusia srigala mencoba mendekati pagar itu tanpa memandang waspada sedikit pun.


dia terus berjalan dan melihat begitu banyak manusia telah berkumpul.


shuutt


salah satu anak panah mengarah padanya tapi dengan mudah di hindari.


pemanah lain langsung membidik panahnya dengan cepat ke arah tubuh manusia srigala tapi hal itu dengan mudah dihindari oleh manusia srigala. tiap anak panah yang di tembakan tidak ada satupun yang mengenai tubuhnya. para pemanah mulai frustasi, sudah banyak anak panah yang telah di tembaki tapi tidak ada satupun yang bisa menggoresi tubuh manusia srigala. mereka tidak yakin bisa melukai manusia srigala itu yang terus saja maju mendekati arah pagar.


*****


" panggil bantuan " teriak salah seorang pemanah ke arah bawah yang telah bersiap menunggu informasi.


pembawa informasi langsung bergegas menuju perkemahan pasukan berkuda yang tidak terlalu jauh dari pagar kayu.


datanglah beberapa pasukan berkuda mendekat ke arah pagar kayu yang runcing tersebut.


grrrr


manusia srigala memandang manusia dengan rasa pembunuh, sehingga salah seorang pasukan berkuda mengayunkan pedangnya ke arah manusia srigala. merasa terancam, manusia srigala mencakar cakar manusia yang mau membunuhnya.


aaaaa


teriak pasukan berkuda itu yang telah mati mengenaskan dengan tangan terputus hingga lengan, sehingga membuat emosi para pasukan berkuda yang lainnya untuk menghabisi manusia srigala.


mereka semua langsung mendekati manusia srigala sambil menghunuskan pedang. tidak berlangsung lama semua pasukan yang berjumlah 150 orang itu tewas secara mengenaskan dalam hitungan menit di cakar manusia srigala.


semua mata yang melihat kejadian itu menjadi ketakutan dan memberitahu hal ini pada tetua mereka yang berada di tenda.

__ADS_1


manusia srigala terus saja berjalan ke arah pintu yang terbuat dari kayu dan dia melompati pagar dari kayu tersebut dengan mudah.


semua pemanah berlarian meninggalkan pos mereka masing masing. rasa takut pada manusia srigala melebihi rasa takut pada tetua mereka sendiri.


grrrr


grrrr


pos pengawas kosong, tanpa ada satupun manusia yang mau melawan manusia srigala.


*****


"ijin tetua Tao " salah seorang bawahannya mendekat dengan napas terburu buru.


"kenapa kau menggangguku "


" tetua, ada manusia srigala yang telah menghabisi pasukan berkuda kita "


" aku tau kekuatan mereka semua, pasti mereka dengan mudah menghabisi manusia srigala itu "


" tapi tuan, mereka tewas mengenaskan di depan pagar " ujar bawahannya dengan rasa takut.


" apaa, tidak mungkin "


" biar aku cek kesana sekarang "


" kalau berbohong ku bunuh kau" bentak tetua Tao sedangkan bawahannya mati ketakutan mendengar ancaman dari tetuanya sendiri. memang di akui kekuatan pasukan berkuda yang terbaik dibandingkan yang lain , rata rata mereka di tingkat Grand Master tahap puncak.


*****


semua tetua berkumpul di depan manusia srigala itu sambil memegang pedang.

__ADS_1


grrr...


" ku bunuh kau , dasar makhluk hina " tetua Tao langsung maju ke arah manusia srigala.


" jangan gegabah tetua Tao, dia ini lebih kuat daripada aku sendiri " ujar tetua Ling.


" masa bodo, dia telah membunuh pasukan terbaikku "


" kau aja lemah dan penakut, biar ku perlihatkan kekuatanku padamu" tetua Tao pergi tanpa menghiraukan ucapan tetua yang lain yang masih memantau kekuatan lawannya.


trang


pedang tetua Tao patah dengan mudah di cakar manusia srigala, hal ini membuatnya makin terkejut.


" mustahil pedangku dengan mudah patah di cakarnya " gumam tetua Tao yang masih termenung.


shuut


tangan tetua Tao menangkis serangan manusia srigala dan mengakibatkan tanganya mengalami pendarahan yang cukup serius.


" siiaall , ku bunuh kau " teriak tetua Tao


" hentikan tetua, kau bisa terbunuh olehnya" ujar tetua Ling


" mari kita maju bersama " teriak pimpinan tetua desa An Ming


semua tetua maju bersama kecuali tetua Tao yang telah mengalami luka di tangannya sehingga sulit untuk menggerakan tangannya untuk memegang pedang.


mereka mulai bersiap siap menggunakan jurus masing masing untuk menghabisi nyawa manusia srigala. walaupun mereka tidak yakin bisa mengalahkan dia dengan mudah.


" Ling , kau gunakan lah kekuatan penuh. kami berharap padamu, karena kami tidak yakin bisa menahan semua serangannya yang mematikan itu" perintah Tetua Tao.

__ADS_1


__ADS_2